
Dua bulan Yumna menahan diri.
Dan selama itu pula, Ibu mertua menunjukkan sikap yang berbeda dengan saat pertama bertemu, dan saat di rumah sakit
Hari ri ini adalah peringatan 100 hari mendiang Ayah Galang.
" Hallo sayang, sedang apa?" Suara Galang melalui panggilan video.
" Sedang istirahat, barusaja selesai membantu di dapur. Sudah sampai mana?"
" Sudah sampai kapal sayang, mungkin sore baru sampai."
" Hmm, baiklah. Hati² ya, aku ingin tidur sebentar."
Setelah meletakan ponselnya, Yumna memutuskan untuk tidur sebentar, sebelum kembali membantu di dapur.
" Kenapa Lala?" Tanya Yumna saat dia kembali membantu pekerjaan di dapur.
" Dia sedang sakit." Ucap Yani, adik bungsu Ibu Galang.
" Itu ambil wadah toples , dan masukan ini, pilih yang dingin ya." Ucap Ibu Galang menunjuk sebuah kerupuk yang sudah digoreng.
" Baiklah." Yumna berjalan menuju meja, kemudian mulai memasukan kerupuk yang sudah dingin dan menutup rapat toplesnya.
" Tolong gendong kan Lala, kalau kau sudah selesai dengan itu." Ucap Yani.
" Kemari lah, biar ku gendong." Yumna mengambil Lala dari pangkuan Yani.
" Assalamualaikum"
" Walaikumsalam"
Yumna meletakan Lala dengan hati², kemudian melihat siapa yang datang.
Ternyata Galang dan kakaknya, berserta istri dan putranya.
Setelah meletakkan tas, Galang pergi ke belakang menemui ibunya.
Baru malam harinya, Galang memeluk Yumna sebagai pengobat rindu. Yumna hanya tersenyum. Dia seperti tidak terlalu bahagia dengan kedatangan Galang setelah apa yang terjadi sebelumnya.
Dua minggu kemudian....
Yumna ikut Galang kembali ke Bali.
Sesampainya disana, Galang mengajak Naina melakukan USG lagi. Mengingat terakhir kali mereka melakukan USG, saat usia kandungan nina 2 bulan. Dan sekarang memasuki bulan ke 5.
Dirumah sakit...
" Ada keluhan bu?, Ini detak jantung bayi ibu." Memperdengarkan bunyi detak jantung.
" Masih sedikit mual."
" Nanti saya resep kan obat dan vitamin ya bu."
" Tekanan darah normal, jantung bayi terdengar baik. Mari saya antar kan ke ruang USG."
Yumna dan Galang mengikuti perawat yang masuk ke dalam ruangan.
Setelah mengetuk pintu, mereka masuk. Dan disana sudah ada dokter laki², yang melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
" Kehamilan pertama ya bu, Usia nya 5 bulan, janin nya sehat ya, ini ketuban, dan bla bla bla bla bla..."
" Apa bagian tubuhnya sudah lengkap dok?" Tanya Galang sambil memandang layar TV.
" Sudah pak, ini kepala, tangan dan kakinya. Bayinya sehat. Bulan depan kita lakukan USG ya" Jelas dokter.
Setelah pemeriksaan selesai dan menebus obat.
" Alhamdulilah, lega sekarang aku nda, karena bayi kita sudah lengkap anggota tubuhnya. Dulu aku selalu kepikiran, takut kenapa²." Ujar Galang saat mereka dalam perjalanan pulang.
" Aku juga tidak percaya, jika di dalam perutku ada seorang bayi." kekeh Yumna sambil memeluk Galang.
" Kau ingin makan apa,?"
" Emm, tidak. Aku tidak ingin apa²."
" Kalau begitu kita langsung pulang?"
" Iya, aku merasa badanku kurang enak." Ucap Naina sambil menyandarkan kepalanya di bahu Galang.
Galang mengusap usap tangan Yumna yang melingkar di pinggang nya ,
Yumna menjalani hari² dengan kebahagian.
