
" Ini ini." Tunjuk novi.
" Kau yakin?." Tanya Yumna memastikan.
" Yakin, aku masih ingat tanggal nya. Kemari biar aku catat nomornya". ucap Novi seraya mengambil ponsel Yumna, dan memasukan nomor yang di duga milik Mbak Maya.
" Telpon atau kirim pesan?." tanya Novi sambil memegang ponsel Yumna.
" Terserah kau saja." Jawap Yumna sambil mematikan laptop nya.
" Kirim pesan saja lah." ucap Novi sambil mulai mengetik sesuatu.
" Aku akan ke belakang membuat makanan untuk kita." ucap Yumna berlalu meninggalkan Novi.
" Hmmmmm". Novi menjawap dengan berdehem, karena sibuk dengan ponsel Yumna.
lima belas menit kemudian, Yumna datang membawa dua piring nasi goreng sederhana dengan telor mata sapi.
" Ayo kita makan dulu." ucap Yumna sambil meletakan piring di meja kecil.
" Ohya, aku sudah mendapatkan nomor Galang." Ucap Novi sambil memakan nasi goreng buatan Yumna.
" Benarkah?." ucap Yumna sambil memberikan minum kepada Novi.
" Hmmm"
" Lalu?"
" Seperti nya dia sudah punya pasangan. Foto profil nya foto wanita."
" Yah, gagal deh aku melepas status jomblo ku. Hahahaha." ucap Yumna tertawa, di ikuti Novi yang juga tertawa.
" Aku sudah bertanya, namun belum di jawap. Mungkin sedang sibuk." Novi berkata sambil memasukan nasi ke dalam mulutnya.
" Bertanya tentang apa?" Yumna bertanya tanpa melihat Novi.
" Yaaa, tentang siapa wanita yang dijadikan profil." ucap Novi santai.
" Wow nekat sekali." Pekik Yumna
" Ya namanya juga tanya, apa salahnya."
" Iya sih. Lalu respon Galang apa?"
" Tidak tahu. Santai bro. Mungkin dia sedang tidak memegang ponsel." Ucap Novi.
" Kemarikan piring mu, biar aku yang mencuci nya. Kau lihat saja ponselmu, apakah galang sudah membalasnya atau belum."Ucap Novi ketika mereka berdua telah selesai makan.
Setelah menerima piring dan gelas dari Yumba, Novi pun berlalu menuju dapur.
Sekembali nya Novi dari dapur, dilihatnya Yumna sudah tertidur.
Mungkin efek memakan satu piring penuh nasi goreng ditambah telur mata sapi. Atau karena memang Novi yang terlalu lama bersemedi di kamar mandi.
Tapi Novi yakin yang membuat Yumna tertidur, akibat kekenyangan.
__ADS_1
Novi pun berbaring di sebelah Yumna, mengambil ponsel dan mengeceknya. Senyum terlihat di wajah Yumna.
" Semoga kali ini Galang benar jodohmu." ucap Novi sambil melihat Yumna yang tertidur pulas. Kemudian mulai memejamkan mata.
...Flashback on...
Call on
" Nov, kapan kau pulang? hiks.. hiks.." Suara serak Yumna.
" Lusa, kenapa sayangku." ucap Novi menghibur.
" Kau tau, ayahku membatalkan sepihak ta'aruf ku dengan Arif. Ayahku menilai Arif sombong karena punya mobil, jadi seakan tidak menghargai beliau sebagai Ayahku. Padahal Ayahku sendiri yang meminta nya mengurus surat NA jika ingin serius meminangku. Dan menyuruh Arif beserta Ayah nya untuk datang ke rumah Ayahku. Setelah bertemu, Ayahku justru memperumit hal sepeleh, sehingga membuat keluarga Arif kecewa. Satu minggu setelah kejadian itu, Arif mengabarkan jika Ayahku sudah membatalkan pertunangan kami. hiks hiks hiks... Mengapa ini terjadi padaku?". Panjang lebar Yumna menjelaskan.
" Tenanglah, lusa aku akan pulang, kita akan menghadapi ini bersama. Aku juga punya banyak masalah." Novi berusaha memenangkan Yumna. Padahal dia sendiri sangat banyak masalah.
Novi merasa iba pada Yumna. Yumna termasuk gadis dengan kepribadian baik. Dia selalu mengalah dan mendahulukan kepentingan orang lain. Tapi kehidupan nya sungguh menyedihkan. Yumna tidak pernah seberuntung Novi dalam segi apapun.
