
Jenna tidak berhenti tertawa melihat kelakuan orang tua angkatnya yang berakhir dengan perdebatan kecil hanya karena Lestari melupakan tujuan awalnya keluar dari kamar beberapa waktu lalu.
Kedatangan Abyan yang mencari sang istri hingga di lantai atas tersebut rupanya membuat Tuan muda Adhitama terbangun.
Aksa yang belum ada setengah jam menutup matanya karena lelah dan rasa kantuk yang sulit di tahan, harus di paksa bangun demi melihat apa yang sebenarnya terjadi di luar sana.
Di dalam kamar, pria tampan itu mengacak rambutnya frustasi begitu kesal waktu istirahatnya sampai terusik.
"Keributan apa lagi itu?" gumamnya pelan seraya mengusap wajah dengan kasar.
Meski belum sadar sepenuhnya karena tidurnya begitu singkat, Aksa berusaha bangkit dari tempat tidur bersiap untuk keluar dari dalam kamar.
Samar-samar pria tampan itu mendengar suara milik Mama Lestari dan Papa Abyan, jika tebakannya benar kemungkinan sekarang ini pasangan suami istri tersebut berada tepat di depan kamar milik Jenna.
Aksa sangat yakin sebab ia juga mendengar gelak tawa gadis manis itu lumayan kuat, karena penasaran juga bingung membuatnya segera keluar dari dalam kamar setengah berlari.
Di depan kamar milik Jenna yang sengaja di buka lebar oleh pemiliknya, tampak Papa Abyan tengah mengomeli sang istri tercinta yang memilih diam saking lelahnya ikut membela diri tidak ingin di salahkan.
__ADS_1
Mama Lestari hanya mendengarkan tanpa mau membalas lagi, dia mengaku salah dan memilih diam meski dalam hati rasanya ingin sekali menjambak rambut hitam dan lebat milik suaminya itu.
"Mama dengar tidak sih?" kesal Papa Abyan menatap tajam sang istri.
"Kan, tadi udah minta maaf loh, Papa ..." gemas Mama Lestari akhirnya menjawab namun pria tampan begitu mirip Aksa tersebut masih saja memperlihatkan wajah masam.
"Papa udah dong, malu ih. Tuh lihat sana! Adek malah menertawakan kita, bagaimana kalau Abang ikut terbangun? Papa mau tanggung jawab kalau Abang ngamuk?" imbuhnya berusaha menenangkan.
Akan tetapi, belum sempat pria itu buka suara. Dari arah belakang suara bariton milik sang putra membuat ketiganya menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara.
"Abang ..." pekik Jenna kaget, secepat kilat berlari masuk ke dalam kamar langsung mengunci pintunya rapat.
Gadis manis itu bahkan tidak peduli dengan panggilan Mama Lestari yang merasa tidak adil putrinya sengaja kabur cari aman.
Sedangkan Papa Abyan bersikap tenang dan biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa ketika melihat kehadiran Tuan muda Adhitama yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya bersama sang istri.
Sorot mata Aksa menatap tajam bercampur aura dingin yang mencekam siap meledak, ia paling benci mendengar adanya keributan di saat tengah istirahat.
__ADS_1
Terdengar helaan nafas panjang berhembus keluar dari mulut pria tampan yang masih dalam kondisi mengantuk tetapi harus terbangun.
"Mama dan Papa kenapa ribut sekali?" seru Aksa bertanya namun dengan nada pelan dan lembut.
Biar bagaimana pun ia tidak mungkin bisa marah pada orang tuanya sendiri terlebih itu bukan sifatnya.
"Apa yang terjadi, Mah?" matanya mengarah ke arah Mama Lestari yang tersenyum tipis.
"Itu ... Mama keasyikan ngobrol dengan Adek, terus lupa kalau tadi Papa nitip minta air minum." Jawab Mama Lestari terkekeh
"Terus?" Aksa sedikit penasaran belum puas dengan jawaban sang Mama.
"Mama jadi lupa Abang, saking serunya becanda bareng Adek. Jadinya ya gini deh, Papa marah karena Mama lama baliknya."
Papa Abyan menggeleng pelan bersamaan dengan sang putra yang menepuk jidat tidak percaya wanita cantik kesayangan mereka tersebut sampai melupakan niat awal keluar dari kamar.
"Abang. Semoga ajah kelakuan Adek ngga sampai ngikut Mama ya, kasihan nanti kalau mirip ... BAHAYA."
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