Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Ibu pulang


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Yumna mendapat kabar, bahwa sang Ibu akan pulang dari negeri Jiran.


Yumna sangat senang, dan dia meminta izin Galang untuk pulang, agar bisa ikut menjemput sang ibu.


" Ya sudah, tapi aku tidak punya cukup uang, untuk biaya mu pulang."


" Tidak apa apa, aku sudah mendapat pinjaman uang, ibu bilang dia akan mengganti nya setelah sampai di Indonesia."


" Kapan ibumu pulang?" Tanya gilang.


" Sekitar 2 minggu lagi."


" Ya sudah, kau segera memesan travel. Pulanglah lusa atau tiga hari lagi. Jadi kau bisa menemani ibuku sebelum ibu mu pulang." Ucap Galang.


" Ya. Aku akan mampir ke rumah ku dulu. Setelah itu, baru aku akan pulang ke rumah mu bersama adikku."


" Ya. terserah kau saja."


Tiga hari kemudian..


Yumna sudah ada dalam perjalanan pulang.


Dia merasa sangat senang karena sebentar lagi akan bertemu ibunya, namun dia juga sedih kalau meninggalkan Galang.


Walaupun selama ini Galang lebih banyak berlaku kasar padanya, tapi saat mereka akan berpisah, Yumna tentu saja merasa sedih.


" Hati hati ya, jangan lupa selalu menelpon ayah." Ucap Galang pada Ilmi.


" Iya ayah."


Cup


Galang mencium Ilmi, kemudian dia mencium kening Yumna.


blush...


Yumna merasakan getaran cinta dalam hati nya.


Seandainya sikap Galang selalu lembut seperti ini.


Pasti lah Yumna menjadi salah satu dari kelompok wanita paling bahagia di dunia ini.


" Kami pulang dulu ya ayah." Ucap Yumna sembari mencium punggung tangan Galang.


" Ya, kabari aku nanti."


Yumna mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil.


Mobil pun berjalan, Ilmi melambaikan tangan ke arah Galang.


" Bye ayah.." Teriak Ilmi.


Yumna melihat Galang juga ikut melambaikan tangan ke arah Ilmi.


Yumna terharu melihat pemandangan itu, ada apa sakiti hatinya saat dia meninggalkan Galang.


" Aku mencintaimu Galang, semoga setelah ini kamu akan berubah." Lirih Yumna sambil mengusap matanya yang mulai berair.


Sepanjangan perjalanan, Yumna dan Galang saling berkomunikasi lewat aplikasi hijau.


Yumna merasa sangat bahagia, karena sikap Galang sangat manis dan lembut.


Galang juga memanggil Yumna dengan sebutan sayang. Membuat Yumna merasakan kembali masa-masa saat dia pedekate dengan Galang.

__ADS_1


(kamu gak tidur sayang) pesan dari Galang.


(iya ini mau tidur Sepertinya aku sudah mulai mengantuk) balas Yumna.


(Ya sudah tidur nanti kabarin aku jika sudah menyeberang) pesan dari Galang.


(Ya sudah kalau begitu aku tidur dulu ya. kamu jangan lupa tidur juga jangan begadang) balas Yumna.


(siap sayang. Ya sudah selamat tidur 😘) balas Galang lengkap dengan emoticon cium.


Yumna tersenyum saat membaca pesan terakhir dari Galang. Lalu dia memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan bersiap untuk tidur karena perjalanan ini masih sangat panjang.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 10 jam, Yumna dan Ilmi sampai di rumah kontrakan milik Yumna.


Terlihat adik Yumna, Arumi sudah menunggu di pinggir jalan, karena memang sebelumnya Yumna sudah mengirimkan pesan kepada Arumi agar menunggunya di pinggir jalan.


Jadi, Arumi bisa membantu Yumna membawa barang bawaan milik Yumna.


" Halo Tante Arumi, aku sangat rindu tante." Ucap Ilmi, saat turun dari mobil dan langsung menghampiri Arumi dan memeluknya.


" Iya tante juga kangen sama adik. Yuk sekarang kita pulang, Tante sudah membelikan jajan untuk Ilmi."


" Hore terima kasih Tante."


Sesampainya di dalam rumah, Yumna segera mencari kakek dan mencium punggung tangan nya.


" Baru sampai? berangkat jam berapa travelnya tadi malam?" basa-basi kakek Yumna.


" Sekitar pukul 9."


" Oh ya termasuk masih sore ya. Tapi kok nyampeknya siang?. Dulu waktu aku kembali ke rumah paman aku dijemput pukul 7, dan subuh Aku sudah sampai disini."


