Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Mama Elsa


__ADS_3

" Lagi apa?" Tanya Mama Elsa yang melihat Yumna dari jendela.


" Tidak ada, bersantai sambil memikirkan kehidupan. Masuklah." Ucap Yumna.


" Ck, tidak usah dipikirkan, ngapain dipikirkan." Ucap Mama Elsa yang sudah masuk dan duduk didekat Akifa yang sedang bermain.


Yumna kemudian menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan Ayuk


" Aku punya teman, namanya Ayuk. Dia teman dekat ku, namun Ayuk pindah ke Lampung ikut suami, sebelum akhirnya Ayuk kembali ke Bali dan tinggal bersama dengan orang tuanya."


" Yumna kesini sendiri?" Tanya Ibu Ayuk.


" Iya bu, lagipula jaraknya tidak terlalu jauh." Ucap Yumna.


" Lama tidak pernah bertemu sudah punya buntut 2 aja." Ucap Ibu sambil melihat ke arah Ayuk yang seperti sudah tidak tahan ingin menceritakan sesuatu.


" Iya bu, Alhamdulillah Allah masih mempercayakan saya untuk menjaga amanah, ya walaupun yang kedua tidak direncanakan." Ucap Yumna.


" Itulah kalau Allah sudah berkehendak. Seberapa pun kamu berusaha mengelak. Jika Allah sudah mentakdirkan. Kita bisa apa?"


Yumna tersenyum dan mengiyakan perkataan dari ibu Ayuk.


" Bu..." Panggil Ayuk.


" Ya nak.."


Ayuk terlihat menghela nafas panjang sebelum dia mulai bercerita.


Ayuk yang ternyata sudah menikah lagi, bercerita pada ibunya dan mulai mengeluh tentang tingkah laku pasangannya itu.


Setelah menikah ia baru tahu karakter asli pasangannya yang keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dan lain-lain.


Setelah Yumna menyimak penjelasan dari Ayuk. Yumna menyimpulkan bahwa Ayuk ini berharap orang tuanya ikut mendukung dia menyalahkan suaminya itu.


Namun Yumna sangat kaget karena saat itu sang ibu hanya diam saja, bahkan kemudian ibunya pergi ke dapur, sementara Ayuk ini terus bercerita dan mengikuti ibunya ke dapur.


Membuat jiwa kepo Yumna meronta ronta ingin tahu apa respon dari ibu nya.


Beruntung saat itu Akifa mengikuti langkah kaki ibu Ayuk, sehingga Yumna mempunyai alasan untuk tetap menyimak percakapan antara anak dan ibu itu yang ceritanya sebelas dua belas dengan kisah rumah tangga Yumna.


Lalu sang ibu mulai memasak air.


" Yumna mau teh?"


" Boleh bu."


Ibu mulai menata beberapa gelas.


Setelah beberapa waktu akhirnya air pun mendidih.


Ibu menyeduh teh dan dengan senyuman memberikan nya kepada Yumna.


" Terima kasih bu." Ucap Yumna.


Ibu tersenyum kemudian kembali fokus pada panci yang masih berisi air panas.


Sang ibu lalu menuangkan air yang masih panas itu ke dalam 3 gelas lain yang telah dia siapkan.


Awalnya Yumna mengira sang Ibu akan membuat minuman untuk dirinya dan suami. Namun ternyata Yumna salah.


Dalam gelas pertama dia memasukkan sebuah telur, di gelas ke dua dia memasukkan wortel, sedangkan di gelas ke tiga di memasukkan kopi.


Ayuk dan Yumna saling berpandangan seolah olah sama sama bertanya apa yang akan Ibu lakukan.


Setelah menunggu beberapa saat, si ibu menunjukkan isi ketiga gelas tadi ke putrinya itu.


Dan hasilnya...


wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.


Lalu si ibu mulai menjelaskan,

__ADS_1


“Anak ku… masalah dalam hidup itu seperti air mendidih. Namun bagaimana sikap kita lah yang menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi, Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi."


Mama Elsa terlihat menunggu kelanjutan cerita Yumna, sama seperti dulu Yumna yang begitu penasaran.


" Jadi wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tapi merekalah yang berubah karena air panas itu. Sementara kopi malah mengubah air, membuat air itu menjadi harum."


"Akan sangat mudah untuk bersyukur pada saat keadaan kita baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?” Tanya ibu yang membuat Ayuk serta Yumna diam seribu bahasa.


Mama Elsa juga terlihat diam, seakan mencoba mengartikan penjelasan Yumna.


" Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. Ada yang mengeras, marah, dan menyalahkan pihak lain


Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana. Itu semua tergantung pilihan kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan."


Mama Elsa mulai mengerti apa yang Yumna bicarakan.


"Tak lama kemudian, Azam dan Ilmi datang." Lanjut Yumna


" Azam adalah seorang bocah laki-laki berumur 6 tahun, dia adalah putra Ayuk dengan suami sebelum nya. Dan Ternyata sudah menjadi kebiasaan Azam, dimana ketika orang tuanya tidak bekerja dan akan berada di daa rumah sepanjang siang. Azam ingin membuat sebuah kejutan untuk kedua orang tuanya."


