Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 29 ~ Calon Menantu Adhitama


__ADS_3

Tanpa ijin terlebih dahulu, Aksa masuk dengan santainya ke dalam kamar milik Jenna.


Setelah apa yang lima menit lalu pria tampan itu lakukan nyaris membuat Jenna berteriak seakan lupa dan mendadak tuli.


"Jangan teriak Raa, atau Abang nekat cium bibir kamu yang suka berkata hal menyakitkan hati Abang."


Seketika mulut Jenna bungkam tanpa suara mendengar nada ancaman tidak main-main dari sang Abang.


"Duduk sini," pinta Aksa lembut dengan cepat di iyakan gadis itu.


Mereka duduk di sofa panjang yang menjadi tempat Jenna tidur beberapa waktu lalu.


"Abang mau ngomong sebentar," Aksa menatap ke arah samping dimana Jenna berada.


"Soal apa?" tanya gadis itu penasaran.


Jantungnya berdetak kencang menyadari tatapan mata Aksa begitu intens dan teduh.


"Abang tahu, kamu belum terbiasa dengan keluarga besar Abang. Tapi Abang juga bingung harus bagaimana kalau sampai Mama kecewa tahu kamu tidak suka mereka datang."


Aksa benar-benar bingung bagaimana menjelaskannya pada gadis manis kesayangannya itu.


"Jadi Abang ikut nyalahin Jenna karena masalah ini?"


"Bukan itu sayang," jawab Aksa meraih tangan Jenna yang hendak berdiri.


"Dengarin Abang selesai bicara dulu kenapa susah banget sih, Aira ..." kesalnya mulai frustasi sendiri antara bingung dan takut perkataannya bisa saja menyakiti hati gadis manisnya itu.

__ADS_1


Jenna yang malas berdebat pada akhirnya kembali duduk.


"Ya udah, Jenna ngga kemana-mana," senyum manisnya terukir indah.


"Abang tambah ganteng tahu kalau lagi kesal begitu," kekeh Jenna langsung berhambur ke dalam pelukan sang Abang.


"Jangan nakal sayang," tegur Aksa merasakan sakit bahu kirinya di gigit lumayan kuat.


Selang beberapa menit pria itu akhurnya mulai bercerita perihal kedatangan keluarga besarnya yang sama sekali tidak di ketahui oleh Jenna sendiri.


Aksa juga mengatakan semua yang di inginkan kedua orang tuanya berharap gadis itu tidak langsung menolak tanpa memberinya kesempatan.


"Mama ngomong gitu sama Abang?" tanya Jenna sedikit syok mengetahui niat Mama Lestari.


Aksa menganggukkan kepalanya bersiap tanggapan apa yang Jenna berikan setelahnya, sedikit takut bagaimana bila gadis itu justru marah.


Akan tetapi, dugaannya salah tidak seperti apa yang ada dalam pikirannya.


Kakinya melangkah pelan menuju lemari pakaian.


"Memangnya kenapa harus nunggu di luar?" tanya balik Aksa.


"Katanya mau ketemu keluarga besar Abang, kan?" pria tampan itu mengangguk.


"Ya udah tunggu di luar kamar! Jenna mandi dulu gerah," belum sempat Aksa menjawab gadis itu sudah menghilang masuk ke dalam kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian, Jenna keluar dari kamar lengkap dengan dress selutut warna biru muda yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.

__ADS_1


"Mingkem, Bang." Tegur Jenna menyadari Aksa melihatnya dengan mulut yang sedikit terbuka


"Cantik," gumam pria tampan itu masih bisa di dengar Jenna.


Keduanya langsung berjalan turun ke lantai bawah menggunakan lift, sebab Jenna tidak ingin semua orang menatapnya ketika turun menggunakan tangga.


.


.


Tring


Aksa keluar lebih dulu di ikuti Jenna yang mengekor di belakang.


Suara keributan sudah terdengar dari ruang tengah, beberapa di antara keluarga besar Adhitama sibuk menata makanan di ruang makan.


Mereka saling berbisik melihat Aksa datang bersama seorang gadis cantik kesayangan Mama Lestari dan Papa Abyan.


"Wah, coba lihat Tuan muda tampan Lestari dan Abyan lagi gandeng siapa tuh?"


"Perpaduan manis dan cantik bikin yang melihatnya tidak bosan."


"Kalau di jodohin sama anak aku kira-kira mau ngga ya."


Beberapa di antara mereka begitu senang menggoda Jenna, bisa di pastikan sudah semerah apa wajahnya yang bersembunyi di balik punggung lebar Aksa.


Mama Lestari berjalan cepat ke arah putra dan putrinya dengan tatapan mata tidak suka kedua anaknya di jadikan objek candaan.

__ADS_1


"Jangan coba-coba ada yang menyentuh calon menantu Adhitama kesayangan ku."


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2