Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Perasaan Yumna (2)


__ADS_3

" Belikan istri mu baju, sebagai peningset. Waktu lamaran kau tidak membelikannya baju." Ucap Ibu di suatu pagi.


" Nanti setelah di Bali akan aku belikan. Tiga hari lagi aku berangkat." ucap Galang.


" kenapa begitu cepat ?" Tanya Ibu.


" Aku sudah lama tidak bekerja bu, uang tabungan juga sudah habis." ucap Galang.


" Iya sudah. Sekarang kamu lekas berangkat belikan istrimu baju." ucap Ibu.


" Apa harus sekarang?".


" Iya cepatlah, sana ajak istrimu."


" Ayo ikut aku." Ucap Galang saat melihat Yumna baru saja selesai mandi.


" Kemana?" ucap Yumna heran.


" Sudah ikut saja." Ucap Ibu.


Yumna dan Galang pun berangkat menggunakan motor menuju salah satu toko di pasar dekat rumah Galang.


" Sana, pilihlah baju satu set." Ucap Galang.


" Ha?, kenapa?."


" Kata ibu ini sebagai peningset mu, karena dulu aku tidak memberikanmu baju." Ucap Galang, sambil memilih² pakaian.


" Bagaimana kalau ini?." Ucap Yumna, Galang menggeleng tanda tidak setuju.


" Yang ini?." Yumna kembali memperlihatkan baju dan lagi² Galang menggeleng.


" Kalau semua baju tidak suka, lalu aku harus membeli seperti apa?." Kesal Yumna.


" Baju yang bagus lah, jadi bisa dipakai saat akan berangkat ke bali. Selera mu itu rendah sekali." ucap Galang sambil mulai memilih baju lagi.


" Bagaimana kalau yang itu.," Tunjuk Yumna pada baju yang dipakai patung.


" Emm, lumayan. Ya sudah itu saja. Kau bayarlah, aku tunggu di luar." ucap Galang sambil memberikan dompetnya pada Yumna.


Setelah selesai membayar, Yumna naik ke atas motor sebelum akhirnya Galang melajukan motornya dan pulang.


" Berkemaslah, kita akan berangkat besok." Ucap Galang.


" Ha?, bukannya seharusnya lusa?"

__ADS_1


" Besok kita akan menginap di rumahmu, apa kau tidak mau berpamitan pada kakek mu?." Ucap Galang.


" Ah iya, emm apa boleh mampir ke rumah tante?, dia barusaja melahirkan. Dan aku tau jalan pintas dari rumah tante menuju jalan yang akan kita lalui." Terang Yumna.


" Baiklah."


................


Malam hari, setelah selesai berkemas Yumna keluar dan mendapati Ibu memberikan sesuatu kepada Galang.


" Setelah sampai di Bali aku ganti bu." Ucap Galang sambil menerima pemberian Ibu.


" Tidak usah buru-buru, pakai saja dulu. Sudah sana pergilah. Keburu toko nya tutup" Ucap Ibu.


" Ayo.." Ajak Galang pada Yumna.


" Kita mau kemana?"


" Menjual ini, aku meminjam nya dari Ibu, untuk biaya hidup kita di Bali selagi aku menunggu ada pekerjaan."


Galang memberikan sebuah gelang lengkap dengan suratnya kepada Yumna.


Setelah selesai, mereka memutuskan langsung pulang dan beristirahat.


Dirumah Yumna...


Yumna mulai berpikir jika Galang tidak menyukai mereka menginap di sana.


Yumna tidak ingin bertanya hal yang mungkin akan memicu perdebatan diantara mereka.


Yumna meninggalkan sejumlah uang kepada Arumi untuk digunakan ketika Arumi tidak diberi uang oleh kakek.


Sebenarnya Yumna belum dan tidak siap untuk meninggalkan adiknya itu. Tapi Yumna saja jika dirinya tidak lagi lajang. Dia sudah menjadi seorang istri dan seorang istri harus mengikuti ke mana suaminya pergi.


Pagi harinya....


Setelah berpamitan pada kakek Yumna, mereka pun berangkat menuju Bali.


Tak lupa sesuai janji Galang, mereka singgah sebentar ke rumah Tante Yumna yang baru saja melahirkan anak kedua.


Karena tak ingin berlama² dirumah Tante Yumna, mereka memutuskan untuk segera berangkat. Mengingat perjalanan mereka menuju Bali sangat panjang.


Mereka tiba di Bali saat hari menjelang petang. Hujan turun menghiasi perjalanan mereka.


" Berhentilah, biar aku yang menyetir. Sepertinya kau sudah lelah, apalagi sedari tadi kita kehujanan." ucap Yumna pada Galang saat mereka hampir tiba di rumah kos Galang.

__ADS_1


" Nanti saja jika sudah tidak melewati jalan raya besar." Ucap Galang.


" Apa kita tidak mau berhenti lagi." Ucap Yumna.


" Tidak usah. Nanti semakin lama kita sampai jika terus saja berhenti" ucap Galang.


" Baiklah, beritahu saja aku, jika kau sudah ingin digantikan menyetir." Ucap Yumna sambil memeluk Galang.


" Hmmm, " Ucap Galang sambil mengelus tangan Yumna, yang melingkar pada perutnya.


Ada perasaan aneh saat Yumna memeluk Galang. Yumna tidak lagi merasa hangat saat dirinya memeluk Galang dalam perjalanan menaiki motor.


Beberapa menit kemudian, Galang menepikan motornya. Yumna yang tau langsung bergeser ke depan memegang setir.


" Kau sudah hafal jalan ini kan?." Ucap Galang sambil duduk di belakang Yumna.


" Lupa² ingat"


" Jalan saja, nanti aku akan memandu mu."


" Oke oke."


Yumna pun melajukan sepeda motornya menerobos jalanan yang mulai gelap dan hujan.


Tiga puluh menit kemudian....


Mereka akhirnya sampai di tempat kos Galang.


Setelah memasukan barang bawaan, Galang memilih segera mandi.


Sementara Yumna langsung membongkar barang bawaan karena takut air hujan masuk dan membasahi semua pakaian yang dibawa Yumna.


Setelah memastikan air tidak masuk ke dalam pakaian nya. Yumna memilih untuk membuat teh hangat sebelum mereka memutuskan untuk tidur dan beristirahat.


Hujan masih turun, membuat mereka berdua semakin terlelap tidur.


...----------------...


...****************...


...----------------...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2