
Setelah menunggu kurang lebih selama 30 menit.
Akhirnya sosok yang ditunggu-tunggu Yumna dan Arumi terlihat.
Yumna dan Arumi tak kuasa menahan air matanya, saat wanita yang melahirkan nya itu terus berjalan mendekat ke arah mereka.
Yumna dan Arumi sudah membayangkan mereka akan langsung berpelukan bersama ibu dan saling melepas rindu.
Namun kenyataannya sungguh berbanding terbalik.
Sang Ibu justru melewati mereka berdua dan langsung menuju mertuanya.
" Sttt lihatlah kita yang anaknya sendiri bahkan diabaikan." Bisik Arumi.
" Iya." Jawap Yumna sambil menghapus air matanya..
Setelah menyalami kedua mertuanya, sang ibu lalu memeluk Yumna dan Arumi ala kadarnya.
Setelah bercipika-cipiki dengan Yumna dan Arumi, Ibu langsung menggendong Ilmi.
" Ayo kita langsung ke mobil saja." Ucap nenek.
Ibu kemudian berjalan bersama ibu mertuanya, dan tidak menoleh kearah Yumna dan Arumi yang berjalan dibelakang.
" Sia-sia aku mengeluarkan air mata." Bisik Arumi pada sang Kakak.
" Iya."
" Jadi merasa tersisihkan. Kalau tahu gini aku tidak ikut jemput ibu. Biar saja Ibu yang datang sendiri ke rumah." Ketus Arumi.
" Sudahlah, mungkin karena ini adalah pertama kalinya Ibu bertemu dengan mertuanya, jika beliau langsung menghampiri kita berdua, sangat tidak sopan." Ucap Yumna yang mencoba menenangkan hati Arumi yang sedang kesal.
" Tapi, kakak lihat sendiri kan tadi. Bagaimana nenek berteriak seolah-olah nenek sudah mengenal Ibu sejak lama. Padahal ini adalah kali pertamanya mereka bertemu."
" Biarkan saja. Sabar jangan terbawa emosi."
Sesampainya di dalam mobil, kegaduhan pun sempat terjadi.
Dimana, ibu yang tidak memberitahu Jika dia pulang bersama teman. Dan juga barang bawaan mereka yang sangat banyak, membuat mobil itu tidak muat.
" Kenapa tidak bilang kalau Sari juga ikut pulang bersamamu, kalau tahu Sari ikut pulang bersamamu dan barang bawaan kalian banyak kita tidak akan menyewa mobil ini." Ucap nenek.
" La wong katanya suami nanti Ibu sama bapak membawa mobil yang besar seperti APV. Karena itulah Sari menemaniku pulang bersama." Ucap sang Ibu.
" Oh berarti dasar Nari yang tidak benar, dia mengatakan mobil apa saja untuk menjemputmu." Ucap sang nenek.
" Aduh ini gimana mengaturnya ini sudah jelas-jelas tidak akan muat." Omel Toni.
" Ya kalian atur saja deh bagaimana enaknya Kalian pasti bisa bukankah kalian pemilik mobil ini." Ucap nenek.
" Lihatlah Ibu bahkan tidak lagi mengajak kita bicara." Ucap Arumi sambil melihat ke arah ibunya yang tengah sibuk bermain ponsel untuk menelpon suaminya.
Saat barang sudah ditata.
" Kamu duduk depan saja." Ucap nenek pada sang ibu."
__ADS_1
Ibu kemudian duduk di depan sambil memangku Ilmi.
Yumna dan Arumi langsung duduk di kursi tengah, dan siapa sangka jika dikursi tengah yang seharusnya diisi oleh 3 orang, jadi diisi 4 orang.
Kakek dan Toni duduk di belakang bersama barang barang ibu dan temannya.
Ketika mengetahui sang Ibu asik siaran langsung di media sosial.
Arumi memilih menutup telinganya menggunakan handset dan memejamkan mata.
Dia tidak lagi peduli pada sekitar, hatinya sudah terlanjur kecewa.
Begitupun dengan Yumna, namun Yumna masih mencoba meredam nya.
Dia pikir pasti akan ada saat dimana sang ibu akan mengobrol bersama kedua putrinya.
Perjalanan pun dilanjutkan, hingga mereka berhenti di sebuah rumah makan.
" Kalian mau makan apa?" Tanya ibu.
" Biar aku lihat menunya dulu.," Ucap Yumna
Sedangkan Arumi memilih untuk langsung menuju meja dan melihat menu apa yang ada di rumah makan itu.