" Hari ini Azam berencana membuat sebuah kue pancake dan dia mengajak serta Ilmi untuk membuat kue."


"Ilmi?" Tanya Mama Elsa.


"Sangat bersemangat."


"Azam mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperwear berisi tepung yang agak berat, dan menumpahkan sebagian isinya ke lantai."


"Lalu dia mengambil sebagian tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu Azam mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa bekas telapak kaki kucing yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. "


"Azam belepotan dengan tepung dan dia kelihatan sangat frustasi."


"Saat aku hendak membantu, Ibu Ayuk mengisyaratkan agar Yumna tetap ditempat dan melihat saja."


"Aku kemudian mengerti. Yang Azam inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan papa dan mamanya tapi yang terjadi malah kelihatan sangat buruk."


Azam sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Sepertinya dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau di oven.


Tiba-tiba Azam melihat seekor kucing mulai menjilati adonan yang dia buat, dan secara refleks dia mendorong si kucing agar tidak memakan adonan itu. Si kucing kemudian terlempar, Ilmi marah karena Azam mendorong kucing dengan sangat kasar.


Dengan sangat cemas dia berusaha membersihkan telur yang pecah itu, tetapi justru terpeleset karena licinnya lantai yang kini dipenuhi dengan tepung, membuat pakaian tidurnya putih dan lengket. Dan pada saat itulah dia kemudian melihat ke arah mama dan neneknya


Air mata kemudian berjatuhan di pipi Azam.


Yang ingin dia lakukan adalah berbuat baik, tapi justru kekacauan yang luar biasa yang dia buat.


Kini dia terlihat pasrah menantikan omelan, jeweran, atau malah mungkin pukulan.


Tapi Neneknya hanya memandang dia, lalu berjalan berjalan melawati semua kotoran yang dia buat.


Aku melihat sang nenek mengangkat dan menggendong Azam yang kini sedang menangis sehingga baju nenek ikut kotor.


" Anak kecil saja mempunyai cara untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya. Begitu juga kita dalam menghadapi kehidupan. Akan selalu ada cara tersendiri bagi kita untuk menikmati dan menunggu setiap kejutan dari Yang Maha Kuasa." Terang Ibu Ayuk.


...----------------...


" Cerita mu, sama seperti cerita yang aku pernah ceritakan padaku tempo hari." Ucap Mama Elsa yang kembali bercerita.


Dua orang kakak-beradik mengelola ladang pertanian keluarga bersama-sama.


Sang Kakak sudah berkeluarga dan memiliki beberapa anak sedangkan sang adik belum berkeluarga.


Mereka berdua selalu membagi keuntungan dari usaha keluarga itu secara merata.


Pada suatu hari sang adik yang belum berkeluarga berkata dalam hati,


"Memang baik berbagi keuntungan dengan kakak ku dengan jumlah yang sama rata, tapi saya masih lajang sehingga kebutuhan ku hidup ku tidak terlalu banyak seperti keluarga kakak ku, dia harus menghidupi istri dan anaknya."


Lalu pada tengah malam, sang adik mengambil sekarung gabah dari gudangnya.


Dia melintasi ladang yang terletak di di antara rumahnya dan rumah kakaknya, lalu sang adik meletakkan gabah itu di dalam gudang kakaknya.

__ADS_1


Sementara itu, tanpa diketahui sang adik, saudaranya ternyata memiliki pikiran yang sama dengannya.


Sang kakak berkata pada dirinya sendiri,


"Sebenarnya tidak pantas bila kami membagi keuntungan sama besar, karena saya sudah berkeluarga. Saya punya istri yang selalu memelihara dan mengurus kebutuhan ku, dan anak-anak ku akan mengurus kehidupanku kelak"


Hingga pada malam hari, sang kakak mengambil sekarung gabah dari gudangnya dan pergi diam-diam melintasi ladang mereka untuk memasukkan gabah ke gudang adiknya.


Selama bertahun-tahun, kedua kakak beradik itu bingung, mengapa persediaan gabah di gudang tidak pernah berkurang walaupun sering memindahkan gabah ke gudang saudaranya? Lalu pada suatu malam, terjadilah peristiwa yang tidak mereka sangka-sangka.


Sang kakak dan adik pergi ke gudang satu sama lain pada saat yang bersamaan.


Dalam kegelapan malam ketika membawa gabah, mereka ternyata bertemu dan saling menyadari apa sebenarnya yang terjadi selama bertahun-tahun.


Lalu mereka berdua meletakkan gabahnya dan saling merangkul.


Yumna yang mendengar cerita itu sedikit binggung dengan alur cerita, tapi Yumna dapat melihat cinta dari kedua saudara yang saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.


 


Yumna lalu menyadari..


Ketika seseorang memutuskan menjalani kehidupan rumah tangga, ia harus mempersiapkan banyak hal. Bagi lelaki, bukan hanya menyiapkan materi sebagai bekal untuk menafkahi istri dan anak-anaknya kelak. Bagi istri, diperlukan kejujuran dalam segala hal.


