
Yumna merasa sedikit lega karena Galang tidak lagi sering marah. Mungkin karena pemasukannya terbilang cukup lancar.
Mereka pun jarang bertengkar perihal ekomoni.
Beberapa bulan setelah nya, Virus mengerikan menyerang Indonesia. Kebijakan Lock down hampir diterapkan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali.
Yumna jadi khawatir jika nanti di Bali benar benar diterapkan lock down, bagaimana Galang akan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
" Ini, untuk bekal lock down." Ucap Galang sambil memberikan Sepuluh lembar uang merah.
" Dari siapa?" Tanya Yumna, dia sedikit terkejut karena ini pertama kali nya Galang memberikan uang dalam jumlah banyak dan tidak mengatakan hal yang membuat Yumna sakit hati.
" Dari aku, ini ongkos cincin yang sudah aku kerjakan kemari kemarin. Bos nya kakakku akan libur selama 14 hari. Jadi uang yang aku berikan dihemat." Ucap Galang
Yumna mengambilnya dan menyimpannya baik baik. Empat belas hari, bukanlah waktu yang sebentar bagi Yumna, mengingat harga sembako dan bahan pokok lainnya terus mengalami kenaikan harga.
Setelah menyimpan uang dengan baik, Galang mengajak Yumna dan Hasna untuk beristirahat. Tapi sebelum itu, Galang memutuskan untuk mandi sebelum tidur.
Tok
Tok
Tok
" Siapa?" Tanya Galang.
" Tidak Tahu."
Yumna yang baru saja berbaring langsung bangun dan segera membuka pintu.
Yumna tersenyum saat membuka pintu dan mengetahui bahwa yang datang adalah kakak ipar.
" Ini, dari bu bos, buat bekal lock down." Kata kakak ipar sambil menyerahkan sebuah kantung plastik besar berwarna putih.
" Terima kasih ya."
" Iya, Ilmi kemana?" Tanya kakak ipar berbasa-basi.
" Itu tidur, kembar kedengarannya belum tidur ya ?"
" Iya, masih mainan." Ucap Kakak ipar sambil berjalan pulang.
" Terima kasih Lo."
" Iya."
Yumna lalu membawa kantung plastik itu ke dapur untuk melihat isinya.
" Siapa?" Tanya Galang dari kamar mandi.
" Mama nya kembar, ngasih sembako. Katanya dari bu bos, buat bekal lock down."
" Oh, isi nya apa?"
" Beras 5kg, minyak 1 liter, kecap dan beberapa mie instan." Ucap Yumna sambil mengeluarkan semua barang dari kantong plastik, dan menatanya ke tempat lain.
" Ya lumayan lah." Ucap Galang.
" Iya Alhamdulillah."
...
Selama Galang berada dirumah, selama itu pula Yumna dan Galang seperti pengantin baru yang hampir setiap hari melakukan hubungan suami istri.
__ADS_1
14 hari berlalu, Namun Galang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Yumna terpaksa menggunakan uang tabungan yang ada untuk menyambung hidup, mengingat Galang yang sudah berusaha mencari pekerjaan namun tidak kunjung mendapatkan nya.
" Nda, uang belanja masih ada?" Tanya Galang di suatu pagi.
" Ada kenapa?"
" Kira kira cukup gak sampai aku mendapat pekerjaan?"
" Insyallah."
Galang terdiam, entah apa yang dipikirkannya. Mungkin dia memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan keuangan.
Pagi hari di minggu kedua bulan April. Yumna merasa ada sesuatu yang terlewat.
" Seperti nya bulan ini aku belum datang bulan." Ucap Yumna sambil mencari ponsel nya, dan melihat catatan pada aplikasi kalender haid.
" Terlambat 5 hari."
Yumna tidak cemas, karena sejak 9 bulan lalu, Yumna memutuskan untuk tidak KB apapun, atau memilih KB alami, dan agar mendapat jatah datang bulan.
Yumna tidak ber KB bukan tanpa alasan, karena Yumna tidak cocok KB suntik ataupun PIL.
Tapi, selama tiga bulan belakangan ini, jadwal datang bulan Yumna mulai berantakan. Dan sekarang Yumna santai walaupun dirinya sudah telat datang bulan selama 5 hari.
" Untung aku masih punya persediaan obat pelancar datang bulan." Ucap Yumna yang langsung meminum obat itu.
