Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 60 ~ Ada Seorang Gadis Cantik


__ADS_3

#Enam bulan kemudian


Singkat cerita.


Selama enam bulan kemarin, baik Aksa maupun Jenna di sibukkan dengan kegiatan di kampus.


Jenna yang begitu sibuk mengurus sikripsi dan lainnya agar tahun depan bisa ikut wisuda tanpa tertunda lagi, terkadang hanya akan bertemu Aksa bila ada yang perlu atau bertemu situasi genting.


Sedangkan Aksa sendiri memilih fokus untuk membantu beberapa dosen yang tidak kalah sibuknya mempersiapkan ujian skripsi untuk mahasiswa mahasiswi semester akhir.


Tidak ada yang sulit, melainkan justru mereka sangat bangga memiliki anak didik yang kepintarannya melebihi di atas rata-rata, terutama si gadis manis kesayangan Aksa.


Minggu lalu semua anggota keluarga besar Adhitama sudah membicarakan kembali mengenai keberangkatan Aksa bersama calon istrinya keluar negri.


Lestari maupun Abyan tidak ada yang berbicara jujur soal tujuan kepergian kedua anak mereka selain hanya mengatakan ingin berlibur sebelum Jenna menghadapi ujian skripsi tahun depan.


Dan disini lah mereka sekarang, berada di bandara, menunggu pesawat yang tinggal beberapa menit lagi akan berangkat membawa pergi Aksa dan Jenna.


Sebagian anggota keluarga Adhitama sudah pulang setelah acara pertunangan pasangan kekasih itu selesai.

__ADS_1


Namun tidak dengan Tuan besar Hansen bersama istri tercintanya yang masih bertahan sampai hari ini.


Mereka ingin melihat sang cucu dan calon cucu menantu sebelum naik pesawat.


"Kabari kami jika kalian sudah tiba di sana," pesan pria baya itu pada cucu bungsu kesayangannya tersebut.


"Siap Kakek," seru Aksa memeluk erat Tuan Hansen.


"Tidak bisakah kalian ikut bersama kami?" rengek Jenna masih betah memeluk erat Mama Lestari sedari mereka sampai di bandara.


Wanita cantik yang begitu menyayangi putri angkatnya itu hanya tertawa geli melihat kelakuan manja sang putri yang begitu berat melepaskan pelukannya.


"Kalau Mama ikut Adek, nanti yang jagain Papa siapa dong? Kan, ngga mungkin Mama pergi terus Papa tinggal di rumah." Jawab Lestari seraya mencium seluruh wajah gadis manis itu penuh kasih sayang


Jenna meenganggukkan kepala lemas, beralih memeluk Abyan dan kembali merengek berharap sang Papa memahaminya.


Akan tetapi, pikirannya salah besar setelah pria tampan itu memberikan jawaban sama persis dengan Mama Lestari.


"Papa sibuk banget ya?" tanya Jenna menatap sendu wajah Abyan yang tersenyum hangat.

__ADS_1


Sejujurnya pria itu sangat khawatir membiarkan kedua anaknya pergi keluar negri tanpa mereka, tetapi apa boleh buat. Pekerjaan di kantor tidak mungkin ia tinggalkan begitu saja, apalagi sampai menyerahkan semuanya pada sang Asisten dan Sekertaris nya.


"Jaga diri baik-baik," hanya itu yang bisa Abyan katakan.


Jenna cemberut segera melepaskan pelukannya dari pria itu.


"Tapi janji Papa dan Mama tetap datang kan?" tanyanya dengan perasaan campur aduk.


Belum juga berangkat, tetapi gadis itu seakan tidak rela bila harus lama berpisah jauh dengan kedua orang tua angkatnya, lebih tepatnya calon mertua.


"Sini, peluk Abang ajah." Kekeh Aksa gemas langsung meraih tubuh langsing calon istrinya agar masuk ke dalam pelukan.


"Abang yakin cuma kita berdua ajah yang pergi?" bisik Jenna menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik pria tampan itu


"Hmm, tunggu sampai kerjaan Papa selesai baru boleh pergi." Jawab Aksa seadanya


Gadis manis itu mengangguk pelan hanya bisa pasrah dengan keadaan hatinya yang begitu sulit di ajak kompromi.


Sedetik kemudian pertanyaan yang keluar dari bibir mungilnya sontak membuat semuanya terkejut bukan main.

__ADS_1


"Oh iya, kemarin ada seorang gadis cantik menemui Jenna. Katanya dia kenal dekat sama Abang, benar begitu?"


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2