Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)

Seandainya... (Waktu Dapat Diputar)
Semudah itu kah?


__ADS_3

Sesampainya di rumah kontrakan Yumna.


Yumna segera mempersilahkan Novi dan adiknya masuk.


" Hei.. kenapa suami mu tidak masuk ke dalam rumah?" tanya Novi saat mereka sama² baru sampai di rumah Yumna dan masuk kedalam..


" Dia memang seperti itu, seakan jijik dengan rumahku. Bahkan sikapnya berubah saat tau bayi ini perempuan." Bisik Yumna.


" Memangnya kemana kalau perempuan?." Tanya Yuni, sepupu Novi yang ikut ke rumah Yumna.


" Dia ingin anak laki², juga sikapnya berbeda jauh saat masih pacaran. Sekarang dia lebih sering menyakitiku dengan sikap egoisnya." Bisik Yumna


" Seperti apa?" Kepo Novi.


" Kapan² saja aku cerita, nanti Galang dengar." Bisik Yumna.


Yumna belakang untuk membuatkan minuman bagi Galang dan juga Novi.


" Ini minum, Maaf hanya teh dan juga beberapa cemilan seadanya." Ucap Yumna sambil meletakkan nampan di depan Novi dan juga adiknya.


" Ini sudah cukup." Ucap Novi.


Yumna kemudian membawa gelas kopi itu keluar rumah di mana dalam duduk di depan pintu.


" Kenapa tidak masuk?" Tanya Yumna.


" Panas, Aku tidak tahan dengan cuaca panas seperti ini." Ucap Galang yang terlihat sudah melepas kaos yang dikenakannya.


" Ya, Kalau di luar memang sangat panas coba kamu duduk di dalam pasti akan dingin lagi pula di ruang tamu juga ada kipas." Ucap Yumna.


" Aku di sini saja."


" Ya sudah terserah."


Yumna memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar menemui Novi dan juga adiknya.


" Galang tidak mau masuk?" Tanya Novi. Yumna menggelang.


" Ada apa sih. Kepo aku." Pekik Yuni.


" Iya cerita deh.."


Ceklek...


Saat Yumna akan mulai memberitahu kepada Novi. Dia mendengar suara pintu terbuka.

__ADS_1


Yumna melihat bahwa Galang masuk ke dalam rumah, menutup pintu serta meletakkan kembali gelas kopi yang sudah tinggal separuh.


Galang kemudian memilih tidur di atas kasur lantai yang ada di ruang tamu. Tak lupa pula, dalam menghidupkan kipas sebelum mulai memejamkan mata.


" Galang kemana?" Tanya Novi sambil berbisik karena takut Galang akan mendengar suaranya.


" Dia ada di ruang tamu sepertinya dia akan tidur." Ucap Yumna.


" Biarkan saja. Sekarang Ayo ceritakan sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan juga Galang?" Tanya Novi.


Yumna kemudian menceritakan semuanya. Dari awal perubahan sikap Galang saat Yumna meminta agar Galang tinggal selama beberapa hari lagi ketika Yumna baru saja mengetahui jika dirinya hamil. Hingga sikap asli keluarga Galang, juga perubahan sikap Galang saat mengetahui bahwa calon bayi mereka adalah perempuan.


" Kok gitu?"


" Iya, emangnya kalau perempuan kenapa?"


" Aku tidak tahu. Dan aku juga tidak mengerti kenapa aku begitu bodoh sehingga aku tidak bisa melawan kehendak Galang.


" Jadi sekarang bagaimana?" Tanya Novi.


" Aku tidak tahu." Ucap Yumna


" Maaf ya, karena aku sudah mengenal kamu dengan pria yang memiliki sikap buruk seperti Galang" Ucap Novi penuh sesal.


" Bukan salahmu. Kamu sendiri juga tidak tahu kan jika ternyata sikap Galang begitu buruk seperti ini." Ucap Yumna sambil tersenyum.


" Seandainya saja aku mempunyai kantong Doraemon. Mungkin aku akan menggunakan pintu kemana saja dan kembali ke masa di mana Aku sedang dekat dengan Galang. Jadi aku bisa lebih jauh lagi mengenal galau dan keluarganya sebelum memutuskan untuk menerima lamaran dari Galang." Ucap Yumna.