Tiga hari berlalu ....
Yumna mulai resah. Karena dia hampir menghabiskan 2 tablet obat pelancar haid, namun dia tidak kunjung datang bulan.
Malam harinya..
Sudah menjadi kebiasaan, menjelang datang bulan ketika kapsul tidak mempan, maka Yumna akan membeli jamu.
" Belum datang bulan juga?" Tanya Galang saat Yumna baru saja datang dari beli jamu.
" Belum."
" Ya bagus dong, berarti masih bisa dipakek."
" Enggak ah, kita berhenti dulu sebelum aku datang bulan." Ucap Yumna.
Rasa resah dan gelisah mulai menghantui Yumna.
Pasalnya ini sudah 1 minggu dia telat datang bulan. Yumna langsung membeli beberapa sprite dan salah satu minuman yang biasa dikonsumsi menjelang haid.
Glek glek glek.
Yumna merasakan sensasi panas dalam tenggorokan dan perut nya, karena minum minuman bersoda. Pasalnya selama ini Yumna tidak bisa meminum minuman yang mengandung soda. Begitu minuman itu masuk ke tenggorokannya, maka akan kembali keluar, seakan akan perutnya tidak mau jika minuman bersoda itu singgah di perut Yumna.
" Aku harus bisa." Ucap Yumna sambil mencoba menghabiskan 1 botol kecil sprite.
Galang yang selalu keluar saat sore hari, membuat Yumna bisa meminum sprite dengan tenang. Walaupun kadang Yumna meminum sprite saat malam hari ketika Galang terlelap tidur.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Ponsel Yumna berdering.
" Halo Farah?"
" Hai kak, bagaimana udah haid?"
__ADS_1
" Belum."
" Coba beli jamu xxx di toko jamu."
" Ada?"
" Ada, tapi kata mamaku, jamu itu akan membuat perut terasa sangat panas."
" Hmm, baiklah. Nanti aku akan coba."
" Kak.."
" Ya.."
" Kalau ternyata kakak hamil gimana?" Tanya Farah.
" Jangan lah. Kalau bisa jangan, kakak masih belum siap. Mengingat sifat Gilang yang masih belum berubah serta keegoisan nya yang masih bisa muncul kapan pun. Dan apa kamu tidak ingin dengan pertengkaran yang terjadi?."Terang Yumna.
" Ya sudah, aku doakan kakak tidak hamil."
" Makasih. Nanti malam, Kakak akan coba beli jamu seperti yang kamu katakan tadi."
" Bye kak."
" Bye.."
..
Malam harinya, dengan alasan membelikan Ilmi makanan, Yumna keluar seorang diri, dia lebih dulu mampir ke toko jamu langganan untuk membeli jamu yang dikatakan oleh Farah.
" Mas ada jamu XXX." Ucap Yumna setengah berbisik kepada penjual jamu.
" Belum datang bulan juga ya mbak?" Tanya penjual itu, sambil mulai mencari jamu yang di maksud Yumna.
" Belum."
" Jamu ini mau gak?, istri ku juga pernah telat 2 Minggu. Setelah minum ini langsung haid." Ucap penjual jamu sambil menunjuk bungkus jamu kepada Yumna.
" Boleh deh, saya ambil 2, sama jamu yang saya bilang tadi."
" Oke, bungkus."
Malam hari nya, saat Galang pergi ke rumah temannya. Yumna meminum jamu yang baru saja di belinya itu. Dan berharap dia akan segera datang bulan.
Tepat tengah malam, Yumna merasakan sakit yang luar biasa pada perut nya.
Rasa panas seperti terbakar. Yumna sekuat tenaga menahan rasa panas yang seakan membakar seluruh isi perut nya.
" Semoga ini pertanda bahwa aku akan segera datang bulan." Ucap Yumna.
Tuhan, jangan biarkan aku hamil sebelum ekonomi keluarga ku membaik. Jangan biarkan aku mempunyai anak lagi mengingat hubungan ku dan Galang yang belum benar-benar membaik. Semoga aku tidak hamil sehingga aku bisa bekerja untuk masa depan Ilmi. Batin Yumna.
Yumna menangis dalam diam, dia takut dirinya hamil, mengingat segala macam jamu sudah diminum, namun belum juga datang bulan.
...----------------...
...****************...
......................
...****************...
......................
__ADS_1
...****************...