" Ya kan aku masih mengambil penumpang di tempat yang jauh-jauh."


" Tidak karena pekerjaannya sedang sepi, jadi uangnya cuma cukup untuk biaya aku dan Ilmi pulang."


" Kapan katanya ibu mau pulang?"


" katanya sih 1 minggu lagi."


" oh ya sudah, aku pikir ibumu ingin aku yang menjemputnya, ternyata ibu mu malah menyuruh mertuanya yang menjemput. Padahal kan ibu mu itu, belum pernah ketemu dengan mertuanya, Kenapa bisa dia malah menyuruh orang lain untuk menjemputnya bukan ayahnya sendiri." Ucap kakek Yumna.


" Kata ibu, karena barang-barang ibu yang dikirim oleh suaminya ditujukan ke alamat mertuanya. Jadi sang suami menyuruh ibunya untuk jemput istrinya. karena dia mau ibu langsung tinggal di sana Dan tidak pulang ke sini." Terang Yumna.


Setelah mengatakan itu Yumna pamit untuk beristirahat, entah si Kakek paham atau tidak perkataan dengan kata-kata Yumna.


Yumna berada di rumahnya selama 5 hari, dan selama 5 hari itu, Galang tidak lagi bersikap baik.


Galang selalu mengajak Yumna bertengkar karena Yumna terlalu lama ada di rumahnya.


Seperti biasa, Galang selalu bertengkar dan mengatai Yumna segala macam kata buruk yang menyakiti hati Yumna.


Membuat cinta yang awalnya tumbuh kini menjadi layu lagi.


Yumna mencoba menumbuhkan lagi perasaan itu dengan membuka kembali album foto saat dirinya dan Galang sedang dalam masa-masa pendekatan.


Namun, rasa kecewa yang dirasakan Yumna tidak mampu menumbuhkan lagi perasaan itu.


Akhirnya Yumna dan Arumi menuju kota Galang.


2 jam.


Mereka menempuh perjalanan itu dengan menggunakan sepeda motor.

__ADS_1


Saat mereka sudah hampir sampai di rumah Galang, ban sepeda motor milik Arumi pecah.


Untung saja pecah ban itu terjadi tepat di depan sebuah bengkel. jadi Yumna segera membawa motor Arumi menuju bengkel yang langsung mengganti ban nya.


" Kenapa ban sepedanya?" Tanya wanita yang mungkin istri dari pemilik bengkel.


" Tidak tahu apakah bocor atau apa?" Ucap Yumna.


" Biar aku periksa dulu." Ucap seorang laki-laki yang keluar dari dalam rumah.


Beberapa saat kemudian..


" Ini banyak sudah pecah karena sudah terlalu tipis, mau diganti yang baru atau yang bekas?"


Yumna dan Arumi saling berpandangan.


" Mbak beli ban luarnya aku beli ban dalamnya gimana?" Ucap Arumi.


Yumna mengangguk tanda setuju.


" Ya sudah pak diganti saja, ban luarnya yang bekas aja dulu ya, karena uangnya untuk kebutuhan yang lain."


" Siap. Ya sudah duduk dulu sambil menunggu aku mau perbaikin motornya." Ucap laki laki tadi.


Setelah Yumna dan Arumi serta ilmi duduk. Arumi menyerahkan selembar uang berwarna biru kepada Yumna.


" Ini untuk membeli ban dalam sepeda motorku."


" Tidak usah, bawa saja. Insyaallah uangku cukup." Kata Yumna.


Drttt drrrrtt drrrttt


Ponsel Yumna berdering, panggilan dari Galang.


" Halo?" Jawab Yumna.


" Kamu itu ke mana saja sih jadi pulang ke rumah hari ini atau tidak?. Jangan-jangan itu hanya alasanmu saja" Ketus Galang.


Karena tidak ingin berdebat, Yumna mematikan ponselnya, lalu mengirimkan foto yang berisi sepeda motor Arumi yang sedang diperbaiki di sebuah bengkel.


(Oh ya sudah. Aku kira kau tidak jadi pulang hari). Pesan dari Galang.


Yumna tidak membalasnya, Dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Sungguh sebenarnya ia enggan untuk kembali ke sana.


Setelah ban sepeda selesai diperbaiki, Yumna melanjutkan perjalanan menuju rumah mertua nya.


" Huft...."


Yumna menghela nafas panjang sebelum akhirnya menghidupkan mesin motor.


...----------------...


...****************...


......................


...----------------...


......................


...****************...


......................

__ADS_1


__ADS_2