
Pagi hari, Galang sibuk memasang kompor di teras kamar, kompor yang di bawa dari rumah, sedang Yumna, menata pakaiannya ke dalam lemari.
" Hei ini, pakailah. Aku sudah tidak menggunakannya." Ucap tetangga kos Galang.
" Nda.. Kemari lah, lihat mbak Yuni memberi kita rak piring." Teriak Galang.
Tak lama kemudian Yumna datang dan langsung menuju kamar Mbak Yuni.
" Bener ini sudah tidak dipakai?." Tanya Yumna memastikan.
" Iya, tapi cuci dulu, itu sangat kotor. Dan ini, aku juga ada magicom, tidak aku gunakan. Karena suami ku suka nasi yang di masak pada kompor." Ucap Mbak Yuni sambil menyerahkan magicom kecil.
" Terima kasih, ohya apa ada tukang sayur?"
" Ada biasanya pukul 06:15."
" Hmm, baiklah. Sekali lagi terima kasih." ucap Yumna sambil berlalu membawa rak piring dan magicom.
" Kompornya diletakan dimana?" Ucap Galang saat Yumna mencuci rak piring.
" Letakan di meja itu saja."
" Kalau kau sudah selesai, segera mandi. Kita beli nasi untuk sarapan. Aku sangat lapar." Ucap Galang setelah selesai meletakan kompor.
" Oke."
Setelah semua pekerjaan selesai dilakukan, Yumna bergegas mandi dan segera pergi menemui Galang yang sudah menunggu di atas motornya.
" Bagaimana kalau kita beli beras dan beberapa mie instan untuk makan malam, hitung² mencoba magic com baru dan kompornya, hehe." ucap Yumna.
" hmm, baiklah."
Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah rumah makan sederhana.
" Ini uangnya, belanja lah di sana. Biar aku yang memesan makanan. Jangan lupa beli kopi dan gula" Ucap Galang sambil menyerahkan dompetnya.
" Baiklah." Yumna menerima dompetnya, kemudian berjalan menuju mini market yang ada di seberang jalan raya.
Yumna mulai memilih apa² saja yang diperlukan.
Setelah di rasa cukup, Yumna menuju meja kasir dan segera membayar.
Yumna melihatnya Galang sudah ada di depan mini market.
" Sudah selesai?." Ucap Galang saat Yumba menghampirinya, Yumna hanya mengangguk sembari naik ke atas motor.
Galang segera menghidupkan mesin motor dan kembali pulang.
" Hati², ada mangkuk di sana. Nanti pecah" Ucap Yumna saat melihat Galang meletakan kantung belanja mereka.
" Apa mini market itu sekarang jual mangkuk?."
" Ah tidak, aku hanya membeli deterjen yang berhadiah mangkuk, hehe. Jadi lebih hemat." Kekeh Yumna.
__ADS_1
" Oh seperti itu?"
" Iya seperti itu."
Malam hari...
" Apa haid mu sudah selesai?" Tanya Galang saat medapati Yumna mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
" Sudah, kenapa?"
" Tentu saja kita akan membuat anak. Bukankah kita harus berbulan madu?." Kekeh Galang sambil menarik Yumna dalam pelukannya.
Malam itu pun mereka melakukan penyatuhan sempurna yang sempat tertunda.
Tak terasa satu minggu sudah berlalu, dan hampir setiap malam mereka melakukan penyatuhan itu.
" Semoga lekas menjadi bayi." ucap Galang sambil mengelus perut Yumna.
" Bagaimana akan jadi bayi, kalau kau melakukannya hampir setiap hari." Ketus Yumna.
" Loh, kan semakin sering semakin baik."
" Justru kalau terlalu sering membuat kualitas sper** jadi tidak baik."
" Oo begitu. Ya sudah kita melakukannya 3x seminggu, bagaimana?"
" Sudah lah, ayo tidur. Aku mengantuk. Besok aku harus bangun pagi agar tidak ketinggalan sayur."
Galang tidur sambil memeluk Yumna. Untuk sesaat Yumna merasa bahagia.
Di waktu senggang, Yumna berselancar di dunia maya untuk mengusir rasa bosannya.
Yumna jarang keluar dari kamar, karena dia tidak mengenal siapapun di kos itu.
Galang juga tidak mempermasalahkan nya. Sesekali Galang mengajak Yumna jalan jalan ke taman. Seperti mengajak Yumna bernostalgia di masa pendekatan dulu.
................
Tiga minggu kemudian, Yumna merasa ada yang aneh pada dirinya.
" Mas, tolong kerokan badanku, akhir² ini aku merasa kurang enak badan.
Sepertinya aku masuk angin." ucap Yumna.
" Baiklah ayo."
" Sepertinya kau memang masuk angin, lihatnya sangat merah"
" Hemmm..."
" Biasanya obat apa yang kau minum?"
" Aku biasanya hanya meminum tol*k Ang*n."
__ADS_1
" Istirahatlah, aku akan membelikannya untukmu." Ucap Galang setelah selesai memijat Yumna.
" Hmm, terima kasih."
" Kasihan, mungkin aku terlalu bersemangat mencetak anak sehingga membuat mu sakit."
Yumna hanya tersenyum mendengar penuturan dari Galang.
Galang lalu pamit untuk membelikannya obat.
Sepeninggalan Galang....
Drttt.....drtt....drttt...drrrt
" Hallo akak, apa kabar?" Teriak suara di telpon.
" Ck, jangan teriak². Aku sedang tidak enak badan." Jawap Yumna.
" Ha ?, apa kakak hamil."
" Emmm, hamil ?, tidak. Akak sedang masuk angin. Tadi sudah kerokan, dan sekarang nunggu suami akak belikan obat."
" Emmm, adik kira hamil, kalau hamil kan enak, anak kita nanti selisih umurnya tidak jauh, kan adik sekrang hamil 3 bulan."
" Hmm, sudahlah. Esok saja lagi cerita, akak ingin istirahat."
" Baiklah, sehat² ya akak sayang."
Tut.
Telpon di matikan. tak lama setelah itu, Galang datang membawa obat untuk Yumna.
Setelah meminumnya Yumna memilih untuk beristirahat.
Sementara Galang meneruskan pekerjaannya.
Hamil?. Apa mungkin aku hamil secepat itu?. Apa benar hamil?. Ah tidak mungkin. Aku pasti hanya sedang masuk angin. Batin Yumna
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...
...----------------...