
" Bagaimana keadaanmu?." Tanya Galang saat hari sudah pagi.
" Hmm, lumayan." Jawap Yumna sambil meregangkan tubuhnya.
" Kalau masih tidak enak badan, tidak usah masak. Kita beli untuk sarapan."
" Baiklah, terserah sayang saja." Ucap Yumna yang berjalan menuju kamar mandi.
" Istirahatlah, aku akan membeli makanan."
" Aku akan mandi agar merasa lebih segar."
" Baiklah."
Sementara Yumna mandi, Galang pergi membeli makanan untuk sarapan.
" Beli apa?" Tanya Yumna saat melihat Galang datang.
" Nasi campur."
Setelah makan, Yumna memilih membersihkan kamar.
Galang memutuskan untuk kembali bekerja, karena Galang bekerja di dalam ruangan, membuat Yumna selalu bisa memandang laki² yang kini menjadi suaminya itu. Walaupun perasaan Yumna tidak sebahagia saat mereka masih pendekatan.
" Tidak udah di lihat terus, aku tau kalau aku tamvan." Ucap Galang saat Yumna terus memandanginya.
" Ge er sekali."
" Wakakak, tapi benar kan aku tamvan."
" Jelas saja, kalau kamu cantik kan jadinya cucok." Yumna meniru gaya manusia setengah laki² dan perempuan.
" kurang berapa bulan hari raya nda?."
" Mungkin satu bulan lagi, kalau tidak salah minggu depan sudah masuk puasa."
" Hmm, benarkah. Kenapa?"
" Tidak apa apa. Hanya tanya."
" Apa kita akan pulang. Bukankah kau barusaja bekerja?"
" Doakan saja, kerjaan ku banyak. Jadi kita punya uang untuk ongkos pulang."
" Amin..."
Yumna membuka ponsel. Terdapat pesan dari adik sepupu yang mengira bahwa Yumna Hamil.
Yumna jadi bertanya tanya mungkinkah dia benar benar hamil?
Malam harinya, Yumna mencari² alasan agar bisa pergi ke apotik.
Dengan dalil membeli obat, akhirnya Galang bersedia mengantarnya ke apotik, sekalian mereka membeli makan malam.
Yumna sengaja tidak memberi tahu Galang, bahwa ia akan membeli sebuah tespack, karena takut hasilnya mengecewakan.
" Kau ingin membeli sesuatu, bagaimana kalau kita beli bubur kacang hijau." Tanya Galang
" Boleh juga." Ucap Yumna
" Makan disini atau bungkus." Tanya Yumna saat turun dari motor.
" Bungkus saja, kita makan di rumah."
Yumna segera memesan dua porsi bubur kacang hijau.
Malam itu, Yumna merasa nafsu makan nya berkurang. Terbukti Yumna tidak menghabiskan makanan yang dibeli dan juga bubur kacang hijau.
Karena tidak memiliki kulkas, jadilah Galang yang menghabiskan makanan Yumna.
................
Pagi harinya, Yumna mengendap² ke kamar mandi sambil membawa tespack nya.
Satu detik...
__ADS_1
Dua detik...
Tiga detik..
Perlahan tespack mulai memunculkan hasilnya, dan hasilnya...
" Garis satu"
Yumna langsung membuang hasil testpack ke tempat sampah.
Yumna kemudian memilih kembali ke tempat tidur, sambil menunggu tukang sayur lewat.
Yumna yakin bahwa gejala yang dialami nya karena Yumna merasa kelelahan.
" Sayang lepaskan pelukanmu, tukang sayurnya sudah datang." ucap Yumna saat terdengar suara klakson khas tukang sayur.
" Hmmm, Aku lagi pengen."
" Ck, pagi² kok pengen. Sudah², aku mau belanja." Yumna melepas paksa pelukan Galang.
Setelah belanja, Yumna mulai memasak makanan untuk sarapan.
Selesai masak, Yumna memutuskan untuk langsung mandi.
