
Jenna ijin pergi ke kamar lebih dulu setelah barang belanjaannya sudah di pindahkan dari mobil sang Abang.
Pesanan Mama Lestari di toko kue ternyata mau di berikan kepada pelayan rumah serta beberapa tetangga yang rumahnya lumayan dekat dari kawasan kediaman Adhitama.
Dari arah pintu utama Aksa berjalan masuk seraya membawa beberapa kantong plastik berisi kue.
Pria tampan itu meletakkan semuanya di atas meja makan.
"Mama kenapa beli kue nya kebanyakan sih," kesalnya menatap ke arah pintu menuju dapur.
Ia tidak menyangka rupanya masih ada beberapa kue yang tersisa dan belum habis di bagikan,
"Udah semuanya, Bang?" tanya Mama Lestari muncul dari arah dapur membawa segelas jus jeruk untuk putranya.
"Habis apanya, Mama lihat tuh masih ada berapa kantong plastik tersisa. Heran deh, beli begitu banyak udah kayak mau kasih makan tamu undangan." Gerutu Aksa kurang suka
Putra tampan kesayangan Jenna itu dengan gerakan cepat meraih segelas jus jeruk yang di buatkan sang Mama, rasa haus karena berjalan kaki dari sisi kanan rumah lalu pindah ke sisi kiri untuk membagikan kue teramat menyiksa dirinya.
__ADS_1
Belum sempat Aksa menelan habis minumannya, justru berganti menjadi batuk yang membuatnya kesulitan bernafas.
"Mama ngomong apa barusan?" tanya Aksa meminta Lestari kembali mengatakan apa yang ia dengar.
Aksa yakin pasti ia salah dengar, namun setelah mendengar kembali sang Mama mengulang perkataannya barusan membuat seluruh wajahnya langsung memerah karena malu.
"Mama sudah memberi tahu semua tetangga kalau minggu depan akan di adakan acara pertunangan di rumah kita, jelas Mama ngundang harus bawah kue juga lah."
Seakan tanpa rasa bersalah Mama Lestari mengulang kembali perkataannya.
Lestari sengaja melakukannya agar kelak tidak ada yang mengganggu ketenangan anak-anaknya terutama sang putra tercinta.
Beberapa hari yang lalu wanita cantik itu menghadiri sebuah acara pernikahan salah satu rekan bisnis suaminya, pernikahan megah yang di adakan tepat berdekatan dengan hotel yang baru dua bulan diresmikan tersebut mengundang ribuan tamu mulai dari kalangan atas sampai kalangan biasa.
Hal itu sukses mengundang rasa iri dan cemburu Lestari kala mengingat kedua anaknya masih belum resmi menjadi pasangan suami istri, belum lagi pertanyaan banyak rekan sosialitanya setiap kali tidak sengaja bertemu di acara pesta seperti itu jelas membuatnya kurang nyaman.
Akan tetapi, demi nama baik suaminya tentu Lestari sebagai istri yang pintar dalam bertutur kata hanya mampu menjawab dengan senyuman atau minta doanya saja agar kelak anak-anaknya bisa melangsungkan pernikahan seperti putra putri mereka.
__ADS_1
Aksa berusaha menormalkan detak jantungnya kala mendengar sang Mama menyebut soal acara pertunangan, ia sungguh tidak menyangka akan ada hari itu dalam hidupnya.
Melihat putranya senyum-senyum sendiri membuat Lestari tertawa geli, dia tahu bagaimana perjuangan anak satu-satunya itu.
"Jangan kasih tahu Adek dulu ya, Abang. Takut nanti dia kaget mendengar kabar ini tiba-tiba," pesan Lestari berlalu meninggalkan ruang makan.
Wanita cantik itu langsung masuk ke dalam lift menuju lantai atas.
Aksa yang di tinggal sendirian masih betah duduk santai seraya membayangkan wajah cantik milik Jenna ketika tersenyum manis.
"Cih, Mama curang. Kenapa masih harus pake acara tunangan dulu sih, mendingan langsung kawin ajah biar aman."
Plak
"Nikah Abang bukan kawin, enaknya ajah kalau ngomong ngga kira-kira."
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1