Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Lelah


__ADS_3

Walaupun lebaran tanp Galang, tapi Yumna senang. Setidaknya dia bisa bertemu dan berkumpul bersama dengan Ibu dan adiknya.


Terobati sudah rindu Yumna yang selama ini bersemayam di hatinya.


Yumna begitu menikmati masa masa bersama dengan Ibu dan adiknya.


Hingga waktu Yumna harus kembali kerumah Galang tiba.


Walaupun sebenarnya Yumna enggan untuk kembali, tapi Yumna harus kembali karena untuk saat ini tidak alasan bagi Yumna untuk meninggalkan Galang.


Ya.


Yumna masih bertahan demi kedua buah hatinya.


Setelah memastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal. Yumna berserta keluarga berangkat menuju kota L.


Yumna mengirimkan pesan kepada Galang bahwa dirinya sudah berangkat. Tidak lupa juga Yumna mengatakan bahwa dirinya dan keluarga akan lebih dulu ke rumah ibu mertua ibu Yumna.


Perjalanan panjang dan melelahkan.


Sebenarnya Yumna masih ingat bersama dengan Ibu dan adiknya.


Waktu 2 hari adalah waktu yang sangat singkat. Terutama adik Yumna yang masih sibuk bekerja dan justru pergi bersama dengan kekasihnya saat malam takbir.


" Apa sudah sampai?" Tanya adik Yumna yang duduk di kursi belakang bersama dengan Ilmi.


" Belum, masih lama. Lebih baik kamu beristirahat saja. Aku akan membangunkan mu begitu sampai." Ucap Yumna.


Sesekali Yumna melihat ke arah Ibu dan adiknya sebaring menahan air matanya agar tidak terjatuh.


" Kenapa aku tidak punya keberanian untuk meminta Galang membiarkan aku lebih lama berada bersama keluarga ku. Aku juga ingin berkumpul bersama kedua wanita yang aku sayangi." Lirih Yumna.


Yumna lalu mengalihkan pandangannya ke arah jalanan.


Tiga jam kemudian, mereka telah sampai di rumah mertua Ibu Yumna.


Setelah percakapan yang panjang. Dan setelah adzan Dzuhur. Yumna dan keluarga pamit undur diri dan bersiap menuju rumah Galang.


" Assalamualaikum...." Ucap Yumna saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam."


Yumna disambut oleh Galang dan Ibunya.


Setelah bersalaman. Yumna masuk kedalam kamar, dengan cepat membongkar barang bawaan dan menata tempat tidur.


Saat Yumna tengah menatap pakaian dengan gerakan cepat. Galang masuk dan langsung berkata dengan ketus.


" Itu lo, ibuk bantuin bikin kopi."


Tanpa pikir panjang dan berdebat, Yumna segera ke dapur. Dilihatnya Ibu Mertua nya tengah duduk santai.

__ADS_1


" Belum matang airnya?" Tanya Yumna basa basi


" Belum. Ini aku juga sudah menghangatkan kembali kuah untuk lontong." Ucap Ibu Galang.


Akifa yang menangis membuat Yumna kembali kedepan.


Yumna membawa Akifa masuk kedalam kamar dan memberinya asi.


" Ibu dan Arumi suruh istirahat di kamar ini." Ucap Galang yang kembali masuk begitu Yumna masuk kedalam bersama Akifa..


" Aku tahu, karena itu aku langsung membersihkan kamar begitu aku sampai." Ucap Yumna dengan nada ketus.


Yumna sangat kesal dengan sikap Galang. Bukannya membantu menjaga Akifa, dia justru sibuk menyuruh Yumna A, b, c, d.


Bahkan saat keluarga Yumna sudah pulang, Galang seolah tidak membiarkan Yumna untuk beristirahat sejenak.


" Itu lo beresin dan cuci bekas kopi dan piring, jangan lupa juga di sapu rumahnya. Tadi Akifa yang bikin kotor ruang tamu." Ucap Galang saat memasuki kamar. Saat itu, Yumna barusan menidurkan Akifa.


Tanpa basa-basi lagi, Yumna segera mengakhiri sesi menyusui Yumna dan segera ke belakang untuk mencuci piring dan menyapu.


" Cepat mandi, setelah ini kita akan kerumah saudara saudara ku. Ibu mengajak kita kesana setelah sholat Maghrib." Ucap Galang


Yumna tidak menjawab. Dia langsung masuk ke kamar, mengambil baju ganti dan bergegas mandi.


Jam menunjukkan pukul 7 petang. Yumna, Galang berserta keluarga yang lain. Pergi untuk bersilaturahmi.


