Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Hanya mimpi 2


__ADS_3

Yumna mengusap kasar wajahnya sambil memberikan ASI kepada Akifa.


" Seandainya aku benar-benar bisa kembali ke masa lalu. Aku sudah pasti akan memperbaiki keadaan." Ucap Yumna.


Beberapa menit kemudian Akifa sudah mengakhiri sesi minum ASI. Yumna yang masih dilanda rasa kantuk memilih untuk melanjutkan tidur selama beberapa menit sebelum memulai aktivitas di sore hari.


Tok


Tok


Tok


" Mbak...."


Yumna yang hampir saja tidur terlelap menjadi terkejut karena suara ketukan pintu.


Yumna langsung terbangun dan melihat dibalik jendela siapa yang datang.


Tok


Tok


Tok


" Mbak..."


" Iya.." Jawab Yumna segera setelah mengetahui yang datang adalah Ayuk.


Yumna segera mengambil barang titipan Galang yang memang milik Ayuk.


Ya, Ayuk adalah orang luar yang masih setia memberi pekerjaan kepada Galang.


Jadi selain bekerja bersama temannya Galang juga menerima pekerjaan dari orang lain.


Tapi sejauh yang Yumna tahu, Galang hanya menerima pekerjaan dari Ayuk. Itu dibuktikan dengan Yumna yang beberapa kali melihat orang datang ke sini untuk memberikan pekerjaan namun Galang menolaknya. Dan juga saat Yumna tidak sengaja membaca isi pesan dari ponsel Galang yang isinya penolakan pekerjaan.


" Huft, Apa salahnya di terima saja bukankah sebentar lagi akan memasuki bulan puasa pasti lah kalau tidak pintar pintar mencari rezeki tidak akan bisa punya uang untuk pulang." Ucap Yumna setiap kali melihat Galang menolak pekerjaan.


" Ini kan barangnya?" Ucap Yumna sambil memberikan sebuah barang berukuran kecil kepada Ayuk.


Ayuk terlihat mengambil serta meneliti barang tersebut.


" Ah iya benar. Ini ya, saya titip uangnya." Ucap Ayuk sambil memberikan beberapa uang berwarna biru.


" Ohya terimakasih."


" Oke, kalau begitu aku langsung pergi ya mbak."


" Iya."


Setelah kepergian Ayuk, Yumna menyimpan uang itu dan mulai melakukan aktivitas di sore hari. Memasak untuk makan sore kedua putrinya, lalu menyapu dan berbagai hal lainnya sambil menunggu Ilmi dan juga Akifa terbangun.


" Ayuk datang kesini?" Tanya Galang setelah dirinya baru saja pulang dari lomba burung.


Terbukti dengan Galang pulang sambil menggendong sangkar burung di belakang.


" Iya."


" Dikasih uang?"


" Iya.."


" Berapa?"


" Dua ratus ribu. Aku ambil ya, karena aku akan membeli beberapa kebutuhan yang sudah habis termasuk cemilan untuk Akifa."


Galang terdiam, tidak menjawab.


Namun dari raut wajah Galang, Yumna dapat mengerti jika sebenarnya Galang tidak rela jika semua uang diambil Yumna.


Hari ini, Yumna akan pergi berlibur bersama dengan keluarga sang paman.


Seperti yang sudah dikatakan paman sebelumnya, bawa paman yang akan menjemput Yumna serta kedua putrinya..


Tok


Tok


Tok


" Yumna, assalamualaikum..."

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Ceklek...


" Halo paman." Sapa Ilmi.


" Hai sayang, kau merindukan paman?"


Paman langsung memeluk Akifa dan Ilmi yang menyambut kedatangan nya.


" Di mana bunda?" Tanya paman.


" Sepertinya bunda masih di dalam kamar mandi." Ucap Ilmi.


" Baiklah, Paman akan menunggu di sini, dan apa kalian sudah siap atau belum?. dimana Ayah Kalian?"


" Ayah sedang pergi sebentar. Dia bilang akan segera kembali."


