Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 44 ~ Mama Belum Ngomong


__ADS_3

Jenna yang baru turun dari lantai atas hendak ke ruang tengah siapa sangka justru mendengar pria tampan kesayangannya itu berbicara sendiri.


Kedua bola matanya langsung membulat sempurna kala tidak sengaja di dengarnya satu kata ambigu terucap dari bibir Aksa tanpa pikir panjang.


"Abang ngomong apa barusan?" tanya Jenna penuh selidik.


Mata indahnya yang selalu meneduhkan hati semua orang kini berubah tajam menatap Aksa yang cekikikan karena malu.


"Maaf. Lagian cuma salah katanya doang loh, Dek," jawab Aksa tertawa geli.


Betapa malunya pria tampan itu ketahuan berbicara sendiri, bahkan ia sendiri lupa pesan apa yang sang Mama katakan padanya.


Aksa coba mengingatnya kembali berharap sedikit saja yang terlintas di otaknya, sedetik kemudian tubuhnya langsung menegang duduk terdiam kaku tidak berani menoleh ke arah Jenna.


Entah gadis manis itu sudah mendengar semua perkataannya barusan atau hanya satu kata itu saja.


Jenna yang menyadari sang Abang seperti mencuri-curi pandang untuk melihatnya ikut duduk saling berhadapan dengan meja makan sebagai pembatas.


"Benar yang Abang katakan itu?" tanyanya langsung pada intinya.


"Ngga usah mengelak lagi, Jenna udah mendengar semuanya termasuk acara pertunangan." Tambahnya masih setia meminta sebuah penjelasan dari Aksa


Apa secepat itu rencana yang sengaja belum Mama Lestari beri tahu pada putri angkatnya sudah ketahuan?

__ADS_1


"Jangan tanya ke Abang, kalau kamu ingin tahu lebih detailnya langsung ke Mama ajah."


Aksa menjawab pelan namun sorot matanya menatap ke tempat lain.


"Jenna di sini, Abang. Bukan di sebelah sana," kesal gadis manis itu tidak terima ketika Aksa menjawab bukan melihat ke arahnya.


"Kalau Abang ngga kasih tahu sekarang juga, mulai besok kita ke kampus perginya sendiri sendiri," lanjutnya setengah mengancam.


Jenna sangat yakin ancamannya barusan berhasil membuat Aksa tidak berkutik, mana mungkin pria tampan itu membiarkannya berangkat sendirian ke kampus.


Aksa yang merasa terpojok mau tidak mau akhirnya menceritakan semua yang Mama Lestari katakan padanya tanpa ada satu kata terlupakan.


"Udah semuanya, intinya Mama tadi ngomong kalau minggu depan acaranya sudah pasti dan tidak mungkin bisa dirubah lagi." Ucapnya menjelaskan


"Hmm, sebaiknya kamu temui Mama biar lebih tahu kejelasan mengenai acaranya." Jawab Aksa seraya bangkit dari tempat duduk


"Abang mau kemana?"


"Masuk kamar, udah kenyang. Abang juga ngantuk mau istirahat sebentar, kamu sendiri mau ngapain?" tanya Aksa balik.


"Ke ruang tengah ambil buku, tadi lupa bawah ke atas."


Tanpa menunggu pria tampan itu menjawab, Jenna sudah berjalan keluar dari ruang makan menuju ruang tengah.

__ADS_1


Aksa memilih berjalan menuju lift, ia ingin segera merebahkan tubuhnya ke tempat tidur saking lelahnya.


.


.


#Dalam Kamar


Lestari yang belum lama masuk ke dalam kamar langsung di kejutkan oleh kedatangan suaminya dari arah balkon.


"Papa ngapain di sana?" tanyanya heran melihat Abyan berjalan masuk sambil tersenyum.


"Mereka katanya mau kesini lagi," jawab Abyan santai tanpa menoleh ke arah istrinya yang masih menatapnya bingung.


"Maksudnya?" Lestari yang sukses di buat penasaran segera mendekat ke arah suaminya.


Kini keduanya sudah duduk saling berhadapan dengan Abyan duduk di sisi tempat tidur.


"Kata Mama kan, minggu depan acara pertunangan Abang dan Jenna harus segera di laksanakan. Jadi Papa sekalian mengabari mereka biar pada tahu," jelas Abyan.


"Ya, tapi ngga harus tiba-tiba juga dong Pah. Mana bisa langsung kasih kabar ke mereka sementara Jenna yang harusnya lebih dulu di beritahu sampai sekarang Mama belum ngomong."


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2