Tak tanggung-tanggung. Mereka mendatangi hampir seluruh keluarga besar yang meliputi saudara Ibu Galang dan yang lainnya.


Hingga saat Yumna sampai rumah, jam menunjukkan pukul 10 malam.


" Pergilah, aku sedang sangat lelah. Aku bangun subuh saat di kota J. Dan tidak sempat beristirahat hingga saat ini." Ucap Yumna tanpa membuka mata, karena dia tahu itu adalah Galang.


Galang tidak berkomentar, hingga suara ketukan pintu memaksa Galang untuk keluar dari kamar Yumna.


Yumna menutup pintu dengan rapat, karena saat Galang keluar dari kamarnya tidak menutup pintu dengan benar.


Yumna yang merasa begitu kesal memilih untuk segera tidur bersama dengan kedua buah hatinya.


Satu Minggu lebih sudah Yumna dan Galang berada dirumah Ibu.


Sungguh hal itu tidak membuat Yumna merasa nyaman.


Yumna ingin sekali pulang dan berkumpul bersama dengan keluarganya lagi.


Tapi Galang selalu beralasan ketika diajak pulang ke rumah Yumna.


Seperti saat Yumna berniat mengajak Galang untuk pulang ke rumahnya. Galang justru mengatakan bahwa hari itu dia akan mengajak Yumna ke salah satu pemandian wisata bersama dengan Novi dan juga suaminya.


Yumna mengalah, selama hampir seharian penuh dirinya dan Galang serta Novi jalan jalan.


Malam harinya, beberapa anak saudara Galang datang ke rumah Ibu mertuanya.

__ADS_1


Untung saja saat itu Akifa rewel dan membuat Yumna tetap berada di dalam kamar untuk menidurkan Akifa. Jadi Yumna tidak perlu keluar untuk menemui anak saudara dari Galang yang bahkan Yumna sendiri tidak begitu akrab dengan mereka yang rata-rata keluarga terpandang dan keluarga kaya.


Ya, dari 7 bersaudara. Hanya Ibu Galang dan adik bungsu nya yang bisa di bilang kurang beruntung. Karena hanya 2 dari 7 bersaudara yang Ekomoni kebawah.


Yumna juga tidak habis pikir, kenapa kakak Galang tidak pernah lagi datang kerumah Ibu mertuanya. Padahal Yumna sempat melihat keponakan Galang memposting sebuah foto yang memperlihatkan mereka tengah berada di rumah salah satu saudara dari Ibu Galang.


" Tadi kakakmu kesini?" Tanya Yumna kepada Galang


" Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Galang.


" Aku ke sini karena tadi aku melihat, anak laki-lakinya memposting sebuah foto yang sepertinya berada di rumah L."


" Ibu juga tidak bilang apa-apa mungkin mereka tidak mampir ke sini." Ucap Galang


Yumna memilih diam dan menerka-nerka mungkin foto itu adalah foto lama yang sengaja di pasang.


Tapi, tidak mungkin juga keluarga sang kakak tidak akan berkunjung ke sanak saudaranya.


Yumna kemudian memilih untuk aku dan tidak memperdulikan apakah sang kakak iparnya akan datang atau tidak.


" Mau ke sini atau tidak bukan urusanku. Lagi pula aku sudah tidak mulai terlalu berurusan dengannya. Aku di sini sudah tidak terlihat baik jadi lebih baik aku diam dan tidak membuka suara saat Ibu berbicara soal si kembar." Ucap Yumna.


Dan benar saja, Ibu mertuanya serta beberapa saudara yang lainnya bertanya apakah si kembar sudah datang ke sana atau tidak.


Yumna memilih menjawab dengan kata tidak tahu.


Ya, hanya kata itu yang mampu Yumna ucapkan, jadi setidaknya dia akan terbebas dari hal-hal buruk yang akan mungkin terjadi jika jumlah banyak bicara.


" Kapan balik ke Bali?" Tanya Novi


" Aku tidak tahu, aku sih pengennya cepat-cepat pergi karena aku takut telah mendaftarkan Ilmi sekolah."


" Galang gimana?"


" Tau, iya sih bilangnya mau berusaha mencari pinjaman uang dengan jaminan BPKB. Tapi Aku sama sekali tidak melihat usahanya."


" Coba besok tanyakan baik-baik kapan lebih tepatnya akan berangkat ke Bali. "


" iyaa." Ucap Yumna.


Huft, inilah yang paling tidak disukai Yumna.


Harus bertanya dan kembali berunding dengan Galang.


Bukan Yumna tidak mau untuk berunding dengan suaminya sendiri, Tapi Yumna malas karena akhir dari rundingan itu selalu berujung pertengkaran atau berujung perkataan yang membuat Yumna sakit hati.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2