
Tiga bulan kemudian...
" Yah.. apa sebaiknya kita pindah kos, disini sangat panas. kasihan Ilmi."
" Iya, pelan pelan kita cari kos baru, tapi harus sabar. Kau tau kan pekerjaanku sedang sepi. Untuk makan saja susah."
" Jual saja kalungku."
" Tapi nanti kau tidak punya perhiasan lagi."
" Ya kan dijual lalu beli dengan bobot di bawahnya."
" Hmm, baiklah."
Setelah Galang mengantar Yumna menjual perhiasannya, mereka memutuskan untuk mampir ke rumah kos Kakak Galang.
" Dari mana?" Ucap kakak ipar saat Yumna, sampai di rumah kos nya.
" Dari beli keperluan Ilmi."
Mereka pun berbincang bincang hingga...
" Nda katanya ada kos kosong, milik ibu kos ini juga, hanya di jalan xxx."
" Benarkah?"
" Iya, apa kau ingin melihatnya?"
" Ayo." Antusias Yumna.
" Sini, biarkan Ilmi ada disini, selagi kamu pergi melihat kamar kos." Ucap kakak ipar.
Galang dan Yumna pun, langsung menuju alamat yang di berikan Pak Wayan, kaki tangan, sekaligus orang kepercayaan ibu kos.
" Bagaimana, kau suka?" Tanya Galang saat mereka sudah sampai di rumah kos.
" Bagus, luas. Tempat nya juga dingin"
" Jadi?, apa mau pindah kesini?" Tanya Galang.
" Boleh."
"Nanti sore kita datang lagi untuk membersihkan nya."
...****************...
Hari ini adalah hari yang sibuk. Setelah mengemas barang² di tempat lama, dan menata nya di tempat yang baru.
Yumna dan Galang memutuskan untuk makan di luar, agar bisa cepat istirahat.
Tempat kos yang nyaman, dan tentu saja ada beberapa tetangga yang julid, dan suka berbuat onar. Tapi itu masalah bagi Yumna selagi mereka tidak berlebihan.
Hingga tak terasa usia baby Ilmi sudah berusia 13 bulan. Artinya sudah hampir 6 bulan mereka menempati rumah kos yang baru.
" Yah, beras nya habis, gas habis." Ucap Yumna.
" Terus apa lagi yang mau dijual?, Aku tidak mungkin berhutang lagi pada kakak ku, hutangku sudah 5 juta, hanya untuk biaya makan." Ketus Galang
" Ya sudah, kalung ini saja dijual. Untuk makan." Yumna na melepas satu satu nya perhiasan yang tersisa dan merelakan untuk dijual ke 2x nya.
" Ya sudah ayo, aku antarkan."
Setelah ke toko perhiasan, Yumna dan Galang pergi ke salah satu supermarket, untuk membeli kebutuhan pokok.
" Aku akan pergi memancing." Ucap Galang.
" kenapa kau selalu memancing."
" Tentu saja untuk menghilangkan jenuh." Ucap Galang yang kemudian berlalu meninggalkan rumah.
" Kemana Ayah Ilmi?, mancing lagi." Ucap Hepi, tetangga sebelah kamar Yumna.
" Iya, setiap hari selalu memancing." Ucap Yumna.
__ADS_1
Hepi adalah tetangga sekaligus teman berbagi Yumna.
Anak hepi yang juga seumuran dengan Ilmi membuat ke dua nya menjadi dekat dengan cepat.
" Apa tidak ada pekerjaan?" Tanya Hepi
" Aku tidak tahu, yang aku tau dia selalu menolak pekerjaan dengan alasan ongkosnya murah lah, bos nya cerewet lah, yang ini lah, itu lah."
" Sabar.."
" Hmm, iya mbak."
Tak lama kemudian, Eka, penghuni baru di rumah kos itu datang dan bergabung bersama Yumna dan Hepi.
" Hei, dimana Ilmi dan Akbar?" Ucap Eka menanyakan anak Yumna dan Hepi.
" Mereka sedang main di dalam." ucap Hepi menunjuk kamarnya.
Mereka pun berbicara, saling bertukar cerita membahas pasangan masing, membicarakan pengalaman hidup masih masih. Yang isi nya tidak jauh berbeda dengan kehidupan Yumna.
----------------
................
" Nda, ayo main ke tempat kakak ku." Ucap Galang saat malam hari.
" Untuk apa?, kita baru dari sana 2 hari lalu."
" Tentu saja untuk menanyakan pekerjaan."
"Baiklah."
Sepulang dari rumah kakak ipar, Yumna dan Galang berhenti di sebuah kafe di seberang jalan, karena ada seseorang yang memanggil Galang.
