Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Akhirnya....


__ADS_3

Kini Yumna mulai sibuk membereskan apa apa saja yang akan dia bawa.


Dia juga membereskan sisa sisa lapak dagangannya. Satu persatu, etalase, meja, dan lain nya. Yumna tata hingga halaman depan rumah Galang bersih.


" Lo, kemana etalase jualan nya?" Tanya seorang tetangga, yang kebetulan lewat, saat Yumna tengah menyapu halaman.


" Sttt, dagangan nya bangkrut bude. hehehe." Kekeh Yumna.


" Mau ke Bali lagi ta."


" Rencana nya bude, ya doakan saja semoga lancar." Ucap Yumna.


" Ya sudah, enak ikut suami. Kasihan suami nya gak ada yang merawat, gak ada yang masakin."


" Iya bude. Karena itu mau menyusul."


" Terus barang barang nya gimana?, mau di bawa lagi?."


" Seperti nya tidak bude, biaya transport nya tidak cukup 2 juta."


" Iya juga sih. Ya sudah kamu lanjutkan menyapu, aku mau membeli tahu."


.


Setelah selesai menyapu, Yumna memasuki kamar dan terdengar ponselnya berdering.


" Pasti Galang." Ucap Yumna, yang lekas mencari ponsel nya.


" Halo." Ucap Yumna.


" Gimana?, sudah dapat travel nya?" Tanya Galang.


" Sudah, travel nya harga xxx, aku pesan 2 karena satu nya buat barang barangku, seperti nya banyak."


" Ya sudah tidak apa apa."


"Hari apa enaknya ya?" Tanya Yumna.


" Hari jum.at tidak apa apa, kan sampai sini hari sabtu. Jadi malam nya bisa jalan jalan. Ilmi pasti senang kalau di ajak ke taman kota, sekarang ada air mancur menari nya."


" Benarkah?" Antusias Yumna.


" Iya. Kemana ilmi sekarang."


" Main, di rumah belakang."


" Ohya nda, tadi dikasih lemari sama mbak Yuni. Belakang nya rusak, sudah aku perbaiki."


" Alhamdulilah, rejeki."


" Iya, jemuran juga sudah ada, punya mbak Yuni juga. Sudah rusak sih, aku perbaiki. Ya walau banyak kawat sana sini, tapi masih kuat untuk menjemur pakaian.," Ucap Galang.


" Kompor nya gimana?, apa kompor kita yang dulu aja di bawa?" Ucap Yumna.


" Memang bisa bawa nya?"


" Bisa, kan tungku satu, tapi aku pengen kompor tungku dua hehe. biar cepet kalau masak. Satu buat sup, satu nya goreng goreng. Kan cepet selesai."


" Coba nanti tanya ke Paman Jono, kali aja ada kompor murah²." Ucap Galang.


" Ya sudah, nanti sore aku coba ke sana."


" Kalau begitu, aku matikan telpon nya, Ilmi juga sedang main." Ucap Galang.


" Iya, nanti aku telpon jika Ilmi sudah kembali."


Setelah telpon di matikan, Yumna kembali mengingat ingat barang bawaan nya, takut ada yang tertinggal.


" Lo, bunda. Kita mau ke Bali?" Tanya Ilmi ketika dia baru pulang dari bermain.


Ilmi penasaran saat melihat Yumna sedang memasukan barang ke dalam tas.


" Iya, Ilmi senang?" Yumna tersenyum sambil memadang wajah putri nya.


" Beneran ?" Ilmi dengan wajah berbinar.


" Iya beneran. Tadi ayah sudah telpon, tanya kapan ilmi mau berangkat, ayah sudah rindu katanya, mau mengajak Ilmi ke taman yang ada air mancur nya."

__ADS_1


" Hore.. hore.. aku mau ke Ayah.. hore.." Ucap Ilmi sambil lompat lompat di atas kasur.


" Sudah sudah, ayo ikut bunda ke rumah Ifa."


" Mau ngapain?"


" Mengembalikan ini, kan bunda sudah gak bikin sikat lagi."


" Oo.."


Karena sepeda Yumna sudah tidak ada, jadi dia dan Ilmi menuju rumah mbak Ratih dengan berjalan kaki.


Sesampai nya di sana, seperti biasa. Yumna dan ilmi, masuk melalui pintu samping rumah.


" Lo, bahan nya masih belum ada nduk." Ucap bude saat melihat Yumna datang.