Termasuk tentang masa lalunya yang kelam, agar di kemudian hari tak menimbulkan beban berat atau permasalahan rumit yang dapat menghancurkan kehidupan rumah tangganya.


Perihal kejujuran, sebenarnya baik laki-laki dan perempuan, sama-sama dituntut untuk bersikap jujur. Ketika mereka telah menjadi pasangan suami-istri, yang namanya kejujuran sangat diperlukan dan akan menjadi penentu kebahagiaan dan kelanggengan rumah tangga mereka.


Yumna yang saat itu bermain kerumah Heppi sambil menunggu Ilmi pulang mengaji tidak sengaja menemukan sebuah cerita pendek yang cukup menarik dalam tabloid Nova (edisi 1585/XXX 09-15 Juli 2018).


Cerita pendek tersebut berjudul Rahasia yang Disimpan Ayah karya Anggoro Kasih. Berkisah tentang kehidupan sebuah rumah tangga yang sangat rumit. 


Ya. Bagaimana tidak rumit? Karena antara suami dan istri tak saling jujur, memiliki rahasia sendiri-sendiri, dan baru terbongkar setelah suami meninggal dunia. Suami yang bernama Febri Utomo adalah seorang pengusaha hebat. Namun, di balik kehebatannya, dia tega membohongi Nandari, istrinya. Febri ternyata memiliki perempuan lain dan juga seorang anak yang masih kecil. Parahnya, hal itu baru terungkap setelah Febri meninggal dunia.


Sementara itu, Nandari juga merahasiakan sesuatu dari Febri. Dulu saat menikah dengan Febri, sebenarnya ia sudah tidak perawan. Ia bahkan pernah melakukan aborsi akibat hamil di luar nikah bersama pacarnya. Karena pernikahannya dengan Febri tak dikaruniai momongan, mereka akhirnya mengadopsi anak perempuan bernama Matari. Matari yang sudah dewasa dan kuliah di luar negeri akhirnya pulang ketika mendengar kabar ayahnya meninggal dunia.


Pada hari di mana ayah meninggal itulah, satu per satu rahasia terungkap. Tentang wanita lain yang adalah istri kedua ayah yang datang melayat bersama anaknya. Lalu, identitas dirinya yang adalah anak adopsi. Kisah pun berakhir memilukan ketika Nandari memilih bunuh diri.


Yumna kemudian bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah kehidupan keluarga yang rumit antara Febri dan Nandari.


Kejujuran, saling menghormati dan menerima kekurangan satu sama lain, memang sangat diperlukan dalam sebuah rumah tangga. Tanpa itu semua, saya rasa sebuah rumah tangga akan rentan pecah dan berakhir memilukan.


"Pernikahan sama seperti negosiasi berkelanjutan."


"Tidak semua luka dapat disembuhkan oleh waktu."


" Orang berpikir bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak seperti dosa besar, padahal mereka tidak membuat siapapun merugi."


" Dulu keluarga saya bilang punya anak aja, rezeki pasti selalu ada. Ternyata nggak segampang itu. Sekarang yang nyuruh-nyuruh punya anak malah tutup mata kalau saya mau meminjam uang"


Dari banyaknya kata menbuat Yumna menyadari bahwa,


Dalam berumah tangga, kita juga perlu memahami dari dua sisi dalam setiap keputusan yang diambil. Ini bukan masalah sepele, melainkan masalah besar yang bisa berbuntut panjang dan seumur hidup.


Dari banyaknya kisah hari ini yang didengar Yumna.


Seakan membuat banyak orang harus belajar untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan, harus sama-sama dewasa dalam menyelesaikan segala masalah rumah tangga yang sedang menerjang, hingga dibutuhkan juga rasa syukur agar bisa melihat kehidupan dari sisi baik yang lainnya.


“Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” (Lihat Shahih Jami’ Shaghir karya Al-Albani)


Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah- kisah ‘Aisyah radhiyallah ‘anha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana kiat-kiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahagiakan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.


" Ah seandainya saja aku memiliki suami yang tinggi tentang ilmu keagamaan mungkin akan menjadi salah satu wanita yang paling berbahagia di dunia." Gumam Yumna.


Rumah tangga adalah perhiasan dunia yang paling berharga. Tak ada kebahagiaan sempurna selain kehadiran keluarga di sisi kita. Suami, istri, dan anak adalah anggota inti keluarga. Adapun keluarga kecil yang masih menunggu kehadiran anak alias hanya beranggotakan suami dan istri.


Kehidupan di dunia tidak selamanya mulus dan tanpa masalah. Tak jarang jika manusia dihadapkan pada sebuah masalah yang membuat mereka harus cek cok. Begitu pun dengan kehidupan rumah tangga yang seringkali datang ujian dan cobaan. Ada saja fitnah yang terkadang datang sehingga pertengkaran tidak bisa dihindari.


Komunikasi adalah hal penting dalam rumah tangga. Hanya saya Yumna sangat sulit membangun komunikasi yang baik dengan Galang karena setiap komunikasi yang coba dibangun Yumna selalu saja berakhir dengan pertengkaran.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2