" Halo bos, apa kabar." Sapa Galang.
" Hei Galang. aku mencari kamu, ternyata kamu sudah pindah kos ya." Ucap laki laki itu.
" Iya, saya pindah di Jalan xxx"
" Ada apa bos?" Tanya Galang.
" Ini, saya mau bikin cincin ini, bisa?" Menunjukan gambar pada Galang.
" Maaf bos, kerjaan saya banyak."
" Ah, masak gak bisa di sempetin bikin itu." Pinta laki laki itu.
" Maaf bos, kalau kerjaan dari toko, saya gak berani nunda."
" Ya sudah kalau begitu."
" Oke oke. Saya permisi bos. Sekali lagi maaf." Ucap Galang kemudian berlalu meninggalkan orang itu.
" kenapa tidak di ambil?" Tanya Yumna saat perjalanan pulang.
" Huh, bikinnya susah, ongkos nya murah. gak seimbang sama capeknya." Keluh Galang.
" Tapi kan alhamdulilah ada pemasukan, daripada enggak."
" Sudah kamu diam saja. Kamu mana paham pekerjaanku, kamu paham nya cuma menghabiskan uangku."
Yumna memilih diam daripada terus berdebat, akan membuatnya semakin terluka.
Beberapa hari kemudian...
" Ini, uang untuk belanja." Galang memberikan tiga lembar uang merah kepada Yumna.
" Bolehkah aku membeli sprei?, kita hanya punya 2 sprei, yang satu warna nya juga sudah pudar.
" Terserah kau saja."
Setelah mendapat ijin menggunakan uang pemberian Galang, Yumna mulai mencari sprei murah lewat aplikasi oren.
__ADS_1
Tiga hari kemudian....
" Yah pempes sama token listri nya habis, saat nya beli."
" Ya sudah sana beli."
" Uangnya."
" Bukankah kau sudah ku beri uang, kenapa minta lagi." Ketus Galang.
" Lo, kemaren kan buat beli sprei. Sisa nya untuk belanja"
" Huh, dasar. Mangkannya jangan boros. Kau selalu begitu. Baru punya uang sudah di belanjakan. Nih.. Di hemat, jangan di habiskan." Galang memberikan 2 lembar uang merah.
" Ini kirim kah kepada ibuku. Ilmi biar aku jaga, nomer rekening nya sudah aku kirim ke ponselmu." Ucap Galang sambil memberikan beberapa lembar uang lagi kepada Yumna.
Hiks hiks....
Yumna menangis diperjalanan, Galang bahkan dengan suka rela memberikan sejumlah uang kepada ibunya, namun sedikit ceramah bila memberi uang kepada nya.
Yumna ingat betul, bagaimana perubahan sikap Galang, saat Yumna hendak mengirimkan uang kepada adiknya. Padahal itu adalah uang Yumna sendiri dari hasil menabung saat jualan online. Galang pikir Yumna memakai uang nya untuk di kirim kepada adik nya.
" Ini.." Yumna memberikan struk bukti pengiriman kepada Galang.
" Ya sudah aku mau pergi memancing."
Sepeninggalan galang..
Drtt drtt drttt...
" Halo bu?"
" Apa kamu sudah membeli kan ilmi sepeda?, aku kan sudah mengirim sejumlah uang." Ucap suara yang tak lain adalah ibu Yumna.
" Iya bu, nanti aku beli."
" Jangan lama lama, nanti keburu uangnya ke pakai untuk belanja."
" Iya bu, setelah ini aku cari sepeda." Ucap Yumna kemudian mematikan sambungan telpon.
...Flashback on...
" Halo cucu nenek apa kabar?" Ucap ibu melalui panggilan video.
" Baik baik saja. ohya hari ini usia ku tepat 1 tahun lo." Ucap Yumna dengan menirukan suara anak kecil.
" Jadi, mau minta kado apa?"
" Apa saja." Kalau boleh belikan sepeda, jadi bisa aku mengajaknya jalan jalan, tanpa harus ku gendong."
" Berapa harga sepeda?"
" Mungkin 500ribu."
" Doakan nenek banyak rejeki ya, nanti nenek kirim uang untuk beli sepeda."
" Amin, terima kasih nek."
...flashback off....
...
" Ilmi badannya panas sayang." Ucap Yumna saat menyentuh dahi Ilmi.
" Yuk kita beli kompres demam, lalu kita beli sepeda"
Sambil mengendong Ilmi, Yumna berjalan menuju toko sepeda yang berjarak kurang lebih 700 meter dari rumah kos nya.
...----------------...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...