
" Yongki?" Lirih Yumna.
Yumna melihat Yongki batal memasuki kafe zentop, setelah matanya menangkap sosok Yumna.
" Hei, bukannya itu yongki, kenapa dia pergi?." kekepoan liza, saat Yumna duduk di hadapan nya.
" Iya kenapa dia tidak jadi masuk?, kenapa jadi pergi?". imbuh Wulan.
" Apa kalian bertengkar?". Ucap Novi, sungguh kekompakan ke'kepo'an yang hakiki.
" Aku sudah putus dihari dimana aku akan berangkat ke Bali." ucap Yumna sambil bersiap menutup kedua telinga nya.
" Ooohhh". Ketiga nya menjawap bersama.
Dan...
Satu....
Dua....
Tigaaa....
" APAAAAAAAA......!!!"
Yumna menutup muka, bagaimana tidak. Ketiga curut itu, membuat mereka jadi pusat perhatian. Tak terkecuali Intan dan Rimba. Yumna memiringkan satu telunjuk di dahi, seakan menjawap tatapan Rimba, yang seolah bertanya 'ada apa?'.
" Sttttt, bisakah Kalian tidak berteriak, memang nya ini kafe punya nenek moyangmu?". Ucap Yumna dengan tatapan membunuh.
" Kau tidak tau?, ini memang kafe nenek moyangku". Liza dengan gaya alay.
" Nenek moyang hongkong." Protes Wulan, yang tak terima Liza mengaku ngaku sebagai cucu dari nenek moyang pemilik kafe.
Pesanan pun datang, dan sudah tertata di meja. Mereka pun menikmati hidangan sambil sesekali bersenda gurau.
Menggosip sana sini, dari sabang sampai merauke. Hingga waktu 2 jam berlalu dengan sangat cepat. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke tempat wisata kolam renang, yang terbaik di kota tersebut.
................
" Sudah satu tahun aku tidak kemari, tempat ini masih sama. Tidak ada yang berubah." ucap Yumna sambil berjalan memasuki wisata kolam renang menggandeng Novi.
" Memangnya kau mau berubah seperti apa?, berubah jadi taman power ranger? ". Liza menerobos tangan Novi dan Yumna, berlalu meninggalkan keduanya untuk mengantri tiket masuk.
" Bagaimana kalau kita bersantai disana?, atau kalian ingin mandi?. Ah, aku sungguh ingin. Tapi tidak membawa baju ganti." celetuk Wulan, saat mereka sudah masuk ke dalam wisata.
" Pakai saja baju itu, setelah berenang kita berjemur seperti ikan asin." Oceh Yumna sambil tertawa.
" Hei, yo kita main ayunan dulu." Liza berlari layaknya anak anak yang sudah tak sabar bermain ayunan.
" Hati hati. Ingat kamu sedang hamil." Teriak Wulan.
" Kita duduk di ayunan itu saja." Novi menarik lengan Yumna.
" Hei, kalian meninggalkan aku." Wulan berlari mengejar ketiga teman nya sambil memasang muka kusut.
__ADS_1
Novi dan Yumna, duduk di ayunan dengan tempat duduk yang berhadapan. Sedang Liza dan Wulan, menaiki ayunan single.
" Apa rencana mu sekarang?" tanya Novi.
" Entahlah, mungkin aku akan kerja di bali atau jakarta." ucap Yumna sambil bersandar, dan memejamkan mata.
" Jakarta?, ke tempat abang tiri mu?."
" Ya, ayah selalu menyuruhku kesana. Kau sendiri setelah ini ke Lombok?".
" Tidak, aku sudah dipindahkan ke cabang Bali. Mereka hanya memberiku cuti 3 hari." timpal Novi.
" Wah, jahat sekali mereka ya." sinis Yumna.
" Namanya juga karyawan, coba jadi bos, haaa.... aku bisa kemana saja sesuka ku." kekeh Novi.
" Ohya, temanku meminta di carikan kenalan wanita, apa kau mau?, Dia tampan menurutku, putih dan unyu unyu." sambung Novi.
" Kenapa tidak dengan kau saja?." Ketus Yumna.
" Aku sudah punya pacar, hehe. Senior ku ditempat kerja." Novi menjawap dengan muka dan suara centil.
" Oh ASTAGA...!!".
