
" Istirahatlah dikamar ku, nanti sore kita akan ke alun alun kota." Ucap Galang menunjuk kamarnya.
" Hmm, baiklah." Yumna memasuki kamar Galang.
Tok
tok
tok
" Yumna, apa kau mau ikut kami ke sumber air." Ucap Galang setengah berteriak, karena pintu masih tertutup.
" Untuk apa ke sana?." Ucap Yumna dari dalam.
" Mandi lah, masak tidur. Ayo berangkat." ucap Galang.
Tak lama kemudian, Yumna membuka pintu. Dilihatnya Galang dan adiknya sudah siap pergi.
Galang melajukan motornya melewati pemukiman warga dan sawah.
" Kenapa berhenti?." Tanya Yumna terheran², karena sepertinya ini bukan tempat yang di maksud Galang.
" Kita sudah sampai." Ucap Galang sambil membuka jaketnya.
" Hah!, dimana sumber airnya?." Tanya Yumna.
" Tentu saja didalam, ayo masuk."
" Ini namanya pemandian alam." Ucap Galang.
" Oh." Yumna sedikit heran karena pemandian itu mirip sebuah danau buatan.
Galang dan adiknya langsung menceburkan diri ke kolam. Sementara Yumna hanya bisa melihat karena dia tidak membawa baju ganti.
Setelah puas berenang, Galang mengajak Yumna dan Adiknya pulang.
Sesampainya di rumah...
" Kau mandilah, kemudian kita akan ke kota." Ucap Galang, memberikan handuk yang di ambilnya dari kamar sang Ibu.
" Emm, dimana Ibu?" tanya Yumna.
" Dibelakang, dirumah belakang."
Yumna kemudian mengikuti langkah Galang menuju kamar mandi.
" Itu kamar mandi nya, lampu nya di sebelah sana." Tunjuk Galang, kemudian berlalu dan pergi ke kamarnya.
****************
" Bu, saya pamit ya." Ucap Yumna sambil mencium tangan Ibu Galang.
" Iya, hati². Lain kali main kesini lagi ya." Ucap Ibu Galang.
Yumna hanya membalas anggukan, setelah Galang berpamitan pada Ibunya. Galang pun melajukan motor nya menuju kota.
Diajaknya Yumna berkeliling, pertama ke kebun teh. karena hari sudah mulai gelap, Galang mengajak Yumna untuk ke alun alun kota.
" Wah, jalannya nya sudah banyak yang di tutup. Sepertinya kita harus memarkir motor dan berjalan kaki menuju alun alun." Ucap Galang.
Setelah memastikan motor nya amat. Yumna dan Galang mulai menelusuri alun alun kota, gerimis turun mengacaukan semua orang yang sedang bersantai di taman. Termasuk Yumna dan Galang, mereka memutuskan berteduh di salah satu rumah makan di emperan jalan.
" Kau mau makan apa?" Tanya Galang pada Yumna.
"Lalapan cumi dan teh hangat." ucap Yumna.
__ADS_1
" Aku lalapan ayam dan jeruk hangat. Kau yang pesan oke." ucap Galang sambil berjalan menuju meja duduk.
Sedang Yumna, pergi memberi tahu pedagang tentang pesanan nya.
" Yumna, ayo kita menikah." Ucap Galang tiba², setelah meminum jeruk hangatnya.
" Uhuk uhukk... Menikah?, kita bahkan belum pacaran." Terang Yumna
" Pacaran itu memakan waktu lama, dan terlalu basa basi. Aku ingin menikah dan punya anak. Selama ini aku hanya memanjakan keponakanku, membelikan apapun yang ia mau. Memberi apapun yang tidak di berikan kakakku. Aku jadi ingin punya anak sendiri." Ucap Galang panjang lebar.
" Tapi aku masih harus membantu Ibu, membiayai sekolah adikku."
" Aku bisa membantumu, kalau cuma urusan biaya sekolah. Aku mampu, Adikku saja aku yang membiayai." Terang Galang.
Yumna terlihat berpikir keras. Tatapannya menatap ke arah air hujan yang turun dengan deras.
" Aku.. Tidak bisa menjawap." ucap Yumna.
" Hari raya, bagaimana kalau setelah hari raya kita menikah." ucap Galang.
" 6 bulan lagi?, Baiklah." Ucap Yumna mantap.
Tiga hari setelah acara melamar dadakan itu...
Drtt drtt drtt...
" Hallo..?"
" Nda, apa kau punya waktu luang?." ucap Galang.