" Setelah ini aku mau langsung pulang ke rumah mertua mu saja kak." Bisik Arumi kepada Yumna yang barusaja duduk disebelah Arumi.
" Sabar, lihatkan ibu membawa sebuah laptop. Kau harus mengambilnya, sebelum laptop itu diambil oleh nenek. Dan kita tidak akan pulang ke rumah ibu mertuaku sebelum Ibu memberikan perhiasan yang dia janjikan. Kita harus memilikinya sebelum sang nenek merampas semua milik ibu, kita tidak ingin itu terjadi kan."
" Iya kakak benar, Ibu juga terlihat membawa TV."
Yumna dan Arumi memutuskan untuk bertahan karena dia tidak ingin sang nenek mengambil apa yang menjadi milik ibunya.
........
Perjalanan yang melelahkan. .
Mobil sampai dikota pisang. Setelah mengantarkan kepulangan Sari, teman Ibu.
Mobil mengalami kerusakan. Itu membuat Arumi semakin bertambah kesal.
Arumi bahkan tidak menjawab saat ibu mengajaknya bicara.
Hingga mereka tiba di rumah nenek saat hari sudah mulai gelap. Arumi langsung masuk tanpa menghiraukan panggilan dari ibu.
" Ayo makan, Kalian pasti lapar." Ucap ibu saat mereka sudah selesai mandi.
Setelah makan, tidak ada percakapan antara ibu dan anak.
Ibu lebih memilih bercengkerama bersama dengan mertuanya.
Hingga hari ketiga mereka menginap di sana sejak kedatangan ibu.
Yumna dan Arumi sama sekali tidak berbicara dengan ibu. Mereka yang berbicara ala kadarnya saat akan makan dan saat akan tidur.
Saat pagi, ibu sibuk memasak dan berbicara bersama mertuanya. Saat malam hari Ibu sibuk dengan gawai nya..
__ADS_1
Hingga hari ke lima, setelah Ibu memberikan apa yang pernah dijanjikannya kepada Yumna dan Arumi.
Yumna dan Arumi memutuskan untuk kembali ke rumah ibu mertua Yumna.
Jika Yumna menangis saat akan berpisah dengan sang Ibu,lain halnya dengan Arumi yang sama sekali tidak merasakan sedih.
Dia masih kecewa dengan sikap sang ibu yang seolah-olah tidak menghiraukan mereka.
Dengan diantara Toni menggunakan mobilnya. Yumna dan Arumi tiba dirumah Galang pada pada pukul 6 sore.
" Ah, masih enak disini." Ucap Arumi saat mereka sudah tiba di rumah Ibu mertua Yumna
" Lo nduk, ibu mu sudah pulang?" Tanya ibu mertua.
" Sudah Bu dan beliau sekarang ada di rumah mertuanya."
Malam hari nya, karena ada pasar malam di depan rumah ibu mertua Yumna.
Arumi mengajak sang kakak untuk kesana, mencari kesenangan setelah beberapa hari merasa kecewa.
" Buk, aku mau kepasar malam dulu." Ucap Yumna pada ibu mertua nya.
" Ya."
Yumna dan Arumi menghabiskan waktu berkeliling pasar malam.
Mereka benar-benar menghibur diri dan melupakan apa yang sebelumnya terjadi.
" Kak, antarkan aku beli paket data."
" Ya sudah ayo."
Dan saat Yumna kembali setelah mengantarkan Arumi membeli paket data.
Yumna mendengar omongan yang menyakitkan dari adik mertua nya.
" Keluar masuk seenak yaa" Ucap adik mertua kepada kakaknya saat Yumna akan memasukan motornya ke dalam rumah.
"Kamu tidak tahu kalau di sini tuh sudah seperti hotel." Ucap ibu mertua sambil memandang ke arah adiknya
Yumna tidak tau pasti, siapa yang dimaksud oleh adik mertuanya itu. Tapi yang jelas Yumna merasa tersindir.
Sungguh memang tidak ada rumah senyaman rumah sendiri.
Namun bagi Yumna, dimanapun dia berada, dia sulit untuk mendapatkan kebahagiaan apalagi ketenangan.
Hanya bercanda tawa bersama Ilmi lah, satu satu nya hal yang dapat membuatnya merasa bahagia.
" Seandainya aku bisa memutar kembali waktu." Lirih Yumna
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...