Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Ternyata Oh ternyata


__ADS_3

" Memangnya kenapa ?" ucap Yumna dan Ibu secara bersama.


" Karena Abah Sani punya sesuatu yang bisa membuat kita membatalkan perjalanan. Dan membuat kita selama nya ada disni." bisik Anik pada kakak dan keponakan nya.


" Dari mana kau tahu?" Tanya Aisyah.


" Almarhum kan mau diajak ke Kalimantan setelah meminum minuman yang dibawa Arum. Padahal sejak awal Almarhum ingin tetap tinggal di tanggul." Ucap Anik.


" Bagaimana dengan kakek?, Bukankah seharusnya Kakek bisa tahu jika almarhum kena jampi jampi?" Tanya Yumna.


" Ayah seperti juga kena. Mangkanya Ayah hanya menjawab iya iya saja." Ucap Anik.


" Jika kita kembali ke Jawa. Bagaimana dengan kakek. Apa kakek bisa menerimanya?" Ucap Yumna lagi.


" Aku yang akan bicara nanti." ucap Ibu sambil berlalu meninggalkan adik dan anak nya.


" Baiklah, kalau begitu aku akan kembali bekerja, jam istirahatku sudah habis." Yumna melirik jam, dan bergegas meninggalkan rumah menuju tempat kerja nya. Awalnya dia pulang karena ingin makan mie instan. Tapi percakapan tadi membuat nya merasa kenyang.


Setelah percakapan rahasia hari itu, ketiga nya mulai sibuk.


Ibu dan Bibi Yumna, sibuk mengurus surat pindah sekolah Arumi dan Fahri, anak Bibi Anik. Dan juga menjual beberapa perhiasan yang dimiliki Ibu.


Sedangkan Yumna, diwaktu senggang saat bekerja, menyempatkan diri mencari tiket termurah tujuan Samarinda - Surabaya.


" Kenapa harga tiket sangat mahaL?, apa tidak ada yang di bawah 2juta??". gumam Yumna saat menatap harga tiket lewat situs online.


Yumba lalu mengambil ponsel, menekan nomor yang tertera di halaman resmi pemesanan tiket online. Saat Yumna berhasil menemukan harga tiket dengan harga miring.


" Halo, selamat siang. Dengan agen perjalanan. Ada yang bisa dibantu?" suara wanita disebrang sana.


" Siang, saya ingin bertanya harga tiket pesawat tujuan Samarinda-Surabaya."


" Sebelumnya dengan siapa saya berbicara?"


" Yumna."


" Baik mbak Yumna, untuk keberangkatan hari dan tanggal berapa?"


" Saya mencari tiket dengan harga termurah. Untuk hari nya bebas, yang penting harga tiketnya terjangkau." ucap Yumna yang tak ingin berbasa-basi.


" Untuk berapa orang?"


" Empat orang."


" Baik, mohon menunggu, akan kami cek."


1 detik


2 detik


3 detik


" Hallo mbak Yumna."


" Iya, bagaimana ?"


" Harga tiket termurah satu juta tujuh ratus ribu rupiah, untuk 3 hari kedepan."

__ADS_1


" Saya ambil tiket untuk hari itu."


" Baik silahkan kirim alamat sesuai format bla bla bla bla bla bla bla, ke nomer 08xxxxxxx."


" Baik, terima kasih."


" Terima kasih kembali. Semoga hari anda menyenangkan."


Setelah waktu kerja selesai, Yumna bergegas pulang, dan memberitahukan perihal tiket yang sudah dia pesan.


Mereka sangat antusias. Dan berencana memberi tahu keputusannya untuk kembali ke jawa hari H. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.


Hari berpamitan pun tiba, setelah Yumna menemukan alasannya yang tepat untuk berhenti kepada Pak Zaki, Dia pun bergegas pulang ke rumah.


Sesampai dirumah, dilihatnya Ibu dan kedua saudara nya sedang berbincang bincang.


" Arum, kami akan kembali ke jawa besok" Ibu memulai pembicaraan.


" Kenapa mendadak?, apa kalian tidak menghargai aku sebagai saudara?, bagaimana dengan Ayah?, apa kalian tega meninggalkannya." Tangis adik kedua ibuku itu pun pecah.


" Ini juga kemauan Ayah, untuk kembali ke jawa." Anik menimpali ucapan kakak nya.


"-------"


"-----"


"-------"


...


..


.


Ibu Arum mengantar mereka ke jalan depan rumah. Dimana mobil travel yang akan mengantarkan mereka ke bandara sudah menunggu.


" Hati hati dijalan, maafkan aku jika selama kalian disini aku berbuat salah." Ibu Arum mulai memeluk adik dan kakak nya.


