
Yumna mencoba menutup telinga dari segala omongan yang menyakitkan.
Hingga, di hari terakhir Yumna ada di rumah sang mertua.
Ibu Yumna datang mengunjungi Yumna dan bertemu dengan mertua Yumna.
Sedangkan Arumi sudah lebih dulu pulang karena dia akan melamar pekerjaan bersama temannya.
Malam harinya setelah sang Ibu datang berkunjung.
" Jadi naik travelnya siapa besok?" Tanya Galang melalui panggilan video.
" Travel nya Xxxxx..."
" Berapa?"
" 200ribu."
" Di sini saja nanti aku yang bayar travel nya. Kamu ada uang untuk di perjalanan."
" Ada."
" Ya sudah. Aku mau lanjut kerja dulu."
" Baiklah."
Yumna mengakhiri panggilan videonya, meletakkan ponsel dan memastikan barang apa saja yang akan di bawaannya.
Kali ini, dalam perjalanan kembalinya Yumna ke Bali.
Yumna tidak lagi merasakan perasaan bahagia karena sebentar lagi kerinduannya akan terobati.
Galang yang selalu menunjukkan sikap buruknya membuat Yumna merasa seakan tidak ada lagi benih benih cinta.
Yumna merasa kembalinya Yumna ke Bali adalah sebagai bentuk pengabdian seorang istri kepada suami.
Yumna kini sudah berada di Bali lagi..
" Ini kalung milik Ilmi yang dibelikan ibu, kalungnya patah."
"Coba aku lihat."
Yumna memberikan kalung milik Ilmi kepada Galang. lalu Galang mulai memperbaiki nya.
Setelah selesai diperbaiki Galang lalu memakaikan kalung itu kepada Ilmi.
" Bunda Ilmi mau mengaji."
" Iya besok lusa saja. sekarang kan kita baru datang. Ilmi istirahat saja dulu."
" Baiklah. kalau begitu Ilmi mau pergi bermain."
__ADS_1
" Awas hati hati kalau bermain jangan sampai kalungnya tersangkut sesuatu nanti patah." Ucap Galang.
" Baik ayah"
Beberapa hari kemudian, Galang jatuh sakit.
" Nda tolong pijat kan aku. Aku sangat lelah bekerja."
" Aku sakit, tolong buatkan aku bla bla bla bla..."
Saat Yumna sudah melakukan semua yang diperintahkan Galang dan memberikan apa yang dia inginkan. Yumna memilih bersantai sambil menemani Ilmi bermain.
Hingga tidak sengaja, Ilmi menjatuhkan mainannya dan membuat suara berisik.
" Ayah sedang sakit, Ilmi bisa gak, kalau gak berisik. Ayah harus istirahat." Ketus Galang
Yumna langsung mengajak Ilmi untuk bermain diluar.
Yumna jadi teringat perkataan Galang saat dirinya yang sakit atau merasa lelah saat melakukan pekerjaan rumah tangga.
" Kamu kenapa?" Tanya Galang saat melihat Yumna tertidur.
" Sedikit tidak enak badan." Ucap Yumna.
" Manja sekali, baru kerja itu udah capek, orang gak menghasilkan uang."
" Ilmi, pijat tuu bunda mu sedang sakit."
" Ayah sedang capek."
Galang lalu meninggalkan Yumna dan bermain dengan gawai nya.
Keesokan harinya...
" Nda, tolong pijat aku."
" Yah, aku juga lelah."
" Kamu itu kerja apa? kok lelah."
" Menyapu, cuci baju, piring. Bersih bersih rumah. Itu apa jika bukan bekerja."
" Itu pekerjaan wajib sebagai istri. Iya kalau aku. Lelah ku karena cari uang. Lelahmu itu tidak menghasilkan apa-apa. Jadi jangan terlalu banyak mengeluh. Lebih berat lelahku daripada kamu."
" Ya sama saja. aku juga lelah mengurus rumah tangga."
" Kenapa kau menikah jika tidak ingin lelah mengurus rumah tangga." Ketus Galang.
" Sudah!, aku mau pergi pijat saja. Tidak apa apa jika harus membayar 100ribu, daripada minta pijat istri yang tidak becus mengurus suami."
..
__ADS_1
Begitulah kira kira yang sering di alami Yumna. Tidak ada perlakuan istimewa saat yang sakit Yumna. Namun saat Galang sakit, Yumna harus memperlakukan Galang secara istimewa.
Hari ke hari, Minggu ke Minggu, bulan ke bulan.
Yumna merasakan rumah tangga nya semakin jauh dari kata harmonis.
Galang yang sering kali berkata kasar saat Yumna meminta uang untuk berbelanja.
Membuat Yumna harus terus mengemis kepada sang ayah, agar sang ayah mau memberikan sejumlah uang untuk sekedar membeli jajanan Ilmi.
" Kamu tau gak sih, aku jadi merasa seperti pelacvr, minta uang setelah melayani suami. Karena jika tidak begitu, Galang pasti akan marah-marah dan berkata sesuatu yang menyakiti hati." Ucap Yumna kepada Eka, saat mereka akan menunggu untuk istighosah bersama.
" Sabar aku juga mengalami hal yang sama, bedanya suamimu tidak pernah main judi."
" Aku harus bagaimana?, jujur aku sangat lelah. Aku bukanlah istri nabi yang punya kesabaran berkali-kali lipat. Rasanya aku ingin menyerah saja."
" Jangan begitu. Kasihan Ilmi."
" Iya aku tahu, dulu aku sudah berjanji tidak akan membiarkan Ilmi mengalami nasib yang sama sepertiku. Tumbuh dan besar dari keluarga broken home. Tapi, Bagaimana jika Galang terus saja seperti ini dan tidak berubah?"
" Yakin saja Galang akan mendapat hidayah dan berubah."
" Tapi aku tidak yakin. Selama 5 tahun pernikahan kami, Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya bahagia. Terkadang aku lupa jika diriku adalah seorang istri. Aku lebih mirip sebagai pembantu, kadang pelacvr."
Eka memegang tangan Yumna, seolah olah ikut merasakan yang dirasakan Yumna.
" Lihat aku, buktinya aku bisa bertahan sampai sekarang. Karena aku masih yakin jika suamiku akan berubah, entah itu kapan."
Yumna terdiam.
Sejujurnya Yumna malu kepada Eka, jika dibandingkan kehidupan rumah tangga Yumna dan Eka. Maka rumah tangga Yumna masih terbilang cukup beruntung.
Hanya saja..
Entah sampai kapan Yumna mampu bertahan.
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
__ADS_1
......................