
Entah berapa lama Yumna dan Arumi tidur, karena saat mereka terbangun, mereka sudah tidak lagi ada di jalan raya
" Nduk bangun, Ayo kita istirahat dulu."
Nenek membangunkan Yumna dan Arumi saat mereka sudah tiba di tempat peristirahatan.
" Emm, ya nek. Aku akan ke ke kamar mandi." Ucap Yumna.
" Arumi, kamu mau ke kamar mandi atau tidak?"
" Tidak, Aku sedang malas, aku di sini saja."
" Ya sudah tolong jagakan Ilmi sementara aku ke kamar mandi."
Arumi hanya mengangguk kan kepalanya. Yumna segera keluar dari mobil..
" Toiletnya sebelah mana?" Tanya Yumna pada sang nenek.
" Disebelah sana." Ucap nenek, sambil menunjuk arah toilet.
Yumna mendapati toilet sedang antri, Yumna kemudian segera berdiri didepan kamar mandi, yang tidak ada orang mengantri.
Lama Yumna menunggu, hingga tak lama kemudian muncul dua orang yang mungkin seumuran dengan Yumna dari kamar mandi.
Semerbak wangi ketika dua orang tadi melewati Yumna.
" Mereka pasti mandi disini, padahal tulisan nya kan dilarang mandi." Pekik Yumna.
Yumna memilih untuk mencuci muka. Setelah nya, Yumna segera kembali ke mobil sebelum Ilmi menyadari jika dirinya tidak ada.
" Toilet nya sangat antri." Ucap Yumna, saat dia sudah masuk ke dalam mobil.
"Bekal nya mau dimakan di sini atau di bandara saja?" Tanya sang nenek.
" Di bandara saja mungkin 2 atau 3 jam lagi Kita sudah sampai." Ucap sopir.
" Aku mau ke toilet dulu. Tong ayo temani aku ke toilet." Ucap salah seorang pria yang sebelumnya duduk di kursi belakang, dia mengajak sang sopir menemaninya pergi ke toilet.
" Nek, mereka itu siapa? kok bisa ada 2 supir?"
" Yang satu itu pemilik mobil. Yang satu lagi itu saudaranya, katanya dia memaksa ikut. Si sopir mengiyakan, karena pikir si sopir perjalanan yang jauh jadi dia bisa bergantian menyetir mobil."
" Ohh.."
Tak beberapa lama kemudian Ilmi terbangun.
" Bunda mau jajan, Ilmi lapar."
Yumna juga sebenarnya lapar, namun dia tidak enak jika harus meminta makan pada nenek.
Jadi Yumna mencoba mencari sebuah minimarket, pastilah ada minimarket di sekitar sana karena mereka sedang berhenti di rest area.
" Mencari apa?" Tanya seorang pria yang juga ikut dalam perjalanan, yang baru saja selesai dari kamar mandi.
" Ilmi minta jajan, di mana ada minimarket di sekitar sini?"
" Disana. apakah kau mau ke minimarket ayo aku temani aku juga ingin membeli rokok."
" Ilmi mau ikut membeli jajan atau tidak?"
" Ikut."
" Kau mau ikut atau tidak." Tanya Yumna pada Arumi.
" Tidak aku di sini saja. Tapi belikan juga jajan untukku."
__ADS_1
" Baiklah."
Saat Yumna akan berjalan bersama seorang pria yang Yumna sendiri tidak tahu namanya.
" Mau ke mana?" Tanya nenek.
" Mau ke minimarket." Ucap pria itu.
" Aku juga ikut" Kata nenek.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju minimarket, sesampainya di dalam minimarket. Yumna cukup syok karena harga yang ada di sana terbilang dua kali lipat dari minimarket pada umumnya.
Yumna kemudian mengembalikan beberapa jajanan yang diambil, takut uangnya tidak cukup. Uang Yumna hanya tersisa satu lembar berwarna merah.
" Kenapa dikembalikan?" Tanya pria itu.
" Mahal." Bisik Yumna.
" Nduk, coba bantu nenek carikan roti, di mana disini tempat roti." Ucap nenek.
" Disebelah sana."
Yumna lalu mengantar nenek menuju rak tempat roti.
" Kasihan nduk, jika sopir dan temannya tidak diberi kue. Mereka bilang mereka juga tidak sarapan dan sedang lapar. Jadi, belikan ini saja buat mengganjal perut."
