
( Ilmi beneran gak jadi pulang?). Pesan dari mama Elsa.
( Enggak mbak.) Balas Yumna.
( Kenapa gak pulang sama kakak ipar aja.) Pesan Mama Elsa.
( Loh, memangnya pulang ta?). Tanya Yumna, pasalnya selama beberapa hari ini Yumna juga tidak mendengar kabar apapun.
Yumna bahkan tidak pernah keluar sejak kepulangan Mama Elsa.
(Iya, katanya pulang. Soalnya ujian sekolah habis hari raya.) Jawap Mama Elsa setelah Yumna menunggu beberapa saat.
(Oh gitu, enggak ah. Nanti aku di buat bahan perbincangan lagi). Jawap Yumna dengan emoticon tertawa.
( Lo, ya Galang nanti suruh kasih uang ke kakaknya. Bilang buat urun bensin atau makan gitu). Ucap Mama Elsa.
(Biar wes aku tetap disini dan tidak pulang. Lagipula mobilnya juga pasti tidak akan muat. Sana saja keluarga nya sudah berapa. Belum aku bawa anak 2. Belum barang bawaan ku.) Balas Yumna.
( Soalnya kakak iparmu juga sempat tanya, kamu pulang apa enggak?) Kata Mama Elsa.
( Terus, mbak jawap gimana?) Tanya Yumna penasaran.
( Aku bilang gak tahu. Katanya sih gak pulang. Kenapa, aku yang gitu. Terus dijawap ya enggak apa, cuma tanya. Siapa tahu kau nitip Ilmi.) Ucap Mama Elsa.
( Oh gitu. Enggak wes biarin aja ada disini. Lebaran di sini.) Ucap Yumna yang kemudian meletakkan kembali ponselnya karena dia harus menidurkan Akifa.
Tok
Tok
Tok
Ceklek...
" Bunda, ada Arumi." Ucap Ilmi yang pulang dari bermain
" Iya, suruh masuk aja." Ucap Yumna dengan suara berbisik karena takut Akifa terbangun.
Yumna lalu melihat Novi dan Arumi serta Ilmi masuk dan menutup pintu dengan perlahan.
" Gimana?" Tanya Novi.
" Gimana apa nya?" Tanya Yumna.
" Jadi mudik?"
" Huft. Enggak, Galang sudah bilang, tahun ini jangan berharap bisa mudik. Dia bahkan menyalahkan aku yang tidak kunjung mendapatkan hasil dari menulis." Ucap Yumna sedikit sedikit bila mengingat perkataan Galang yang memperolok Yumna dengan kata-kata pedas.
" Galang sih kemarin tanya sama Om Bobi, kapan pulang. Siapa tahu masih ada harapan untuk pulang." Ucap Novi menghibur.
" Entahlah. Aku takut berharap. Karena setiap aku berharap kepada Galang. Ujung ujungnya selalu kecewa." Pekik Yumna.
__ADS_1
" Iya sih. Tapi kan tidak ada salahnya berusaha dan berdoa." Ucap Novi menyemangati Yumna yang sepertinya sudah tidak semangat untuk bisa pulang.
" Entah lah. Aku juga sedang berusaha untuk menulis. Tapi aku juga tidak mengerti kenapa novel ku belum mendapat pendapatan minimum. Mungkin aku belum begitu paham tentang S&K nya." Ucap Yumna.
" Jadi sekarang jumlah yang sudah kamu dapatkan berapa?" Tanya Novi.
" Huuuuuu, masih sangat jauh dari jumlah minimal untuk satu kali penarikan." Ucap Yumna.
" Sabar. Kalau mudik naik sepeda gimana?" Tanya Novi.
" Ya, aku juga pengen gitu. Tapi Galang pernah bilang jika kasihan Akifa jika pulang menaiki sepeda."
" Ya coba nanti di bicarakan lagi. Siapa tahu ada solusinya."
" Ya semoga saja."
Beberapa hari kemudian...
Adik Yumna menelpon dan bertanya apakah Ilmi jadi pulang atau tidak.
" Hmm, sepertinya tidak." Ucap Yumna dengan sedih.
" Memangnya berapa biaya travel ke jawa?" Tanya Arumi, adik Yumna.
" Kira kira satu juta. Sekarang sudah tangga dimana harga tiket naik karena memasuki masa mudik."
" Wuh, mahal ya.."
" Ya sudah, tunggu siapa tahu THR ku dapat banyak, jadi bisa bayarin travel kakak dab anak anak." Ucap Arumi.