" Masih lama?"


Sisil, keponakan paman dari sang isteri ternyata ikut menjemput Yumna.


Sisil dan Yumna dulu sangat dekat ketika Yumna masih tinggal dengan sang Paman.


" Ilmi bilang, Yumna masih mandi." Pekik Paman.


Sisil lalu berjalan menuju kamar mandi,


Tok


Tok


Tok


" Yumna, ini aku Sisil?"


" Ya sil aku sudah ganti baju, sebentar lagi." Teriak Yumna dari dalam kamar mandi.


Ceklek..


" hei apa yang terjadi.?" Tanya Sisil. Saat melihat mata Yumna merah.


" Duduklah diluar akan aku ceritakan nanti, setelah aku selesai berganti pakaian."


" Akan berapa lama Ayah anak anak keluar ?" tanya Sisil.


" Entah mungkin tiga atau empat jam."


" Kenapa Galang tidak ikut?" Tanya Sisil.


" Ya, dia harus bekerja kan. Kamu sendiri bagaimana?. Kenapa Andi tidak ikut. Bukankah kita akan bersenang-senang?" Tanya Yumna.


" Kenapa mukamu jadi ditekuk ke begitu ibu hamil yang cantik.." Goda Yumna.


" Aku sebel sih sebenarnya. Aku tuh pengen ikut pengen selalu ada di dekat Andi terus. tapi Andi malah nggak mau kalau aku selalu ikut kemanapun dia akan pergi, tapi dia mengijinkan aku untuk berlibur bersama keluarga, aneh kan."


" Tidak aneh wajar saja toh. ini adalah anak kalian selama beberapa tahun penantian bukan, jelas saja Andi Tidak mau kau ikut kemanapun dia pergi dia takut terjadi apa-apa pada calon bayi kalian. Dan jika kamu bersama keluarga mu, Andi pasti tahu bahwa kamu dan calon bayimu akan baik baik saja."


" Seperti itukah?"


" Ya seperti itu."


" Hmmm, tapi aku tidak bisa jauh dari Andi."


" Ish kau ini, Andi kan hanya pergi selama tiga hari, lagi pulang kan ada aku dan Akifa serta Ilmi yang akan menemanimu."


" Iyaa kau bener, jadi katakan dalam rangka apa kau akan menginap ke rumahku, setelah berjalan jalan dengan paman?"


" sebenarnya...."


Belum selesai Yumna mengatakan alasannya kenapa ia ingin menginap di rumah Sisil, Ilmi masuk ke dalam kamar mandi.


" Tante Sisil dan bunda, Kenapa lama sekali sih?, sebenernya kita jadi nggak mau ke rumah tante Sisil??" ucap Ilmi dengan wajah cemberut.


" Jadi dong sayang ini bunda juga udah selesai kok. " Ucap Yumna, sambil keluar dari kamar mandi dan meletakkan handuk kedalam koper kecil di lantai dan siap membawanya pergi.


" yuk berangkat." Ucap Yumna

__ADS_1


" katanya tadi mau cerita." Ucap Sisil.


" Sttt, nanti saja di rumahmu ada Ilmi." Bisik Yumna.


" Hmm, baiklah."


Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi listrik yang menyala di dalam rumahnya, Yumna mulai memasukkan barang bawaan mereka yang tidak banyak dalam mobil paman.


Lalu Yumna mulai mengunci pintu rumah dan mengatakan kepada Galang via telepon bahwa mereka sudah dijemput dan siap berangkat. setelah itu Sisil mulai melajukan mobilnya dan langsung pulang ke rumah Paman.


" Mau mampir membeli sesuatu atau gimana?" tanya Sisil.


" langsung pulang saja aku sedang tidak mood untuk membeli apapun atau singgah di manapun." Ucap Yumna.


" Baiklah, sepertinya hatimu sedang benar-benar kacau."


" Bukan kacau lagi tapi serasa hatiku ini ini terpecah belah. aku sendiri tidak tahu Apa yang dirasakan hatiku."