" Aku juga, seandainya waktu bisa diputar Aku akan kembali ke masa di mana Aku sedang menjalin hubungan dengan seniorku, dan memperbaiki keadaan." Ucap Novi.


" Nyata nya, waktu tidak akan pernah bisa terulang kembali." Ucap Yuni.


...----------------...


Dua minggu sudah Yumna berada di rumahnya sendiri, sementara Galang sudah kembali ke Bali di keesokan harinya.


Yumna mulai merasa bahwa Galang tidak pernah mau lebih lama tinggal dirumah Yumna.


Walau hanya rumah kontrakan, tapi itu membuat Yumna merasa nyaman dan tenang. Tidak merasa tertekan seperti saat berada dirumah Galang.


Drtt drtt drtt... Sebuah pesan masuk di ponsel Yumna.


(Sampai kapan kau ada di situ?) isi pesan ketus Galang.


(Memangnya kenapa kalau aku disini lebih lama lagi)

__ADS_1


(Dasar kau istri tak berguna, kau tidak menuruti apa kata suami. Kau tau dosa saat kau pulang kerumah mu sendiri tanpa suami. Pamalik.)


(Kenapa bisa?, bukankah kau sudah mengijin kan aku?)


(Apa kata orang nanti, kau melakukan acara 7 bulanan di rumahku. Tapi melahirkan di rumahmu. Dimana otakmu. Kalau kau masih ingin di situ, baiklah. Kita bercerai setelah anak itu lahir. Dan biarkan anak itu ikut denganku.)


Runtuh sudah air mata Yumna.


Bagaimana bisa suami nya mengatakan kata cerai dengan begitu mudahnya.


Semudah itukah Galang menyebutkan kata cerai?


Seburuk itu kah Yumna di mata Galang sehingga Galang dengan mudah mengucapkan kata cerai?


Apa selama ini Galang tidak mencintai Yumna dengan tulus?


Apa Galang menikahi Yumna hanya karena ingin Yumna menghasilkan anak untuk Galang dan juga agar Yumna mau mendengarkan perkataan dan memenuhi semua perintah Galang?


Bahkan Galang langsung menelpon Yumna dan mengatakan nya dengan jelas jika Yumna masih memilih untuk ada disana, maka setelah bayinya lahir mereka akan bercerai.


Galang juga mengatakan bahwa dia tidak butuh istri pembangkang seperti Yumna.


Karena tidak ada pilihan lain. Yumna akhirnya kembali ke rumah ibu mertua nya


" Ayah, Ibu.Kenapa ini terjadi padaku. Hiks Hiks Hiks, seandainya salah satu dari kalian ada disini, pasti hidupku tidak ada sepilu ini. Ibu, kau hanya mengatakan sanggup menanggung hidup aku dan bayi ku. Tapi bagaimana jika Galang datang dan merebut paksa bayi ku?, siapa yang akan membela ku bu. Hiks hiks hiks, kakek bahkan tidak mau ikut campur uruusanku ataupun membela ku kecuali aku memberi nya sejumlah uang. Kenapa hidupku seperti ini bu. Hiks hiks hiks..." Lirih Yumna setelah menutup panggilan dari Galang.


Ya, beberapa hari sebelumnya, Yumna sempat meminta pendapat kakeknya perihal sikap Galang yang seakan tidak memperbolehkan Yumna berada di rumah sendiri.


Namun, bukannya mendapatkan solusi, justru mendapatkan caci maki dari sang kakek karena Yumna memilih tetap tinggal di Jawa. Kakek mengatakan seharusnya Yunma ikut Galang ke Bali agar tidak terjadi seperti ini.


Yumna benar benar merasa bahwa tidak ada yang peduli dengan perasaannya. Tidak ada tempat bagi Yumna untuk menumpahkan segala kekesalan dan juga rasa kecewanya.


Yumna sempat berpikir untuk pergi dari dunia ini, tapi dia tidak sanggup jika harus mengorbankan bayi yang ada di dalam perut nya.


" Nak, walaupun ayahmu tidak menghendaki kehadiranmu. Tapi, bunda sangat mengharapkan kehadiranmu, karena kamulah kekuatan bunda sekarang. Kamu adalah kebahagiaan ku." Ucap Yumna sambil mengelus perut nya yang mulai besar sambil meneteskan air mata.


...----------------...


......................


...****************...


......................


...----------------...

__ADS_1


......................


...****************...


__ADS_2