" Tidak usah. Simpan saja uang mu. Tidak apa, aku pulang setelah lebaran. Doakan aku banyak rejeki jadi bisa pulang walaupun bukan waktu lebaran." Ucap Yumna.
" Ya sudah kalau begitu, aku mau lanjut kerja."
" Iya."
Setelah panggilan berakhir. Yumna sekali lagi mencoba menghubungi sang ayah berharap ayahnya mau meminjami sejumlah uang kepada Yumna agar Yumna bisa pulang dan belum lebaran bersama dengan ibu dan juga sang adik.
Namun, jawapan yang didapat Yumna masih sama.
" Nduk, sudah aku bilang jika aku akan menanggung biaya transportasi pulang pergi kamu dan anak-anakmu. Bahkan papa akan menanggung segala biaya hidup kamu selama kamu di Jawa. Asal, dari Bali kamu pulang dulu ke rumah kakak untuk menemani adikmu Saida. Kasihan nak adikmu itu." Ucap Papa.
Hmm, giliran Saida dikasihani. Sementara aku dan adikku dulu, minta uang untuk makan saja sampai harus berusaha keras seperti sedang mengemis. Jika tidak dihubungi lebih dulu, maka tidak akan ingat jika mempunyai anak. Tapi jika menyangkut anak dari istri keduanya, tidak bisa kekurangan atau kesusahan sedikitpun. Batin Yumna.
Malam harinya, Yumna mencoba kembali mengatakan kepada Galang bahwa Yumna siap untuk pulang naik sepeda ke Jawa.
" Memangnya kalau mudik naik sepeda habis berapa?" Ucap Yumna.
" Ya berapa. Gak banyak lah. Untuk bensin, makan sama biaya naik kapal." Ucap Galang.
" Kenapa?" Tanya Galang.
__ADS_1
" Ya pulang naik sepeda gimana, Akifa kan juga sudah cukup besar."
" Barang bawaan nya gimana?"
" Ya kan bisa ditaruk depan. Jadi Ilmi ada bantal untuk tidur." Ucap Yumna.
Galang terlihat diam. Yumna juga ikut diam karena takut jika Yumna bicara terlalu banyak justru akan memicu perdebatan yang berujung pertengkaran.
Keesokan harinya, Yumna mulai mendengar kabar beberapa penghuni kos yang sudah fix akan pulang.
Dan hari ini adalah hari dimana Novi akan mudik bersama dengan sang kakak.
" Kamu enak punya kakak. Sedangkan aku tidak punya siapa-siapa yang punya mobil." Ucap Yumna saat dirinya mengantarkan Novi berbelanja untuk oleh oleh ibu dan ibu mertuanya.
" Lo, kan kamu juga punya kakak yang bermobil." Ucap Novi.
" Kan kakak ipar. Bukan kakak sendiri, kalau kakak sendiri sih aku bakalan numpang." Kekeh Yumna. Sambil melonggarkan gendongan Akifa.
Ya. Mereka kini sedang beristirahat setelah berkeliling dan berbelanja.
" Galang gak ada pembahasan soal mudik lagi?" Tanya Novi.
" Gak ada. Cuma aku udah bilang sih, kalau aku dan Akifa siap dan bisa jika harus mudik lebaran naik sepeda. Aku bilang tidak apa apa. Yang penting kita bisa lebaran di Jawa. Dan apa kamu tahu, penghuni kos rata rata akan mudik. Hanya tinggal mbak Yuni saja." Ucap Yumna sambil memberikan Akifa minuman yang dia bawa.
" Galang sudah tahu jika penghuni kos banyak yang akan mudik?" Tanya Novi.
" Ya tahu mungkin."
" Terus respon nya?"
" Tidak ada"
" Ya sudah sabar. Aku yakin kamu pasti mudik. Bismillah mudik." Ucap Novi yang berusaha memberi semangat kepada Yumna.
Beberapa hari kemudian....
Yumna merasa sepi, tidak ada Mama Elsa dan juga Novi untuk berbagai cerita.
Hingga Novi membawa kabar yang membuat Yumna semakin berharap tinggi.
" Eh, kayaknya Galang akan pulang ke jawa naik sepeda. Dia sempat bilang sama suami ku, kalau kasihan Ilmi dan kamu jika tidak mudik sementara para penghuni kos mudik semua."
Alhamdulillah, setidaknya ada harapan untuk pulang. Batin Yumna
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...