Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Yumna - Galang


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Yumna sampai di gedung tempat dia akan mengikuti wawancara.


2 jam kemudian...


Drttt drttt drtt....


" Hallo.." ucap Yumna


" Apa kau sudah selesai?, Aku sudah ada di depan gedung" Ucap suara di seberang sana yang tak lain adalah Galang.


" Ah, ya. Aku sudah selesai, aku akan keluar sekarang." Yumna berjalan keluar gedung, tanpa mematikan ponselnya.


" Kau dimana?" Tanya Yumna, saat dirinya sudah di luar gedung.


" Aku yang memakai sepeda satria FU."


" Jaket abu abu bukan?." Ucap Yumna sambil melambaikan tangan ragu.


" Iya." Galang membalas lambaian tangan Yumna.


Tak lama kemudian, Galang menghampiri Yumna, dan mengajak nya berkeliling.


" Kita mau kemana?." Tanya Yumna


" Bagaimana kalau ke taman?." ajak Galang.


" Hmm, baiklah."


Tak lama kemudian. Mereka sampai di taman, lama mereka berbicara, saling bertukar kisah hidup. Karena hari sudah mulai senja, Yumna meminta diantarkan pulang ke rumah paman.


Dua bulan berlalu...


Yumna masih ada di rumah paman, menunggu panggilan dari berbagai tempat yang Yumna datangi untuk meletakan surat lamaran pekerjaan.


Sambil menunggu panggilan interview, Yumna mengisi waktu kosongnya dengan bekerja di konter, yang letaknya di seberang rumah paman.


" Seperti nya aku akan pulang ke jawa." Ucap Yumna, saat kencan dengan Galang.


Ya sejak pertemuan pertama mereka.


Galang jadi lebih sering berkunjung, bahkan saat Yumna libur kerja, Galang mengajaknya jalan jalan.


Kali ini Galang mengajak Yumna ke pantai.


" Kapan rencana mu pulang?." Tanya Galang.


" Mungkin sepekan lagi. Itu tanggal gajian ku, hehe. Setidaknya, aku ada uang untuk ongkos pulang." Terang Yumna.


" Apa kau mau pulang bersama ku?, naik motor." Tanya Galang.


" Bolehkah?, pasti menyenangkan melakukan perjalanan Bali-Jawa dengan motor." Ucap Yumna sambil tersenyum saat membayangkan dia akan menghabiskan waktu seharian dengan Galang.


" Tentu saja, aku juga akan pulang, Ayahku dirujuk ke salah satu rumah sakit di kota malang." ucap Galang.


" Ah iya, aku lupa jika Ayah mu sedang sakit."

__ADS_1


" Ya , karena itu aku harus pulang. Untuk mengurus segala sesuatunya."


" Kalau begitu aku akan membicarakan nya dengan paman. Semoga saja Paman mengijinkan aku untuk pulang bersama mu." Ucap Yumna, sambil menerima botol air minum.


----------------


----------------


Beberapa hari setelah nya. Yumna menghubungi Galang dan mengatakan bahwa paman mengijinkan Yumna pulang dengan Galang.


Yumna mengatakan bahwa itu akan menghemat uang. Daripada untuk travel. Lebih baik digunakan untuk hal lain. Walau berat, tapi akhirnya paman setuju.


Satu minggu kemudian, Galang datang pagi buta. sekitar pukul 05:00 WITA. Setelah berpamitan mereka pun berangkat. Perjalanan yang benar benar menyenangkan, sesekali mereka beristirahat di cafe dekat pantai.


Yumna tidak menyangka jika dirinya akan benar-benar bersama Galang seharian.


Setelah kurang lebih 8 jam perjalanan, Yumna dan Galang sampai di rumah Yumna.


" Masuklah, maaf rumahnya jelek." ucap Yumna, sambil membukakan pintu dan mempersilahkan Galang masuk.


" Duduklah, aku akan membuatkan mu minuman, maaf tidak ada kursi nya, hehe." Sambung Yumna.


" Dimana kakek mu." Tanya Galang.


" Sebentar aku panggilkan." Ucap Yumna sambil berlalu.


Beberapa saat kemudian, Yumna datang dengan kakeknya.


Setelah Galang bersalaman, Yumna pamit membuatkan minum.


Hingga saat Yumna datang membawa minuman, terlihat kakek mengobrol dengan Galang.


" Kalian bicara apa?" Tanya Yumna


" Entahlah, Kakek mu banyak bicara, aku tidak mengerti. Aku hanya diam dan mendengarkan." Ucap Galang sambil menyeruput kopi nya.


30 menit berlalu, suara kumandang adzan ashar membuat Galang pamit undur diri. Entah mengapa Yumna merasa sedih melihat laki laki didepannya akan pergi.


Beberapa hari kemudian, Galang mengajak Yumna jalan jalan, tepatnya di malam tahun baru.


" Katanya mau ngajak malam tahun baru an. Ini kok dijemput siang?" Ucap Yumna saat melihat Galang datang ke rumah nya pukul 10.00 WIB.


" Katanya kamu ingin tahu rumah ku. Jadi aku datang sekarang."


" Begitu?"


" Ya."


Setelah meminta ijin Kakek, Yumna dan Galang pergi ke kota Pisang.


Setelah satu jam perjalanan, Galang dan Yumna tiba di kediaman Galang.


" Masuklah, aku akan memanggilkan Ibuku." Ucap Galang.


" Dimana Ayahmu?." Tanya Yumna.

__ADS_1


" Beliau ada di kamar." ucap Galang menunjuk kamar dengan tatapan mata.


" Assalamualaikum." Suara laki laki memasuki rumah.


" Walaikumsalam" Ucap Yumna.


Laki laki itu melihat dan sedikit terkejut dengan kehadiran Yumna. Kemudian berlalu menuju kamar tengah.


" Dia Adik ku, masih sekolah." Ucap Galang saat dia datang dari arah dapur.


Yumna hanya mengangguk-angguk kepala.


Tak lama kemudian, muncul wanita paruh baya dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan teh.


" Nah, ini momy ku, momy tersayang ku." Ucap Galang memperkenalkan wanita itu, yang tak lain adalah ibunya.


Yumna bangun dan meraih tangan wanita tadi, setelah mencium tangannya. Yumna kembali duduk.


" Asli mana nduk?." Tanya ibu Galang


" Jember buk," jawap Yumna.


" Ohh, tinggal dengan siapa?." Tanya nya lagi


" Dengan Kakek dan Adik buk"


" Adiknya perempuan apa laki², kalian berapa bersaudara?."


" Kalau semua saudara ada empat, tapi kalau saudara se ibu hanya aku dan adikku." Terang Yumna dengan nada sopan


" Ooo, orang tua mu dimana?." seperti mulai mengintrogasi.


" Di Malaysia buk, sudah cerai. dan mereka sudah punya keluarga masing²."


" Oh ya ya, kalau anak saya ada tiga, Galang ini yang ke dua. Yang pertama ada di Bali juga, sudah berkeluarga. Yang bungsu, yang tadi itu." Terang Ibu Galang.


Yumna hanya mengangguk dan tersenyum.


Sebenarnya Yumna sudah tau, karena waktu di Bali, Galang pernah mengajak Yumna ke tempat kos nya. Dan memberitahukan siapa kakak nya.


" Minumlah, jangan sungkan² ya, ibu tinggal dulu." Ucap Ibu Galang, kemudian berlalu.


" Huft..."


" Kenapa tegang sekali?"


" Hehe.."


" Santai saja. Ibuku tidak pernah milih milih menantu." Ucap Galang.


Ya semoga saja. Batin Yumna.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2