
" Aku sangat malas sebenarnya pulang ke sini." Ucap Yumna, saat mereka sudah sampai di rumah mertua Yumna.
" Sabar, lagi pula bentar lagi ibu kan pulang. Siapa tau ibu mempunyai solusi untuk masalah kakak dengan suami." Ucap Arumi.
Yumna hanya tersenyum, lalu masuk ke dalam rumah. Mencoba mencari ibu mertua nya.
" ibu mertuaku tidak ada. Kau istirahat saja di kamarku aku akan mencari ke belakang mungkin beliau ada di belakang." Ucap Yumna pada adiknya.
" Ayok Ilmi tidur sama Tante." Arumi kemudian mengajak Ilmi masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
Setelah Yumna memastikan adiknya dan Ilmi masuk ke dalam kamar, Yumna berjalan menuju belakang rumah mertuanya dan mencoba mencari mertuanya di sana.
" Bik, di mana ibu?" Tanya Yumna kepada ada adik bungsu mertuanya.
" Ibumu masih masak di rumahnya Agus sana, dijemput atau gimana?"
" Biarkan saja nanti kan juga datang."
" Ya sudah kamu tunggu saja ibumu di sana sambil istirahat kau kesini bersama siapa?" Tanya bibi.
" Bersama dengan adikku."
" Oh, yang katanya kau akan menjemput ibumu itu."
" Iya. Ya sudah kalau begitu aku mau istirahat saja." Ucap Yumna.
" Ya beristirahatlah sebentar lagi juga ibumu akan pulang." Ucap bibi.
Ibu yang di maksud bibi adalah ibu mertua Yumna.
Akhirnya Yumna kembali ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.
" Bagaimana apa ibu mertua kakak ada di belakang?" Tanya Arumi.
" Tidak sepertinya beliau masih di rumah adiknya untuk memasak."
Yumna lalu mulai membongkar barang bawaannya dan memasukkannya ke dalam lemari.
Drrttt drrrtt drrrttt
Ponsel Arumi berdering, panggilan dari ibu.
" udah di mana?" Tanya ibu.
" Di rumah mertua kakak."
" Ya sudah besok pagi saja kerumah nenek. karena lusa ibu akan pulang, Jadi kalian akan berangkat dari sana."
" Ibu, apa tidak bisa ya kami menunggu di sini saja?, bukankah kalau mau ke Surabaya dari rumah nenek akan melewati rumah mertua kakak?."
" Sudah lebih baik kalian kesana saja, mama tidak enak Karena nenek kalian yang mencarikan sewa mobil untuk menjemput mama." Ucap sang ibu.
" Hmmm."
Arumi lalu mematikan teleponnya.
" Aku sangat malas jika harus ke sana di sana itu tidak ada sinyal. lagipula kenapa Mama harus minta jemput orang sana. Bukannya minta jemput sama keluarganya sendiri malah minta jemput keluarga orang." Omel dwi.
__ADS_1
" Sudah sudah biarkan saja. Yang penting nanti kita harus mendapatkan apa yang ibu janjikan seperti kalungmu dan kalung Ilmi dan juga anting milikku. kita harus ada di sana sebelum barang-barang ibu diambil oleh mertuanya."
" Ya kakak benar."
Keesokan harinya...
" Nduk, aku mau berangkat masak dulu kamu masak sendiri ya, Aku sudah membelikan ikan untuk Ilmi nanti kau goreng ya.." Ucap ibu mertua.
" Ya bu.."
" Jadi kapan ibumu akan pulang?"
" Menurut perkiraan sih besok."
" Ya sudah aku mau berangkat dulu yang jemput sudah datang" Ucap ibu mertua.
" Iya."
Yumna lalu mulai memasak di dapur, setelah selesai Yumna mulai membersihkan seluruh rumah. Dan menyuruh adiknya serta Ilmi untuk mandi, lalu mereka bertiga sarapan bersama sambil menonton TV.
Drrttt drrrtt drrrttt
Ponsel Arumi berdering, panggilan dari ibu.
" iya bu ada apa?"
" Kamu dan kakakmu sekarang pergilah ke rumah nenek. karena kata nenek mereka akan berangkat besok subuh ke bandara. Dan mereka tidak lewat jalan rumah mertua kakakmu."
