
Pagi hari, saat Yumna membuka mata, dia sudah sampai di pulau Dewata.
Senyum terukir menghiasi wajah Yumna pagi itu.
Dia tidak menyangka jika dirinya kini kembali berada di pulau Dewata.
Setelah mengantarkan beberapa penumpang. Kini giliran Yumna yang diantar oleh supir travel.
" Halo anak Ayah akhirnya sampai juga, kemari peluk ayah." Ucap Galang saat Ilmi dan Yumna baru saja tiba.
Setelah beberapa saat anak dan ayah itu saling melepas rindu.
Galang mengajak Yumna dan Ilmi untuk masuk ke dalam kamar kost, kamar yang dulu pernah ditempati Yumna dan Gilang, saat pertama kali mereka menikah. kini Yumna dan Galang kembali menempati kamar itu.
Ceklek...
Pintu terbuka, tidak ada apa-apa di sana. Hanya ada lemari sederhana pemberian tetangga, sebuah meja dan kasur lantai.
" Maaf tidak ada apa-apa." Ucap Galang.
" Tidak apa-apa, bukankah kita sepakat akan memulainya dari nol lagi."
" Yah kau benar."
Yumna kemudian memandikan Ilmi sebelum dia membongkar barang bawaannya.
Setelah menidurkan Ilmi. Yumna mulai menata barang yang dia bawa dan meletakkannya ke dalam lemari.
Malam harinya, Yumna menata beberapa susun selimut untuk tempat tidur Ilmi agar dia merasa nyaman.
" Uang pembayaran sepeda masih dibayar 4.000.000. Sisa nya akan dibayar minggu depan." Ucap Yumna pada Galang.
" Ya sudah tidak apa-apa, kita cari sepeda yang murah-murah saja dulu. Yang penting kita mempunyai sepeda, di sini susah jika tidak punya sepeda. Kita tidak bisa kemana-mana."
" Ya sudah bawa saja uang 4juta itu besok untuk mencari sepeda."
" Ya aku akan meminta bantuan Joko nanti, untuk menemaniku mencari sepeda. Sudah malam sebaiknya kita tidur. Kau juga pasti lelah."
Yumna tersenyum lalu mereka tidur sambil berpelukan.
....
Pagi harinya Ilmi terbangun dengan sedikit rewel, mungkin karena alas tidur yang tidak sempurna saat tidur diatas kasur.
" Kenapa sayang badannya sakit ya?" Tanya Yumna.
" Iya besok beli kasur ya bunda.." Ucap polos Ilmi.
" Iya nanti kalau ayah sudah punya uang kita beli kasur."
" Sama beli TV juga ya.."
" Sementara Ilmi nontonnya lewat laptop ya nanti malam kita pergi ke pasar malam mau beli kaset ini mau kan??" Tanya Yumna
" Iya Ilmi mau.."
" Tapi tunggu ayah sudah punya sepeda ya, Ayah masih pergi mencari sepeda bersama pakde Joko."
" Ilmi mau lihat film di laptop boleh?"
" Boleh dong sayang, Ilmi nonton ya bunda memasak."
" Iya bunda."
__ADS_1
Setelah menyalakan laptop dan memutarkan film untuk Ilmi, Yumna mulai memasak. Hingga tak beberapa lama kemudian Gilang pulang."
" Nda, sepedanya seharga 3.800.000."
" Ya sudah tidak apa-apa masih sisa 200 toh?
" Yang 200 tadi aku buat beli makananku dan Joko, kebetulan kami berdua tidak sarapan. jadi saat sudah mendapatkan sepeda aku mengajak Joko makan di warung."
" Ya sudah tidak apa-apa mau bagaimana lagi."
" Ayah belikan Ilmi kasur dengan TV." Rengek ilmi pada Galang.
" Iya nanti tunggu uang sisa dari pembayaran sepeda ya.."
....
Satu Minggu kemudian, Yumna menelpon sang ayah dan menanyakan kapan kiranya sang ayah akan melunasi uang kekurangan sepeda.