Sejak malam itu, Galang memanggil Yumna dengan sebutan 'nda'
" Kenapa?."
" Ayahku akan di bawa ke rumah sakit Malang. Kalau kau tidak keberatan, mau kah kau ikut bersama kami? Agar Ibu ada teman saat bergantian menjaga Ayahku." Ucap Galang.
" Kita akan berangkat dulu hari ini ke Malang, dengan motor. Keluargaku akan berangkat besok pagi." Terang Galang.
" Baiklah, aku akan minta ijin Kakek. aku akan naik bus saja, jemput aku di terminal". ucap Yumna seraya mematikan sambungan telpon.
Setelah mengantongi ijin kakek, Yumna mengemas pakaiannya, dia membawa satu piyama dan satu baju ganti.
Yumna diantar adiknya menunggu bus.
Setelah ada bus lewat, Yumna langsung menstop bus, dan menaikinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. Yumna sampai di terminal.
" Hallo, kau dimana?, aku sudah di terminal." Yumna menghubungi Galang.
" Keluarlah, aku sudah di luar."
" Benarkah?. Baiklah aku kesana." Ucap Yumna mematikan ponsel dan memasukannya ke dalam tas.
" Kita akan kemana?". Ucap Yumna sambil menerima helm dari Galang.
" Ke rumah ku, setelah itu kita berangkat ke Malang."
" Aku pikir akan langsung ke malang, hehe."
" Tidak, aku akan menukar sepeda ini sementara. Kita akan ke Malang menggunakan sepeda temanku." Ucap galang sambil mulai melajukan motornya.
Dirumah Galang..
" Aku akan bersiap dulu." Ucap Galang saat Yumna sudah duduk di kursi.
__ADS_1
" buk.." Ucap Yumna menghampiri Ibu Galang, dan mencium tangannya.
" Hmm, kau sudah ijin pada keluarga mu nduk." tanya Ibu Galang.
" Sudah buk." Jawap Yumna.
" Ayo kita berangkat." ucap Galang sambil mengendong ransel warna hitam.
" Lo, ibu kira kalian akan berangkat bersama sama le." Ucap ibu pada Galang.
" Tidak bu, bapak pasti akan di rawat inap, jadi aku kesana dengan motor, siapa tau nanti di butuhkan untuk keperluan sesuatu." ucap Galang sambil mencium tangan ibunya.
" Oalah.. Hati² dijalan." Ucap ibu memandang Galang dan Yumna bergantian.
" Kami pamit buk." Ucap Yumna
Berbekal google maps, Yumna dan Galang menelusuri jalanan kota menuju rumah sakit di kota malang.
................
..
Sesampainya di kota malang...
" Wah... rumah sakitnya sangat besar. Kenapa memilih di sini " Ucap Yumna, saat mereka melewati rumah sakit terbesar di kota malang.
" Dokter menyarankan rumah sakit di sini dan surabaya. aku memilih disini, karna tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya 2 jam saja kan." ucap Galang sambil terus melajukan motornya.
" Kita mau kemana?" Tanya Yumna.
" Tentu saja mencari penginapan. Apa kau mau tidur di jalanan." ucap Galang.
Setelah berkeliling cukup lama, dari hotel satu ke hotel yang lainnya, semua kamarnya penuh.
Akhirnya mereka menemukan penginapan dengan tersisa 1 kamar kosong.
Karena tidak ada pilihan lain, mereka pun memesan kamar tersebut.
Setelah selesai membersihkan diri dan makan malam, mereka memutuskan untuk istirahat.
" Biarkan saja lampu nya tetap menyala, agar kita tidak dikira berbuat mesum." Ucap Galang saat melihat Yumna akan menukar lampu utama kamar, dengan lampur tidur yang sebenarnya cukup besar dan terang.
" Hmm, baiklah. aku akan tidur di sebelah jendela." Ucap Yumna sambil merebakan diri.
" Buka setengah tirai nya. Takut kita di grebek polisi" ucap Galang sambil menjatuhkan diri di kasur.
" Hahaha, memang sampai segitunya?, lagipula ranjang nya juga ada dua." ucap Yumna sambil membuka sedikit tirai.
" Jaga jaga." Ucap Galang.
Tak butuh waktu lama, kedua nya pun tidur sendiri² di ranjang yang berbeda. Rasa lelah membuat mereka cepat terlelap.
Hingga suara kaki berlari mengejutkan Yumna.
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
__ADS_1
......................
...----------------...