
Jenna yang ikut mendengar teriakan nyaring dari sahabatnya langsung memicingkan mata sebagai tanda protes.
Astaga nih anak, kenapa ngga bisa diam sih? Dalam hati berbicara.
Lain hal dengan Jenna yang seakan tidak menyukai Amira berkata seperti itu, berbeda dengan Aksa yang terlihat biasa saja.
"Senyum sayang, entar cantiknya berkurang!" bisiknya pelan membuat Jenna langsung mengalihkan tatapan mata tajam ke arahnya.
"Eh, Abang salah lagi ya?" kekeh Aksa menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
Niat pria tampan itu hanya ingin menenangkan gadis manis kesayangannya, namun sepertinya ia salah langkah.
Melihat raut wajah datar Jenna tanpa di hiasi senyuman di jadikan kesempatan Aksa untuk mencuri kecupan di pipi.
CUP
"Abang sayang kamu ..." bisiknya membuat seulas senyum begitu manis langsung menghiasi wajah cantik Jenna.
Terlihat jelas semburat merah di kedua pipi gadis manis itu, antara malu dan bahagia mendapat perlakuan manis dari Aksa.
Sorakan dari semua tamu undangan terutama keluarga besar Adhitama terdengar jelas, tidak heran bahkan ada di antara mereka yang sengaja ikut mengambil foto atau vidio ketika Aksa mengecup singkat sebelah pipi Jenna.
__ADS_1
Tangis haru tidak dapat lagi di bendung Lestari dan Abyan, tidak akan ada yang mengira dibalik kebahagiaan kedua anak mereka sekarang yang melangsungkan acara pertunangan justru menyimpan kesedihan dibaliknya.
Abyan memeluk erat sang istri tercinta memberi kekuatan agar wanita cantik itu jangan sampai tangisannya pecah, apa yang akan dikatakan semua anggota keluarganya nanti?
"Mama adalah sosok ibu yang hebat, Papa harap Mama dapat menahannya. Kali ini saja, hmm?" bisiknya pelan sembari mencium pucuk kepala sang istri.
Hatinya juga ikut merasakan sakit yang sama dengan Lestari, tetapi sebisa mungkin berusaha menahannya.
"Papa tahu kan, apa yang dokter keluarga kita katakan waktu itu?" tanya Lestari lirih menatap wajah tampan suaminya.
"Besar kemungkinan untuk Abang sembuh total sangat kecil, resiko dari operasinya bisa saja berakhir koma atau lupa ingatan."
"Ssht, Mama harus yakin Abang pasti bisa sembuh total. Mengenai akan seperti apa hasil akhirnya kita serahkan pada sang pencipta, sebagai orang tua tugas kita adalah mendoakan kesembuhan Abang."
"Kenapa dengan kalian, hmm?" tanya Nyonya besar Adhitama pada Lestari.
"Sebentar lagi acara pemasangan cincin tunangan dimulai, kita pindah kedepan!" tambahnya langsung menarik lengan sang menantu.
Semua pihak yang begitu tidak sabarnya menantikan Aksa dan Jenna saling memasangkan cincin di jari mereka begitu antusias.
Amira datang membawakan baki yang di atasnya terdapat sepasang cincin tunangan yang indah dan pastinya sangat mahal harganya.
__ADS_1
"Gue ajah yang bantu pasangin ya?" kekehnya langsung mendapat tatapan tajam dari Jenna.
MC sudah berbicara panjang lebar sebelum momen yang ditunggu-tunggu sedari tadi akan di mulai.
Setelah semuanya selesai akhirnya kedua insan tersebut mulai bergantian memasangkan cincin di jari manis masing-masing.
Tepukan tangan dari semua orang semakin kuat ketika Aksa dengan berani mencium lama kening serta hidung Jenna secara bergantian.
"Bibir juga dong Kak Aksa, masa cuma kening sama hidung ajah sih?" protes Amira merasa tidak puas harapannya untuk melihat ciuman yang lebih tidak terkabul.
"Aku sumpal pakai mic baru tahu," sahut Jenna memberi ancaman dengan kedua mata sudah melotot.
Aksa tertawa geli menyaksikan perdebatan kecil antara kedua gadis itu, rasa bahagia tergambar jelas di wajah tampannya namun sesekali menahan sakit di kepala.
Seketika pandangan mata pria tampan itu langsung tertuju pada sosok gadis cantik dengan balutan dres warna merah menyala tengah berdiri tegak tidak jauh dari tamu undangan.
"Bukankah dia ..." Aksa berusaha menajamkan penglihatannya.
Terlihat kedua mata gadis itu sudah mengeluarkan air mata seraya menggeleng pelan terus menatap dalam ke arahnya.
Apa yang membuatnya berada disini setelah enam tahun lamanya mereka tidak lagi saling komunikasi.
__ADS_1
"Ngga mungkin, aku telat selangkah dari seorang gadis yang statusnya jelas berbeda jauh dariku, kenapa kamu tega menyakiti hatiku ... Kak Aksa?"
🍃🍃🍃🍃🍃