Nenek mengambil 2 buah roti isi. Lalu segera mengantri di kasir.
Setelah semua orang mendapatkan apa yang diperlukan, dan memastikan bahwa tidak ada orang atau barang yang tertinggal. Perjalanan pun kembali dilanjutkan.
Dan kali ini orang yang tadi menemani Yumna ke minimarket. Yang menyetir mobil.
Semilir angin membuat Arumi dan Ilmi kembali tidur, sementara Yumna memilih untuk menikmati perjalanan mereka.
Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, mereka akhirnya tiba di bandara Juanda Surabaya
" Cari parkir yang agak longgar dan sejuk, jadi kita bisa membuka bekal dan makan." Ucap nenek.
" Oke." Ucap sopir.
Setelah mencari lokasi yang pas. Mobil akhirnya parkir. Semua orang mulai turun dan meregangkan tubuhnya.
Mata Yumna mencari ke kanan dan ke kiri berharap dia menemukan toilet, dan dia menemukan toilet tepat di seberang jalan.
" Aku akan ke toilet." Ucap Yumna pada neneknya.
" Loh kalian tidak makan dulu?" Tanya kakek.
" Tidak aku mau ke toilet saja."
" Pasti mau mandi?" Ledek sang supir.
" Enak aja kami sudah mandi." Ketus Yumna walaupun sebenarnya dalam hati Yumna mengiyakan apa yang dikatakan Supir.
Yumna, Ilmi dan Arumi kemudian masuk ke dalam toilet yang berbeda.
Yumna lebih dulu memandikan Ilmi, kemudian menitipkannya pada Arumi setelah Arumi selesai lebih dulu dan bersiap untuk memakai makeup dan hijab.
" Aku tunggu di luar ya." Ucap Arumi.
" Oke oke. tolong pakaikan kaos kaki Ilmi."
" Baiklah. Ilmi ayo sama Tante nunggu bunda di luar."
Tak beberapa lama kemudian, Yumna sudah selesai dengan ritual mandinya.
__ADS_1
Sangat segar, rasanya Yumna ingin berlama lama mandi disana, tapi takut ketahuan penjaga toilet. Karena disana terdapat tulisan yang berisi keterangan dilarang mandi.
Yumna sedikit merias wajahnya agar tidak terlalu terlihat jelek dan kusam.
Yumna dan Arumi sama sama merasa segar setelah hampir setengah hari mereka belum mandi. Lalu mereka segera kembali ke rombongan dan mulai makan.
Setelah menyuapi Ilmi, Yumna mulai makan sendiri sambil ditemani pria yang mengemudi tadi.
Orang itu menemani Yumna makan sambil mengobrol dan bercanda tawa.
" Nduk, jam berapa katanya pesawat ibumu?"
" Katanya jam 11 waktu Malaysia." Ucap Yumna.
Pria tadi melihat jam tangannya.
" Pukul 11.30 WIB."
" Berarti setengah jam lagi pesawat dari sana berangkat."
" Ya sudah ayo cepat selesaikan makan lalu kita masuk ke dalam." Ucap nenek.
Setelah memastikan semua orang selesai makan.
Yumna segera membantu nenek membersihkan kembali sisa-sisa tempat makan mereka. lalu bersiap masuk ke dalam bandara.
Yumna dan Arumi terkejut melihat pemandangan di dalam bandara.
Mungkin karena bulan itu adalah bulan Desember. Jadi pihak bandara merias sesuatu dengan tema natal.
Yumna dan Arumi memilih
berswafoto. Mereka tidak ingin melewatkan pemandangan itu.
" Sini aku fotokan pakai HPku, HPku lebih jernih daripada hp-mu." Ucap pria tadi.
" Masak?"
Cekrekkk..
Pria tadi lalu mengambil foto Ilmi yang sedang berpose lalu menunjukkannya pada Yumna.
" Tu lihat kan kameraku jernih."
" Wah iya."
" Karena itu sudah ayo aku fotokan kalian nanti aku akan mengirimnya."
" Baiklah."
Yumna dan Arumi kemudian saling berpose bergantian. Sebelum akhirnya nenek dan kakek mengajak mereka untuk masuk ke dalam karena takut sang ibu lebih dulu tiba sebelum mereka.
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
__ADS_1
......................