Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 26 ~ Kamu Cemburu


__ADS_3

"Siapa dia, Abang?" tanya Jenna datar masih menatap tajam penuh permusuhan ke arah wanita cantik yang sedari tadi hanya diam namun tatapan matanya tertuju pada Aksa.


Gadis manis itu kesal setengah mati begitu membenci ada orang lain mengikuti panggilannya pada Aksa.


Merasa tidak ada jawaban dari pria tampan itu membuat Jenna sontak menoleh ke arah belakang Mama Lestari, terlihat jelas Aksa berusaha mati-matian agar tawanya tidak pecah.


Kedua tangan Jenna mengepal kuat menahan geram juga rasa kesal yang menyelimuti hatinya.


Menarik, kamu ingin bermain-main dengan ku, Tuan muda Adhitama? Bathin gadis manis itu tersenyum sinis


Tatapan matanya kembali mengarah pada wanita itu, ada rasa cemburu memenuhi akal sehatnya.


"Untuk apa lagi anda masih di sini? Bukankah urusan kalian sudah selesai?" Jenna tidak suka hari baiknya hancur berantakan hanya karena orang asing.


Terlihat wanita itu menoleh ke arah Mama Lestari seperti meminta pertolongan dan tentu Jenna tidak akan tinggal diam.


"Untuk apa melihat Mama dengan wajah memelas dan di buat-buat seperti itu? Astaga ... Ternyata jaman sekarang masih ada wanita yang di depan pura-pura baik tapi di belakang sangat naif. Cih," desisnya tidak suka.


Perbuatan Jenna yang suka sembarangan berbicara dengan mengeluarkan kata-kata menyakiti perasaan orang lain ternyata di dengar oleh Amira dan beberapa teman mahasiswi lainnya.


Mereka tidak sengaja ikut menyaksikan keributan di Restaurant sebab niat awal Amira dan teman-temannya kesana sejujurnya karena ingin makan siang bersama.


"Loh, itu kan ..." Amira menggantung ucapannya menyadari sosok yang di kenalnya juga berada di sana.


Mata gadis itu membulat sempurna kala melihat wajah cantik milik wanita yang tanpa sengaja di lihatnya merupakan sosok yang begitu familiar.


"Astaga ... untuk apa Bibi kecil datang kemari?" betapa kagetnya Amira setelah sadar ternyata yang di lihatnya merupakan kakak kandung sang Mama.

__ADS_1


Yang membuat Amira keheranan mengapa Bibi kecilnya itu bisa sampai disini? Sedangkan Papa dan Mamanya tidak memberitahu perihal kepulangan wanita cantik itu padanya.


"Bukankah dua hari lalu Bibi kecil masih mengabari ku dan mengatakan dia lagi di LN?" gumamnya pelan seraya matanya begitu fokus memperhatikan apa yang di lakukan kakak kandung dari Mamanya itu.


"Bukan pulang untuk mengganggu Jenna lagi kan?" monolognya terus berbicara sendiri.


Tidak mau menerka-nerka membuat Amira lebih baik segera membawa teman-temannya masuk ke dalam Restaurant karena makan siang sudah lewat.


.


.


Aksa ketahuan bersembunyi di balik punggung sang Mama yang masih duduk diam tanpa melerai putri angkatnya dan wanita cantik itu masih berdebat masalah tidak penting.


Kepala Lestari serasa mau pecah menyadari kedatangan adik kandung dari sahabatnya itu ternyata sengaja ingin mencari gara-gara pada Jenna.


Si gadis manis yang masih saja bertingkah lucu dan menggemaskan karena setiap kali dia mengoceh terlihat imut di mata wanita itu.


Langkah kaki gadis itu setengah berlari seraya menggandeng tangan Aksa.


"Eeh, Abang mau di bawa kemana itu?" teriak keras Andin tidak kuat lagi menahan tawanya.


"Kak Tari, kok bisa ya calon istri Abang imut begitu?" betapa senangnya wanita itu menjahili gadis manis Aksa.


"Jangan suka usil, An." Mama Lestari menghela nafas pelan seraya bangkit dari tempat duduk di ikuti Andin yang mengekor di belakang


Mereka akan pulang ke rumah, karena urusan bertemu Aksa sudah selesai.

__ADS_1


Sementara, di dalam mobil yang dikemudikan Paman sopir mendadak horor penuh aura dingin yang mencekam.


Sejak masuk mobil, sedikit pun Jenna tidak berbicara pada Aksa.


Hal itu membuat Paman sopir merasa heran, karena baru kali ini melihat Tuan dan Nona muda kesayangan Nyonya besarnya tersebut hanya diam-diaman.


"Tuan dan Nona muda tidak ingin mampir ke supermarket sebentar?" tanya pria tua itu memecah keheningan.


"Tidak Paman," sahut Aksa datar tanpa ekpresi.


"Bukannya ..."


"Nggak ada yang mau Jenna beli Paman, lagi pula sekarang bukan Jenna lagi yang di utamakan orang itu." Lidah Jenna mendadak sulit menyebut Aksa dengan panggilan Abang


Rasanya tidak sudi mengetahui ada wanita lain yang memanggil pria tampan itu sebagaimana yang Jenna lakukan.


"Maksud Nona siapa?" bingung Paman sopir.


"Orang itu yang lagi duduk termenung, mungkin lagi mikirin Kakak cantik di Restaurant tadi." Jawab gadis manis itu kesal langsung memukul kuat lengan sang Abang hingga mengundang gelak tawa pria tampan itu


Perut dan lengan Aksa tidak luput dari cubitan tangan mungil milik gadis manis yang kelihatan sangat cemburu.


"Ya ampun sayang, sakit ..." kekeh Aksa secepat kilat menahan kedua tangan Jenna untuk ia genggam.


"Lepasin!" sentak gadis itu mendadak jantungnya berdetak sangat kencang.


Kedua pipi dan kening Jenna tidak luput dari sasaran ciuman Aksa.

__ADS_1


"Kamu cemburu sayang?"


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2