" Aku akan pergi sebentar mengantar barang." Ucap Galang saat melihat Yumna keluar dari kamar mandi.
" Hati²."
Setelah memastikan Galang sudah keluar dari gerbang kos.
Yumna mengambil ponselnya. Dan menelpon seseorang.
" Hallo Farah.,"
" Ya akak, bagaimana?, apa sudah akak tes ?"
" Sudah, hasilnya negativ. Sepertinya kakak memang masuk angin."
" Tidak mungkin, adek yakin akak itu hamil. Tunggu satu minggu lagi."
" Tapi bagaimana jika hasilnya sama?"
" Hmm, baiklah."
----------------
Satu minggu kemudian, Yumna kembali mencoba menggunakan tespack. Dan hasilnya masih garis satu.
(Masih garis satu.) Yumna mengirim pesan pada Farah.
(Masak?, coba foto, kirim ke adik)
(Testpack nya sudah akak buang, hehe.)
(jangan dibuang, coba ambil dan lihat baik². mana tau garis 2).
(Kenapa kamu sangat ngotot mengatakan jika aku sedang hamil padahal sudah jelas-jelas tespek menunjukkan garis satu yang mengatakan bahwa aku tidak sedang hamil)
(Sudah cepat.)
"Huft...."
Yumna beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil kembali tespek yang sempat dia buang.
Yumna mengacak² kembali tempat sampah.
Setelah ditemukan, dia memandang testpack yang menunjukan garis 2, hanya yang satu sangat tipis, tidak seterang garis satunya.
" Mungkinkah?...."
Yumna lalu mengirimkan foto tespek itu kepada adiknya Farah. Dan parah langsung mengatakan bahwa tespek itu menunjukkan garis dua. Yang kemungkinan besar menunjukkan bahwa saat itu Yumna hamil.
Malam hari...
" Sayang, apa sudah ada tanda² akan hamil." Ucap Galang.
__ADS_1
" Entah, aku sudah melakukan testpack."
" Lalu hasilnya?"
" Garis 2, tapi yang satu masih samar."
" Jadi artinya apa?"
" Masih 50:50, tunggu satu minggu lagi. Aku akan melakukan tes lagi."
----------------
----------------
Minggu ke dua di bulan puasa, Yumna meminta ijin untuk pulang terlebih dulu, karena dia akan singgah di rumahnya, sambil menunggu Galang pulang, sebelum pulang ke rumah Galang.
" Aku ingin rebonding rambut, apa boleh?."
" Boleh, lakukanlah. Agar terlihat cantik."
" Hehe, terima kasih."
Setelah menempuh perjalanan semalam menggunakan travel, Yumna sampai dirumahnya.
Perasaan bahagia terpancar di wajah Yumna saat kembali pulang dan tidur di kamarnya.
Pagi hari, Yumna langsung mencoba test lagi.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
" Alhamdulilah, garisnya terang. Ternyata aku benar hamil." Ucap Yumna.
Yumna kemudian segera membawa hasil tes itu, memfoto nya, kemudian mengirimkan pada Galang.
(Selamat untukmu, calon ayah). Tulis Yumna pada foto yang ia kirim.
Panggilan masuk...
" Hallo sayang."
" Artinya apa? Apa kau benar² hamil sayang." suara Galang yang terdengar sangat antusias.
" Tentu saja, kita akan punya bayi." Yumna tak bisa berhenti tersenyum karena bahagia sambil memandangi tespek.
" Cepat periksakan."
" Nanti saja, periksa setelah kau datang."
" Baiklah, hati². Aku akan kembali bekerja"
" Bye..."
" Nda..."
" Ya?"
" Aku menyayangimu."
Yumna terdiam. Entah Kenapa Yumna tidak sebahagia saat pertama kali Yumna mendengar kata itu dari Galang.
Mungkin karena hormon kehamilan yang membuat Yumna begitu.
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
......................
__ADS_1
...----------------...
......................