" Tunggu papa sudah gajian ya nanti papa kirim." Ucap sang papa melalui sambungan telepon.
" Kalau bisa Yumna minta tolong jangan lama-lama ya, kasihan Ilmi setiap bangun tidur selalu merengek. Karena kami tidurnya di kasur lantai."
" Iya akan papa usahakan secepatnya."
Tut. panggilan dimatikan...
Selang dua hari kemudian, papa Yumna menepati janjinya.
Dia mengirimkan sejumlah uang, kekurangan dari pembayaran sepeda.
Yumna langsung mencari kasur dan TV bekas di sosial media.
" Ini ada yah, kasur seharga 350 nego tv-nya 300.000 17 in. Semua masih bisa dinego. Siapa tahu dapat 500 keduanya."
" Nusa dua.."
" Jauh sekali ongkos pickupnya 100.000."
Yumna masih fokus bermain dengan ponselnya, karena dia sedang mengchat penjual yang memposting barangnya untuk dijual.
" Dikasih 500 yah."
" Coba bilang bisa antar ke sini nggak 600 ya nggak apa-apa. Coba lihat mana video kasur dan tv-nya"
Yumna kemudian memberikan ponselnya kepada Galang, setelah beberapa saat Galang melihat beberapa video yang dikirimkan oleh penjual..
" Kasur busa ya?"
" Iya tidak apa-apa kan untuk sementara. Inijuga mumpung TV dan kasur 1 orang yang jual. Jadi sekalian." Ucap Yumna.
" Layar Tv nya juga terlihat merah.., jangan-jangan tv-nya rusak."
Galang menyerahkan ponsel kepada Yumna.
" Terus gimana orangnya udah mau ni ngantar barangnya ke sini. Ini dia baru saja wa."
" Ya sudah tidak apa-apa."
Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, ponsel Yumna berdering panggilan dari nomor tidak dikenal..
" Halo Bu, ini saya yang jual TV dan kasur, saya sudah ada di di jalan yang ibu katakan, Saya harus ke mana sekarang?"
" Setelah belok kanan ada kos di sanalah saya."
__ADS_1
" Saya sudah belok kanan, tapi kosnya sebelah mana?."
" Sebentar saya keluar..."
" Yaya saya ya yang naik mobil putih."
Saat Yumna keluar, masih dalam sambungan telepon...
" Bapak kelewatan putar balik ini saya sudah di jalan."
Yumna melambaikan tangan kearah mobil putih.
Lalu orang yang ada di dalam mobil itu membalas lambaian tangan Yumna.
" Oke oke, saya putar balik sekarang."
Setelah sampai, Galang dibantu orang itu mengangkat kasur dan TV.
" Ini uangnya ya."
Yumna menyerahkan sejumlah uang kepada orang tersebut.
" Saya hitung ya Bu,"
" Ya silahkan."
Setelah beberapa saat..
" Pas ya bu, terima kasih kalau begitu saya permisi."
" Ya.."
Yumna kembali masuk ke dalam kamar, dia melihat Ilmi melompat-lompat di atas kasur.
Sepertinya dia senang karena sekarang dia punya kasur dan juga TV.
" lho kan layar TV nya merah. Sudah rusak ini tv-nya." Ucap Galang.
" Pantas aja orangnya mau harga murah." Imbuh Galang.
" Lalu bagaimana?"
" besok saja aku bawa ke tukang servis sekarang aku akan kerja dulu."
" Hmmm, baiklah."
Yumna bersyukur, walaupun layar tv-nya merah. Setidaknya sudah ada TV agar Ilmi dapat menonton film kembar botak kesukaannya. Dan juga, ada kasur empuk untuk mereka tidur.
Yumna kemudian menelpon ayahnya, dan mengucapkan terima kasih karena sudah membayar uang sisa pembayaran sepeda. Jadi dia bisa membeli sebuah TV dan kasur walau itu barang bekas.
...----------------...
...****************...
...----------------...
...****************...
...----------------...
...****************...
......................
__ADS_1
......................