Galang begitu memanjakan Yumna.
Hingga hari dimana harus kembali melakukan kontrol kehamilan, merupakan hari terakhir sikap manis Galang kepada Yumna.
" 70% Jenis kelamin nya perempuan ya bu, pak." Ucap dokter.
Yumna melihat ke arah Galang yang senyumnya mulai memudar setelah doktern mengatakan jenis kelamin calon anak mereka.
Dulu sebelum menikah dan setelah menikah, Galang selalu memberi tahu Yumna bahwa Galang begitu mendambakan anak laki-laki.
Mereka sama sama diam, hingga sampai di rumah.
" Tidurlah nda, kau pasti lelah. Aku juga akan beristirahat. Pekerjaanku besok sangat banyak." ucap Galang, saat mereka sudah sampai di rumah.
Mereka pun tidur dengan posisi saling membelakangi.
Yumna terisak melihat perubahan sikap Galang yang sangat cepat, tidak ada lagi perlakuan istimewa seperti bulan lalu.
Apa karena calon bayinya perempuan???
...----------------...
...----------------...
Satu bulan kemudian. ..
Galang dan Yumna pulang ke Jawa, mereka pulang beberapa hari sebelum tahun baru. Dan melakukan acara 7 bulan kehamilan Yumna akan dilaksanakan di rumah Galang.
Malam tahun baru....
Yumna mencoba berbaur dengan teman² Galang yang berkumpul di rumah untuk acara bakar² ikan dan kembang api.
Yumna memilih untuk mencoba melupakan Galang yang sikapnya semakin berubah dari waktu ke waktu.
Termasuk acara 7 bulanan yang hanya berjalan sederhana, hanya karena sudah tau jenis kelamin bayi yang di kandungnya, jadi tidak ada hal istimewa seperti acara adat 7 bulanan pada umum nya.
__ADS_1
Sungguh Naina merasa sangat kecewa.
" Aku akan tidur dulu, aku lelah." bisik Yumna pada Galang.
" Ya, tidurlah dulu. Aku akan menemani anak² sebentar."
Yumna memilih untuk masuk ke kamar karena Galang justru sibuk dengan teman teman nya. Dan seolah melupakan bahwa Yumna juga ada disana.
----------------
Keesokan harinya...
" Nda, setelah ini tinggalan disini, lagi pula 2 bulan lagi kamu akan melahirkan. Jadi kau bisa menemani ibu, saat adikku tidak ada dirumah."
" Aku ingin pulang sebentar ke Tanggul. Novi baru saja pulang dari Lombok."
" Ya, tapi jangan lama² disana. Kasihan ibuku." Ketus Galang.
" Aku akan belanja keperluan bayi di sana dengan ditemani Novi."
" Terserah." Ucap Galang acuh.
Hati Yumna begitu sakit melihat sikap Galang yang sungguh-sungguh berubah seratus derajat sejak tahu bahwa janin yang dikandung Yumna dipastikan berjenis kelamin perempuan.
Bahkan dalam perjalanan pulang ke rumah Yumna, tidak ada percakapan antara Yumna dan Galang.
Yumna terus saja mendengar Galang mengumpat kesal saat jalanan macet dan terjebak lampu merah.
Yumna tahu jika itu adalah bentuk kekesalan Galang karena Yumna pulang ke rumahnya.
Tanpa sadar Yumna meneteskan air mata. Dia memeluk perut Yumna hingga matanya menangkap sosok Novi yang sudah menunggu nya di pinggir jalan.
" Itu Novi." Ucap Yumna sambil menunjuk ke arah Novi
Tin
Tin
Tin
Tin
Galang menekan klakson motor, Yumna berteriak memanggil nama Novi sambil melambaikan tangan.
Novi membalas lambaian tangan Yumna sebelum akhirnya menyusul Yumna dan Galang.
...****************...
......................
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
...****************...
__ADS_1
......................
...----------------...