" Jadi temanku ini sudah tidak jomblo. Hahahahahahahah" Yumna mengejek Novi, pasal nya dari dulu Novi sendiri lah yang jomblo. Dan sekarang justru Yumna yang jomblo.
" Dia bukan temanku sih, lebih tepatnya pelanggan. Pelanggan yang sering membeli r*kok. Kebetulan setiap dia belanja, selalu saat jam kerja ku di meja kasir." Terang Novi.
" Siapa namanya?." jiwa kepo Yumna meronta ronta.
" Gilang. Tinggi standar, kulit putih. Muka....., lumayan lah."
" Ayo kita berenang. Rasa panas membuat ku ingin berendam." ucap Yumna sambil berlalu.
" Hei bagaimana?, apa kau mau?." tanya Novi.
" Terserah kau saja."
...****************...
Satu tahun kemudian...
" Hei bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Galang ?." Tanya Novi, saat melihat Yumna masuk sambil memainkan ponsel.
" Entahlah, dia hilang seperti hantu. Hahaha, tidak ada angin tidak ada badai. Tiba tiba nomerku di blok." ucap Yumna sambil menutup pintu kamar.
Ya Novi dan Yumna resmi jadi PENGACARA (pengganguran banyak acara) sejati, sejak 6 bulan lalu. Selain belum mendapatkan pekerjaan, mereka juga kerap menghabiskan waktu bersama guna mengusir rasa bosan dengan menginap dirumah Yumna atau sebaliknya.
Sesekali mereka jalan jalan ke luar kota hanya untuk menghilangkan jenuh dan stress karena roda kehidupan yang belum berputar.
" Eh aku ingat, waktu itu Galang mengirimi ku pesan, dan meminta nomer ponselmu. Hehehe, maaf aku lupa memberi tahu mu, karena ponselku rusak." ucap Novi sambil mengangkat dua jari di kepala. Tak lupa dengan muka sok cute.
" wah, benarkan?"
__ADS_1
" hmmm, benar. Kalau saja kita bisa membobol file di HP ku, mungkin saja kita bisa menemukan pesan dari galang." ucap Novi sambil membolak-balik kan ponsel yang sudah mati.
" Seperti nya aku bisa. Kemari kan laptopku" jawap Yumna sambil tersenyum smirk.
" Memang kau bisa?." tanya Novi sambil menyerahkan laptop.
" Tentu saja, kau meragukan ku rupa nya, tunggu saja."
Yumna mulai terlihat serius berkutat dengan laptop nya, menghubungkan memori ponsel Novi ke laptop.
Hingga...
" Lihatlah, itu riwayat pesan ponselmu." Ucap Yumna sambil menunjuk ke arah layar laptop.
" Wah kau benar, padahal pesan ini dari satu tahun lalu."
" Kau memang tidak pernah menghapus pesan. Pantas saja ponselmu cepat rusak. Seperti nya ponselmu sudah lelah menyimpan semua pesan un faedah untukmu, hahaha." Yumna tertawa renyah.
" Sudah lah, jangan mengejekku terus, sekarang bantu aku mencari nomer ponsel Galang, kau juga ingin berhubungan lagi dengan nya kan?." Ucap Novi menggoda.
" Baik lah baiklah." Yumna tersipu.
Kemudian mereka fokus membuka pesan secara acak dari layar laptop.
" Berhenti... Berhenti. Seperti nya itu." Tunjuk Novi.
" Wah, benar. Cepat catat nomer nya. Mana ponsel ku mana ponsel ku." Ucap Yumna antusias. Yumna sebenarnya juga masih penasaran dengan sosok Galang.
Setelah menyalin nomer ponsel, senyum mengambang di bibir Yumna seketika hilang. Bagaimana tidak, nomer nya sudah tidak dapat di hubungi lagi.
" Yah, mungkin dia sudah berganti nomer." Ucap Novi, saat mendengar suara dari operator ponsel.
" hmm, seperti nya begitu." ucap Yumna lesu.
" Mbak Maya, ah iya Mbak Maya pasti punya nomor Galang. Karena dulu Galang mendekati Mbak Maya, hanya tidak mendapat respon yang baik." ucap Novi
" Kita hanya perlu mencari nomor Mbak Maya, terakhir aku berhubungan dengannya sekitar satu minggu yang lalu." imbuh Novi.
Pencarian dilanjutkan.....
Jika jodoh pasti akan ada jalannya. Batin Yumna.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1