" Ceritanya sepertinya sangat menarik. kita harus segera sampai di rumah kalau begitu."


Setelah mengatakan itu, Sisil melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi namun tetap hati-hati. Sedangkan Paman memilih untuk bercanda tawa dengan Akifa.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah milik Sisil.


" hore kita sampai tante bolehkah aku langsung bermain."ucap Ilmi dengan penuh semangat.


" Tentu saja sayang pergi lah."


Ya, Sisil baru saja membeli sebuah kolam mandi bola. Hal itu tentu saja membuat Akifa dan Ilmi bersemangat untuk bermain.


" Mau paman bantu membawa barang bawaan mu?" Tawar Paman


" Tidak, biar saya saja." Ucap Yumna lembut.


" Ya sudah, itu Paman akan langsung pulang dan akan mengabarimu begitu kita sudah siap untuk pergi berlibur."


Yumna hanya mengganggukan kepala sambil keselenggara paman yang mulai meninggalkan rumah Sisil.


" Sebaiknya kau ikut aku agar kau bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Kata Sisil


" Hmm, baiklah."


Yumna mengikuti langkah Sisil masuk ke dalam rumah nya


Sisil menikah dengan salah satu pengusaha roti terkenal di pulau Bali. Karena itu, Yumna tidak lagi mendatangi Sisil atau berhubungan dengannya karena jujur Sisil sedikit berubah setelah mendapatkan suaminya kaya raya.


Sisil lalu mengajak Yumna duduk di salah satu tempat duduk di tengah rumah itu.


" Lihat taman ini baru dibuat setelah Andi mengetahui jika aku hamil. jadi dia berpikir membangun taman ini agar kelak aku dan anakku bisa bermain-main di sini. Jika aku merasa bosan."Ucap Sisil sambil memamerkan sebuah taman kecil di samping rumahnya


" Sangat perhatian sekali suamimu itu. Kau sangat beruntung memilikinya."


" iya aku tahu, sekarang katakan padaku Apa yang terjadi padamu.."


Yumna mulai menceritakan awal mula saat dia dan Galang mulai menikah hingga sifat asli Galang. Hingga saat rumahnya berada di ujung tanduk dan bahkan Yumna dan Galang hampir bercerai namun batal karena Yumna hamil.


" Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


" Aku tidak tahu, di sisi lain aku sudah tidak tahu dengan sikap Galang. Tapi, di sisi lain aku juga tidak ingin berdua putriku mengalami nasib seperti itu aku. Besar di keluarga broken home yang akhirnya mereka akan kekurangan kasih sayang dari aku maupun dari Galang."


Sisil terdiam, sebenarnya Sisil sangat iba dengan kisah hidup Yumna. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Sisil hanya mempunyai Andi sekarang karena kedua orang tua tersebut sudah meninggal dunia.


Dan Sisil tidak mungkin meminta bantuan Andi untuk mengurus surat perceraian Yumna dan Galang. Karena sebelumnya Andi pernah mengatakan bahwa dia menyukai Yumna Sejak pertama kali jumlah berada di rumah paman.


" Aku doakan semoga dalam cepat mendapatkan hidayah sehingga pintu hatinya terbuka dan merubah sikap kasarnya kepadamu.


Yumna hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Sisil. Yumna tahu jika respon inilah yang akan didapat ketika dia bercerita dengan Sisil.


Untung saja Yumna tidak menceritakan kisah hidupnya secara menyeluruh kepada Sisil.


Karena Yumna tahu bahwa Sisil sebenarnya terpaksa mendengarkan cerita Yumna ataupun terpaksa bercerita kepada Yumna Karena sekarang siswa tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain Andi dan juga keluarga Pak Paman.


" Sisil, walaupun kau sudah tidak mempunyai orang tua tapi aku berani berkata bahwa kehidupanmu lebih beruntung daripada aku." Lirih Yumna saat Sisil pamit untuk menyiapkan makanan ringan sebagai bekal di perjalanan saat liburan nanti.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2