" Kau jaga diri baik baik." ucap Ibu seraya melepas pelukannya dan masuk ke mobil.


Yumba dan keluarga nya pun melambaikan tangan ke arah Ibu Arum yang masih terisak. Hingga mobil melaju meninggalkan kota Samarinda menuju bandara.


" Setelah ini kita akan tinggal dimana?" tanya Yumna saat semua nya menunggu pesawat yang akan mereka naikin tiba.


" Kita akan tinggal dirumah suamiku, tapi maaf, tidak akan ada apa-apa disana. Aku benar benar akan memulai semua dari nol." ucap Bibi Anik.


Mereka pun sampai di bandara Juanda Surabaya. Setelah bernegosiasi dengan sopir minibus, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke kota Jember.


4 jam kemudian...


Yumna dan keluarga nya tiba dirumah suami Bibi Anik. Rumah peninggalan mendiang mertua nya.


" Ayo masuk, rumahnya bersih, karena dulu aku menitipkan nya pada kakak ipar, karena hanya ada dua kamar. sementara mbak dan anak anak tidur di ruang TV, biar ayah tidur di kamar belakang." ucap Bibi Anik.


" Aku akan mandi dulu". ucap Yumna sambil meletakan barang bawaannya.


Hari yang melelahkan. Mereka semua memutuskan untuk istirahat dan membereskan barang barang nya esok hari.

__ADS_1


****************


Beberapa bulan berlalu, Ibu Yumna memutuskan untuk kembali ke negeri jiran. Pertengkaran Bibi Anik dengan suami nya, memaksa Ibu untuk cepat kembali dan bekerja. Menghasilkan uang agar ayah dan anak nya bisa mencari rumah kontrakan. Tidak mau lagi dikatakan tukang menumpang oleh suami adiknya dan para ipar nya yang julid.


Yumna yang juga belum mendapatkan panggilan pekerjaan membuat semuanya menjadi sangat kacau.


" Yumna coba kau menghubungi Kakek Dayu, mungkin dia bisa membantu mencarikan rumah untuk kita". ucap kakek saat Yumna tengah membuat surat lamaran pekerjaan.


" Baik kek, nanti aku hubungi."


" Yumna kemarilah." Bibi Anik memanggil dari dapur.


" Iya bibir, ada apa?"


" Bisakah kau pinjami aku uang?, aku akan pergi bekerja ke Surabaya bersama temanku." bisik Bibi kepada Yumna.


" Kapan Bibi akan berangkat?"


" Besok, kau ada kan uang 500 ribu?."


" Hmm, ada." Dengan terpaksa Yumna meminjamkan sejumlah uang yang diinginkan Bibi.


" Aku janji akan menganti nya setelah aku bekerja."


" Pakai saja dulu, Bibi lebih membutuhkannya dariku."


" Terima kasih, ohya, aku titip Fahri. Bawa dia setelah kalian mendapat rumah sewa yang baru." menepuk bahu Yumna, kemudian Bibi masuk kedalam kamarnya.


Satu minggu sudah berlalu, sejak keberangkatan Bibi Anik, suami nya juga pergi entah kemana. Saat ditanya kakek, beliau menjawap akan bekerja di Bali.


Desas desus berita yang membakar telinga pun, membuat Yumna dan Kakek mau tak mau harus cepat keluar dari rumah itu. Beruntung Kakek Dayu Menemukan rumah kontrakan dengan harga cukup murah.


" Ini rumahnya, semoga kalian betah." ucap Kakek Dayu saat mengantar Yumna.


Rumahnya cukup luas, ada tiga kamar, ruang tamu, ruang Tv dan juga dapur. Sayangnya rumah itu masih kosong, hanya ada lemari milik tuan rumah yang sengaja di pinjam kan.


" Kakek Dayu, bisakah mengantarkan ku ke pasar?". cegah Yumna saat mengetahui Kakek Dayu akan pulang.


" Untuk apa kepasar?, apa kau lapar?, Kakek sudah membawakan makanan untuk kalian." ucap Kakek Dayu.


" Ah tidak, aku hanya akan membeli kasur busa, aku rasa harganya cukup murah."


" Baiklah, ayo Kakek antar. Tapi tidak bisa menemanimu, karena Kakek ada urusan." Ucapnya sambil mengambil kunci motor, dan melajukan motornya.


" Terima kasih kakek", ucap Yumna saat kakek menghentikan motornya di pasar.


" Hati hati, segera pulang begitu kamu sudah selesai."


Yumna berjalan menelusuri trotoar pasar mencari sebuah toko. Sambil sesekali menoleh pada toko yang dia lewati.


" Huft... Tidak ada pilihan lain, aku harus menjualnya..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2