Call of
.
...Flashback Off...
................
Keesokan pagi nya, Novi terbangun dan melihat Yumna sudah tidak ada di sampingnya. Seperti biasa, Yumna selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan bagi adik dan kakeknya. Juga membersihkan rumah. Jadi saat Novi terbangun, kondisi rumah sudah bersih dan makanan sudah tersedia di meja.
" Hei, Galang belum punya pasangan, dia hanya iseng menggunakan foto profil mantan kekasihnya." Ucap Novi ketika Yumna melempar handuk kepadanya.
" Tentu saja. Kau mulai lah sendiri oke, peran ku sudah selesai." ucap Novi sambil berlalu meninggalkan Yumna.
Satu bulan kemudian....
" aku akan ke lombok, seperti nya akan menetap di tempat ibuku." ucap Novi saat Yumna bermalam di rumahnya.
" Hmmm, aku juga akan ke Bali, sepertinya aku akan mengikuti seminar perekrutan tenaga kerja di salah satu gedung dekat Taman Lumintang, siapa tau aku diterima di salah satu nya." ucap Yumna yang masih fokus menonton di laptop.
" Bagus dong, seperti nya kau bisa bertemu langsung dengan Galang."
" Iya, bahkan Galang mau membelikan ku tiket travel." ucap Yumna tersenyum.
" Sepertinya pekerjaan kita sebagai pengacara* akan segera berakhir." ucap Yumna.
" Aku akan rindu masakan mu." ucap Novi memeluk Yumna.
" Bilang saja kau suka yang gratisan." ledek Yumna.
" Ck, kau memang yang terbaik. Sampai isi hatiku saja, kau bisa tahu." kekeh Novi.
Beberapa hari setelah itu, Yumna dan Novi berada di sebuah halte yang sama. Namun tujuan dan kendaraan mereka berbeda.
" Rimba tidak mengantarkan mu?." tanya Novi.
" Tidak, aku diantar adikku, seperti nya Rimba sibuk dengan kuliahnya."
__ADS_1
" Kau berhati hati lah, hubungi aku jika terjadi sesuatu. Aku harap itu kabar bahagia. Hahaha." ucap Novi sambil masuk kedalam travel jurusan lombok, yang ternyata datang lebih cepat dari perkiraan.
" Kau juga hati hati disana. Jangan genit." Yumna meledek Novi sambil melambaikan tangan.
Tidak lama setelah travel Novi berangkat. Travel Yumna tujuan Bali pun datang. Tak lupa Yumna mengirimkan pesan kepada Galang bahwa dia sudah naik travel.
" Paman, aku sudah ada di terminal Busway 6 ". ucap Yumna menelpon paman.
" Baiklah, tunggu sebentar. Paman akan menjemputmu." ucap paman di sebrang sana.
Lima belas menit kemudian, paman datang. Mereka pun pulang ke rumah kontrakan paman.
..
Keesokan harinya...
" Dimana tepatnya lokasi yang akan kau datangi, kau mau paman mengantarmu?."
" Ah tidak paman, aku akan menaiki 'SARBAGITA'*, aku tidak ingin merepotkan paman. Lagi pula paman akan bekerja kan." ucap Yumna.
" Kau hati hati ya. Jaga dirimu baik baik". ucap paman sambil menepuk bahu Yumna.
Tepat pukul 08.00 WITA, Yumna menunggu di halte dekat rumah pamannya, kebetulan jarak ke halte dari rumah pamannya cukup dekat. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit.
Bus yang ditunggu Yumna pun datang. Belum banyak penumpang. Jadi Yumna bisa bebas memilih kursi dimana saja.
Yumna memilih duduk di belakang sopir.
Drtt...drrtt...drttt...
" Hallo?, iya ada apa?." ucap Yumna.
" Apa kau sudah sampai di bali?." suara di seberang sana, yang tak lain adalah Galang.
" Ah ya, maaf aku lupa mengabari mu kemaren. Sekarang aku sedang naik Sarbagita*, menuju Denpasar."
" Nanti kalau sudah selesai kabari aku, biar aku menjemputmu." ucap Galang.
" Baiklah, sampai jumpa nanti. Bye." ucap Yumna sambil mematikan ponselnya.
Kenapa aku jadi deg deg kan ya? Seperti apa kira kira Galang ya?, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya nanti.
...----------------...
...****************...
...----------------...
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1