
Disaat Yumna sudah tidak lagi berharap bisa pulang tahun ini, Galang pulang dengan membawa sedikit kabar gembira.
" Habis kerjaan ini saja kita pulang naik sepeda." Ucap Galang.
" Iya sudah." Ucap Yumna.
" Kira kira kapan pulang?" Tanya Yumna.
" Kenapa?"
" Ya, kalau pulangnya H-2 lebaran, kenapa kita tidak tinggal sementara di rumahku dulu lagi pula semua saudara kan ada di desa T. Sementara sekarang rumah kontrakannya berada di kota J, dimana tidak ada sanak saudara sama sekali. Jadi daripada kita pulang pergi dari kotamu ke kotaku lebih baik kita pulang ke kotamu setelah kita selesai salat idul Fitri."
Galang terdiam, sepertinya Galang sedang mencerna perkataan dari Yumna. Sebelum akhirnya Galang menyetujui permintaan Yumna.
Beberapa hari setelah nya. Galang pulang sambil membawa sejumlah uang.
" Nda, pekerjaan kemarin dapat ongkos satu juta. Ini saja kita bawa untuk sangu pulang. BPKB sepeda motor kita bawa saja. Sesampainya di jawa kita akan mencari pinjaman dengan jaminan BPKB. Ya, semoga saja ada yang berkenan meminjamkan uang kepada kita untuk bekal pulang ke Bali nanti." Ucap Galang sambil memberikan setengah dari jumlah uang yang didapat.
Yumna bersyukur, walaupun dia sebenarnya keberatan jika harus pulang bersama dengan Galang.
Karena Yumna yakin jika Galang tidak akan pernah mau tinggal lebih lama dirumah Galang.
Dan hal itu benar terjadi....
Saat dirumah ..
" Mama berencana akan pergi ke rumah nenek mu di desa P.J. Sepeda adikmu kan sudah mati 2 tahun. Dan aku baru punya uang untuk memperpanjang. Rencananya mama akan kesana dengan menyewa mobil di hari raya kedua." Ucap mama.
" Jika mama akan ke kota L dengan mobil, lebih baik aku pulang dengan Mama saja menaiki mobil jadi aku tidak perlu lagi repot membawa barang bawaanku." Ucap Yumna.
" Iya enak "
" Ya sudah, Aku mau memberitahu Galang perihal hal ini dulu." Ucap Yumna yang langsung berjalan menuju kamar tempat di mana Galang sedang beristirahat.
__ADS_1
" Yah, mama akan ke kota L, kerumahsaat hari raya kedua dengan menyewa mobil. Jadi aku berpikir jika aku akan pulang ke kota L bersama dengan ibuku saja dengan mobil." Ucap Yumna.
" Ya sudah kalau begitu aku akan pulang besok hari saja."
Jawapan Galang tentu saja sudah Yumna perkirakan.
" Ya sudah kalau begitu."
Keesokan harinya....
Yumna memanggil tukang pijat karena badannya terasa begitu pegal.
Bagaimana tidak, perjalanan pulang dari Bali ke Jawa dengan menggendong Akifa sungguh sangat melelahkan.
Ditambah Yumna sebelumnya tidak pernah menggendong Akifa hingga perjalanan lebih dari 12 jam.
" Aku akan memanggil tukang pijat apakah kamu mau kerja dulu atau tetap akan pulang hari ini?" Tanya Yumna
" Ya sudah aku akan pijat di sini saja daripada aku akan pijat di rumahku belum tentu juga ada tukang pijat yang mau memijat saat lebaran." Ucap Galang.
Hari itu, seluruh keluarga Yumna dipijat oleh tukang pijat secara bergantian.
Dan sore harinya, Yumna mengantar sang ibu untuk mencari kipas yang memang sudah rusak.
Yumna menyempatkan diri untuk pergi ke toko pakaian dan membeli beberapa celana untuk Galang.
" Kamu mau beli baju?" Tanya Ibu saat Yumna memarkirkan sepeda motornya tepat di depan toko pakaian.
" Tidak, aku akan membelikan celana untuk tahu dia tidak pernah bersikap adil ketika memberi uang belanja kepadaku. Aku juga tahu sifatnya sangat menjengkelkan sehingga aku harus merasakan sakit hati hampir setiap hari, tapi aku juga tidak tega jika melihat jalan tidak mempunyai celana ataupun celananya sudah tidak layak untuk dipakai. Jadi, mumpung aku punya sedikit rezeki bolehlah aku membelikannya dua pasang celana." Ucap Yumna.
Ibu hanya tersenyum melihat Yumna yang mulai memilih dan memilah celana sementara Akifa tidur di gendongan sang ibu.
Setelah menemukan celana yang cocok untuk Galang dan juga membeli kipas dengan harga yang sangat murah. Ibu mengajak Yumna untuk membeli terang bulan dan juga martabak.
__ADS_1
Keesokan harinya, mengatakan kepada sang Ibu bahwa Galang akan pulang.
" Lo, kok sudah mau pulang?" Tanya sang Ibu berbasa-basi walaupun Yumna sudah bercerita alasan kenapa Galang pulang.
Ya, sebelumnya Yumna sudah memberitahu ibunya perihal Galang yang akan pulang karena merasa jika ibunya sendirian di rumah. Yumna juga sempat melihat kapan Galang dengan adiknya yang mengatakan bahwa adiknya baru bisa pulang saat malam takbir berkumandang. Adik Galang juga mengatakan bahwa sang kakak harus pulang karena kasihan sang ibu jika harus sendirian di malam hari raya.
Disitu Yumna merasa sangat kecewa. Karena tidak ada satupun saudara Galang yang mengerti bahwa sekarang Galang juga mempunyai istri, dan sang istri juga mempunyai keluarga, dimana mereka juga berharap bisa berkumpul bersama dengan Yumna.
" Apa salah kita harus tinggal selama beberapa hari di rumahku. Toh, ini adalah keluarga ku juga. Semua pasti menginginkan bisa berkumpul bersama dengan keluarga." Lirih Yumna saat membaca beberapa pesan dari saudara Galang.
" Aku harus pulang bu, karena Ibu ku sendirian. Kakakku pulang kerumah istrinya. Sementara Adikku baru bisa pulang besok. Jadi tidak ada anak yang akan berkunjung dan membersihkan makan ayah." Ucap Galang.
" Ya sudah kalau begitu. Hati hati dijalan." Ucap Ibu Yumna.
Setelah berjabat tangan dengan Ibu Yumna dan juga dengan Yumna. Galang mencium kedua buah hatinya sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan rumah Yumna.
Yumna menghela nafas panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah dengan hati yang bahagia.
Yumna tidak lagi peduli walaupun dia tahu bahwa lebaran pertama dia tidak akan bersama dengan sang suami.
Yumna sekarang mencoba untuk tidak lagi memperdulikan kebahagiaan Galang dan ibunya.
Yumna sedang berusaha membuat diri nya sendiri bahagia dengan cara nya.
Dan kebahagiaan yang Yumna dapatkan adalah ketika berkumpul bersama dengan dua orang yang paling dia sayang. Ibu dan sang adik.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...