Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Ternyata. ..


__ADS_3

Satu Minggu kemudian...


Galang datang dan bermalam satu hari dirumah Yumna.


Yumna sebenarnya ingin kembali beberapa hari lagi karena menunggu sang Ibu mengirimkan uang untuk membelanjakan baju hari raya Arumi.


Namun Yumna harus kecewa karena Galang tidak mau sebaring mengatakan,


" Jika kamu tidak ingin ikut aku pulang sekarang maka tinggallah disini. Aku akan pulang sendiri."


Yumna menangis sambil memasukkan pakaiannya ke dalam tas dan ikut Galang pulang ke rumahnya.


Sungguh itu adalah momen dimana Yumna telah menjadi pribadi yang begitu bodoh sehingga tidak bisa melawan perkataan suaminya.


Yumna hanya meminta beberapa hari lagi, agar Arumi bisa memiliki pakaian hari raya. Namun Galang dengan ketusnya menolak permintaan Yumna.


...----------------...


...****************...


Hari raya, harusnya hari saling bersilaturahmi. Saling mendatangi rumah sanak saudara.


Namun bagi Yumna momen itu tidak mungkin bisa ia lakukan.


Kehamilan ini membuatnya hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.


Jangankan untuk keluar rumah, berdiri saja sudah membuatnya mual hebat.


" Coba saja kalau istrimu KB dulu, pasti saat ini kalian bisa berkunjung ke sanak saudara." Suara Ibu terdengar dari kamar Yumna.


" Memang kenapa sih bu, kalau istriku hamil. Apa ibu tidak suka, jika aku punya anak?" Ucap Galang.


" Bukan begitu, kalau begini kan sanak saudara tidak ada yang tau istrimu siapa. Jangankan untuk pergi. Menemui sanak saudara yang datang ke rumah kita saja, istrimu tidak bisa menemui mereka." Ketus Ibu.


" Kalau misal istri ku KB dulu, lalu bernasib seperti keluarga Bang Harun bagaimana?, Ibu mau aku tidak punya keturunan." Jawap Galang.


" Ya bukan gitu maksud Ibu.."


Bla bla bla, Ibu dan anak itu terdengar berdebat dengan spekulasi masing².


Yumna memilih memejamkan mata, pura² tertidur saat tahu pintu kamar terbuka. Hingga sebuah pelukan mengejutkannya, ternyata Galang masuk ke kamar untuk menghindari Ibunya.


" Apa perutmu masih sakit?" Ucap Galang sambil memegang perut Yumna.


" hmmm, rasanya lebih baik saat kau tekan."


" Tidurnya, setelah ini kita akan periksakan kandungan mu."


" Tidak usah, hal ini normal menurut bidan. Dan juga aku malu harus bolak balik ke bidan yang sama. Bayangkan saja, kau mengajakku kesana 5x dalam 2 minggu."


" Hmm, baiklah. Ayo tidur."

__ADS_1


 


Beberapa hari kemudian...


" Nda, ayo kita ke klinik Dr. Elvi. Kata mbak Tina, dia adalah dokter kandungan yang cukup bagus, tempatnya juga tidak terlalu jauh dari sini."


" Hmm, baiklah"


" Apa kau kuat untuk berjalan."


Yumna hanya membalas dengan anggukan, Makin hari Yumna seolah tidak kuat membawa tubuhnya sendiri.


Yumna semakin kurus. Karena mabuk berat yang dialami selama kehamilan.


Setelah Galang memakaikan Yumna jaketnya. Mereka pergi menuju klinik Dr. Elvi.


" Selamat siang, ada yang bisa kamu bantu." Resepsionis.


" Saya mau USG "


" Apa sebelumnya ibu sudah pernah datang kesini?"


" Belum.."


" Baik, tunggu sebentar ya bu. Karena ini kali pertama ibu kesini, jadi akan saya buatkan kartu kunjungan dulu ya"


Beberapa saat kemudian...


" Ini kartu kunjungan ibu, harap dibawa saat akan kontrol selanjutnya. Mari saya antar ke ruang pemeriksaan."


ceklek...


" Mari bu silahkan, bapak juga boleh ikut."


" Kita tensi dulu ya, ibu ada keluhan."


" Pening, lemes, Mual muntah dok, dan kalau susah muntah, terasa sangat sulit untuk berhenti, sampai cairan yang di muntah kan berwarna kuning."


" Bagaimana makan dan minumnya?"


" Tidak bisa masuk dok, sekali makan langsung muntah.".


" Nah karena itu, karena tidak ada makanan masuk membuat asam lambung ibu jadi naik."


" Jadi bagaimana dok?" Tanya Galang.


" Kita liat dulu ya." Dokter meletakan gel di perut nina, kemudian mulai menggerak-gerakkan alat.


" Usia kehamilan genap 2 bulan ya, ini kantung rahimnya sudah terlihat besar. Dan... bakal janin nya ini sangat kecil." Menunjuk titik hitam pada layar.


" Harusnya ini sudah keliatan, ini terlalu kecil untuk usia kehamilan 2 bulan."

__ADS_1


" Lalu bagaimana dok?"


" Apa ada yang bisa masuk ke tubuh ibu selain makanan? susu ibu hamil?"


" Saya bisa berhenti muntah kalau minum atau makan sesuatu yang dingin dan manis dok." Terang Yumna.


" Susu hamil?"


" Kalau hangat muntah dok, tapi kalau dingin tidak."


" Ya tidak apa, minum susu hamil di beri es batu."


" Tapi dok, kata Ibu mertua nanti bayi nya besar"


" Justru sekarang ini, mengejar BB janin bu, karena janin ini dibawah ukuran normal, tidak apa makan atau minum yang dingin, kalau udah memasuki TM 3 baru tidak bolehnya bu. Atau begini saja. Saya kasih waktu 2 minggu. Kalau masih seperti ini, terpaksa ibu harus rawat inap disini. Demi bayi ibu."


" Baik dokter."


Setelah mengurus administrasi, dan menebus obat. Yumna dan Galang memutuskan langsung pulang.


" Lusa aku berangkat ke Bali, kau tinggal lah dulu disini sampai kondisimu membaik. Lagipula 2 bulan lagi 100hari Ayahku. Biar kamu tidak perlu bolak² Jawa-Bali."


" Terserah." Jawap Yumna karena dirinya benar benar tidak bisa mengendalikan rasa lemas.


Sepeninggalan Galang, Yumna kira akan senyaman rumah sendiri.


Ternyata dia salah, banyak omongan yang membuatnya merasa tidak nyaman.


" kalau bangun siang, makanan sudah matang baru bangun"


" Kerjaannya tidur saya, padahal dulu aku hamil anak 2 tidak begitu"


" Dia terlalu berlebihan"


" Tiap hari minumnya es, nanti bayinya besar"


" Makan nya pilih²."


Dan masih banyak lagi yang tak bisa di tulis dalam kata


Yumna hanya bisa menahan rasa kecewanya itulah.


Kehangatan keluarga yang Yumna rasakan dulu, kini telah berganti menjadi keluarga dingin dan sangat asing.


Yumna kerap menangis sambil memeluk guling, menahan rasa mual yang masih belum bisa di kendalikan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2