Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 19 ~ Posesif


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu, kedua wanita beda usia itu sudah berada di dalam Aula tempat acara ulang tahun salah satu rekan sosialita Lestari di adakan.


Para tamu undangan yang sebagian merupakan kenalan Lestari dengan senang hati menyapa dan mengobrol, sesekali mereka melirik penuh rasa penasaran pada sosok gadis manis yang duduk anggun di samping wanita itu.


"Putri mu?" tanya salah satu teman sosialita Lestari.


"Dia sangat cantik tapi lebih terlihat manis dengan kedua lesung pipih menghiasi wajahnya," puji seorang wanita yang berprofesi sebagai model bernama Arlin.


"Tidak akan pernah bosan bila melihatnya," sambung wanita satunya yang berpakaian modis serta tampak mencolok bernama Naira.


"Jangankan bosan, di tinggal bentar ajah bisa di culik saking manisnya anak gadis orang." Timpal wanita cantik yang merupakan tuan rumah yang mengadakan pesta.


Lestari yang mendengar teman-temannya memuji sang putri ikut tersenyum manis, sebagai seorang ibu ada rasa bangga dan sedikit besar kepala melihat semua tamu memperhatikan Jenna penuh kekaguman.


"Mau aku jodohin dengan Kakak boleh ya?" goda Arlin langsung mendapat tatapan tajam dari Lestari.


"Jodoh buat anak aku itu, Linn. Mana mau dia punya suami yang jarak umur saja terpaut jauh." Potong Naira tidak kalah ikut main menjodohkan


"Enak ajah, yang jelas pasti putra ku yang lebih pantas menjadi jodoh gadis manis ini, benar kan sayang?" sosor sang Tuan rumah.


Jenna yang menjadi sasaran bahan godaan memilih duduk diam sembari membalas rentetan pesan dari sang Abang dan Amira.


Fokusnya teralihkan hanya pada dua orang yang sangat gadis manis itu sayangi setelah kedua orang tua angkatnya.


#Room Chat


To : ๐Ÿค‘Beruang Kutub


[Abang lagi ngapain?]


Satu pesan terkirim, dengan tidak sabar Jenna menunggu balasan dari sang Abang.

__ADS_1


Tring.


(Lagi mikirin Adek)


Satu pesan balasan masuk dari Aksa membuat pipi Jenna bersemu merah.


Tring.


(Bilang mama jangan lama pulang, kalau ngga mau Abang ikut nyusul kesana.)


##


Belum sempat Jenna membalas balik pesan terakhir dari sang Abang, dari arah tidak jauh Lestari memanggilnya untuk mendekat.


"Adek ngapain kok serius banget?" heran wanita cantik itu menelisik.


"Mama kepo," jawab Jenna dengan kekehan.


"Apaan sih Mama, lagian Jenna cuma balas pesan dari Amira dan Abang." Cebik gadis manis itu menatap malas ke arah sang Mama


"Abang kirim pesan ke Adek?" tanya Lestari memastikan.


"Iya, tadi kirim pesan katanya jangan lama pulang kalau ngga nanti Abang ikut nyusul kesini." Jawab Jenna sembari tersenyum jahil


Mendengar pesan dari sang putra yang mengatakan akan menyusul kemari andai mereka lama pulang, tiba-tiba ide jahil muncul di otak Lestari.


"Adek bilang ajah ke Abang kalau kita akan lama pulang atau mungkin menginap di hotel milik teman Mama." Titah wanita itu seraya tersenyum penuh arti


"Jangan aneh-aneh deh, Mah. Nanti Abang marah loh." Ucap Jenna mengingatkan


"Sudah aman, biar Mama yang atur semuanya. Adek cuma duduk manis dan melihat pertunjukkan yang menarik malam ini, biar pestanya lebih meriah."

__ADS_1


Lestari begitu antusias ingin menjadikan sang putra bahan kejahilannya.


Jenna hanya menatap pasrah saat dia akan di jadikan pemeran utama dalam kesenangan sang Mama.


"Untung sayang, kalau ngga mungkin sudah lama Jenna tinggal." Gumam gadis manis itu seraya memperhatikan area sekitar


Jemari lentiknya kembali mencari kontak sang Abang untuk mengirim pesan.


#Room Chat


To : ๐Ÿค‘Beruang Kutub


[Abang, tadi Mama bilang malam ini bakal pulang malam banget. Atau mungkin kita akan nginap di hotel milik teman Mama]


Pesan langsung terkirim di nomor Aksa yang ternyata dengan cepat sudah di baca pria tampan itu.


.


.


.


#Di Rumah


Aksa yang kebetulan baru mendapat balasan pesan dari gadis pemilik hatinya itu hampir saja terjatuh dari atas pinggiran dinding balkon andai tidak cepat berpegangan pada tiang besar di sampingnya.


"Mama benar-benar ngga waras."


Teriaknya frustasi berjalan cepat menuju kamar, langsung menyambar jaket hitam dan kunci mobil yang terletak di atas tempat tidur.


Bukan Aksa namanya bila tidak akan bertindak sangat posesif terhadap kedua bidadari yang sangat di cintainya itu.

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2