" Aku mau balikin ini bude." Ucap Yumna meyerahkan wadah berisi peralatan dan sisa bahan membuat sikat.


" Kenapa di balikin?"


" Rencana mau ke Bali."


" Wah, nyusul ya. Kapan?"


" Dalam minggu ini bude."


" Ya sudah kalau begitu, tunggu aku ambilkan uang untuk ongkos kerjaan mu yang kemaren."


Setelah menerima upah, dari pekerjaan yang dahulu, Yumna dan Ilmi pun kembali pulang ke rumah.


" Ilmi, ayo ke rumah Kakek Jono dulu." Ajak Yumna pada Ilmi.


" Mau apa bunda."


" Sudah ayo."


Dirumah Paman Jono...


" Lo dari mana?" Tanya bude.


" Dari rumahnya mbak Ratih."


" Jajan ape.."


" Jajan enak lah."


" Mana?"


" Ya kesini dulu dong, nanti saya kasih."


Ilmi pun mendekat dan menerima biskiut coklat, yang menjadi kesukaan nya.


" Bibi, gak ada kompor dua tungku yang murah murah?" tanya Yumna sambil melihat lihat kompor yang dijual Paman Jono.


" he..., kompor murah cepet rusak. Mending beli yang mahal sekalian, tapi awet." Ucap bibi.


" Ya kan, aku menyesuaikan buget, hehe."


" Mau buat apa?" Tanya paman.


" Mau aku bawa ke Bali."


" Mau ke Bali lagi?, kapan?"


" Minggu ini, tapi belum pasti hari apa."


" Oo, gak ada kalau yang murah. Itu aja, merk xxx, 500.000 ribu."


" Uhh, mahal. Segitu ongkos travel ku. hehee".


" Gak ada, paman mu memang tidak ambil kompor murah, cepet rusak."


Setelah lama berbincang bincang, Yumna dan Ilmi pamit pulang.


Malam hari nya..


" Nduk kata ilmi, kamu mau ke Bali lagi?" Tanya ibu, saat Yumna bergabung menonton televisi.

__ADS_1


" Iya, Ayah nya ingin ilmi kesana, katanya sepi gak ada anak anak." Ucap Yumna, sambil memberikan segelas susu pada ilmi.


" Oo, kapan?"


" Mungkin jum.at bu."


" Oo.. ya sudah. Hati hati nanti dijalan."


la la la la la la


(anggap bunyi ponsel)


" lo suara HP, mungkin ayah Ilmi." Ucap ibu.


" Seperti nya.." Yumna kemudian berjalan menuju kamar.


" Ya ayah.."


" halo sayang, sedang apa?"


" Nonton tv."


" Ibu udah tau kalau kalian akan kesini?"


" Sudah."


" Terus apa kata ibu?,"


" Ya gak apa apa, hati hati aja kalau di jalan. Yah, kompornya mahal"


" Ohya, tidak usah beli kompor, dikasih ini sama Joko."


Galang memperlihatkan sebuah kompor tungku dua.


" Alhamdulilah, rejeki. Jadi tidak usah beli."


" Tapi masak nya di bawah. Kan belum ada meja."


" Iya gak apa apa."


" Nda, di sini cuma ada kasur lantai, tipis. Gimana ilmi, kasihan."


" Nanti di kasih bad cover, kan udah empuk."


" Terus belum ada tv."


" Nanti ilmi liat laptop. Apa lagi?"


" Hehe, ya gak ada sih. Cuma gak tega aja. Kota bener bener mulai lagi dari nol."


" Ya gak apa apa to. Pelan pelan, nanti ada rejeki beli yang penting dulu, lain nya menyusul."


" Iya sih.., mana ilmi."


" Ilmi nonton tv, kan aku di kamar. Sebentar aku kasih ke ilmi."


----------------


Hari ini adalah hari dimana, Yumna dan Ilmi akan berangkat ke Bali.


Sungguh, Yumna sangat bahagia.


Setelah berpamitan dengan semua keluarga Galang, Yumna dan Ilmi pun langsung masuk ke dalam mobil travel yang sudah ada di halaman depan, untuk menjemput mereka.


Ya Allah, semoga ini awal yang baik bagi keluargaku, semoga Galang bisa berubah, dan menjadi suami serta ayah yang lebih baik bagi aku dan Ilmi. Batin Yumna.


...----------------...


...****************...


......................


...****************...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


......................


...----------------...


__ADS_2