Arumi mengatakan dengan suara berbisik apa yang dikatakan ibunya kepada sang kakak.
" Katakan jika barang bawaan kita banyak sehingga tidak bisa dimuat dalam satu motor." Bisik Yumna.
" Ya sudah sudah, nanti aku akan coba telepon nenek mu yang disana dan mengatakan apa bisa menyuruh orang untuk menjemput kalian." Ucap sang ibu.
Sore hari menjelang malam, 2 orang suruhan nenek sambung datang untuk menjemput Yumna dan adiknya.
Setelah pamit kepada ibu mertua Yumna.
Mereka pun berangkat menuju rumah mertua dari ibu Yumna dan Arumi. Yang sekarang menjadi nenek sambung dari mereka berdua.
" Mas, bisa nggak mampir ke counter untuk membeli kartu." Ucap Yumna.
" Bisa."
" Biasanya kartu apa yang ada sinyal di sana?"
" Kartu xx dan XXX."
Tak lama kemudian, mereka semua berhenti di sebuah counter yang sudah setengah tutup.
Setelah membeli kartu yang dapat menangkap sinyal di atas pegunungan sana, Yumna dan Arumi mulai melanjutkan perjalanan, dan sampai di rumah mertua sang ibu.
" Kalian tidur saja di rumah sebelah saja, kalau di rumah sebelah ada ranjangnya jadi tidak akan terasa dingin. Kita akan berangkat subuh." Ucap nenek sambung Yumna dan Arumi.
" Baik lah."
Yumna dan Arumi serta Ilmi langsung menuju rumah sebelah dan tidur diatas ranjang,
__ADS_1
" Iya memang benar di sini tidak terlalu dingin daripada di rumah sebelah." Ucap Arumi.
Yumna yang tidak bisa tidur memilih menonton TV, Hingga rasa kantuk mulai menyerangnya. barulah kemudian Yumna kembali ke kamar dan tidur di sebelah Ilmi.
Keesokan subuhnya, tempat Yumna dan Arumi tidur diketuk oleh sang nenek.
" Nduk.. Kita salat subuh dulu kemudian kita langsung berangkat, sopir dan mobilnya sudah ada di depan." Ucap nenek.
Dengan menahan rasa kantuk Yumna dan Arumi bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
" Astaga air nya sangat dingin seperti air es beku." ucap Yumna.
" Iya aku tidak sanggup kalau harus mandi." Ucap Arumi.
" Ya sudah kita berwudhu saja kita mandi saat sudah tiba di bandara nanti."
Setelah selesai menjalankan kewajiban dua rakaat, Yumna kembali ke kamar dan mulai menyiapkan baju untuk dirinya, Arumi dan Ilmi.
Karena tidak tega membangunkan Ilmi sepagi itu, Yumna memutuskan untuk mengangkat saja tubuh Ilmi yang masih sedang tidur menuju mobil.
" Aku akan membawa Ilmi, kau bawa tas kita." Ucap Yumna pada adiknya.
" Hmmm, baik lah."
Yumna kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di tengah bersama dengan Arumi dan juga nenek.
Di kursi depan ada sopir dan juga kakek, sedang di kursi belakang ada 1 orang lagi.
Di dalam perjalanan, rasa kantuk dari Arumi dan Yumna , membuat keduanya memutuskan untuk melanjutkan tidur mengingat perjalanan yang mereka tempuh masih jauh.
Di tengah perjalanan ponsel Yumna berdering.
Drttt drrtr drrttt..
Panggilan video dari Galang.
Dengan menahan kantuk Yumna mengangkat panggilan itu.
" Sudah berangkat?,sekarang sudah sampai mana?." Tanya Galang.
" Sampai jalan. Aku tidak tahu ini sudah sampai di mana." Ucap Yumna sambil melihat ke luar jendela.
" Di mana Ilmi?" Tanya Galang.
Yumna lalu menunjukkan Ilmi yang sedang tertidur.
" Ya sudah nanti telepon lagi, jika Ilmi sudah bangun."
" Hmm, baiklah."
Setelah menutup panggilan video. Yumna meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan tidur.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...