
Hai, kenalkan. Aku Falisha Yumna Az-Zahra. Panggil saja aku Yumna.
Lahir di kota J tanggal 23 juli...
Aku anak pertama dari dua bersaudara.
Ya, sebenarnya 4 bersaudara. Karena ayah ku menikah lagi dan memiliki dua orang anak dengan istri barunya.
Aku sebenarnya menyayangi kedua saudara dari istri ayahku. Aku sangat senang jika mengunjungi mereka. Tapi terkadang Ibuku sendiri marah jika tahu aku mengunjungi kedua adikku.
Disaat aku diberi sepeda motor oleh ayahku. Aku sering mengunjungi kedua adikku tanpa memberitahu Ibuku sendiri.
Entahlah aku hanya merasa bahagia ketika aku berkumpul bersama dengan adik-adikku.
Aku merasa lengkap walaupun sebenarnya orang tua kami sudah tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Hubungan aku dan ayah tidak berjalan baik.
Ayah hanya memberi nafkah jika diminta, hal itu membuat ibu harus bekerja ke Malaysia demi memenuhi kebutuhan ku dan adikku. Arumi. Arumi Dwi Putri.
Kisah ini berawal dari semua keluarga yang memutuskan untuk pindah ke Kalimantan. Kakek menjual rumah yang ada di J untuk membayar hutang dan memilih untuk tinggal dengan anak kedua nya yang ada di Kalimantan.
Hal itu membuat ku terpaksa tetap tinggal di J, karena ujian kelulusan sudah hampir tiba.
Ayah yang mengetahui hal itu, memintaku untuk tinggal dirumah istrinya, agar bisa menemani kedua adikku. Karena beliau dan istrinya ada di Malaysia.
Ibu tidak mengijinkan aku untuk tinggal disana, karena sesuatu hal yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Akhirnya aku memilih untuk tinggal bersama dengan Wulandari teman sebangku di sekolah menengah kejuruan, sebelum akhirnya memutuskan tinggal bersama Novitasari.
Karena rumah Wulan yang berdekatan dengan Yongki, kekasihku dari aku kelas 11. Membuat diriku menjadi bahan pergunjingan tetangga Wulan.
Tinggal dengan Novi juga tidak bertahan lama, karena Yongki yang selalu berkunjung.
Membuat Ayah Novi marah dan tidak mengizinkan aku untuk tinggal disana lagi.
Beliau mengatakan aku akan membuat Citra keluarga Novi menjadi buruk.
Sejak duduk di bangku SMP maupun SMA, Aku selalu bermimpi saat aku berulang tahun akan ada seseorang yang merayakannya.
Aku selalu iri ketika teman-teman satu kelasku merencanakan penyiraman air dan tepung saat ada salah satu dari teman sekelas kami yang berulang tahun.
Aku selalu berharap ketika tanggal 23 bulan juli tiba, akan ada kejutan yang menantiku sepulang sekolah.
Namun harapan hanyalah tinggalah harapan. Tidak ada kejadian istimewa ataupun kejutan-kejutan dari teman-temanku. Hanya satu orang yang selalu mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dari aku duduk di bangku SMP.
Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Rimba.
Ya.
Rimba selalu mengingat tanggal ulang tahunku. Walaupun terkadang aku melupakan hari ulang tahunnya. Tapi Rimba sama sekali tidak pernah absen setiap tahun untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.
Saat SMA, di mana setiap bulan selalu ada siswa yang dikerjai oleh teman-teman sekelas karena berulang tahun.
Bulan itu, bulan juli awal. Ada dua siswa yang berulang tahun. Kami tentu saja merayakan kejutan siram air dan tepung untuk anak-anak yang berulang tahun.
Aku turut andil bagian dalam acara kejutan itu. Disela sela kebahagiaan karena berhasil mengerjai teman-teman yang berulang tahun aku memanjatkan sebuah doa bahwa kelak jika giliranku yang berulang tahun teman-temanku akan memberiku kejutan walaupun hanya dengan siraman tepung saja sudah sangat berarti untukku.
Entahlah, aku hanya merasa bahwa hidupku terlalu sepi dan tidak berwarna. Walaupun saat itu aku sudah berpacaran dengan yakin namun nyampe sendiri tidak pernah tahu ulang tahunku sampai aku sendiri yang memberitahunya.
Kalian pasti tahu rasanya kejutan dan kejutan yang sudah diberitahu sebelumnya.
Akusungguh sangat berharap teman-teman di sekitarku akan memberi aku kejutan tanpa aku memberitahu mereka dulu bahwa hari itu aku berulang tahun.
Aku berangkat dari rumah dengan penuh harapan bahwa aku akan mendapat kejutan kecil di hari ulang tahunku ini.
Aku diam seperti biasanya karena aku mengira bahwa teman-teman yang lain pastilah akan mencoba mengingat siapa saja yang berulang tahun di bulan Juli.
Namun aku harus merasakan kecewa karena hari itu tidak ada satupun yang mengetahui bahwa aku berulang tahun.
Hal itu terus terjadi sampai aku menjelang lulus SMA.
Tidak ada yang mengerti bahwa aku berulang tahun di tanggal 23 juli.
Padahal sudah jelas teman-temanku mencari tahu siapa saja siswa yang berulang tahun di bulan Juli.
Sesampainya di rumah, aku masuk ke kamar mandi dan menyiram diriku dengan air serta tepung yang aku beli sendiri.
" selamat ulang tahun untuk diriku sendiri." Ucapku waktu itu.
November adalah ulang tahun dari Novi.
Semua teman-teman merencanakan kejutan siram kebun dan juga di saat pulang sekolah.
Aku sangat mengingat momen itu. Momen di mana Aku menyiram diriku sendiri dengan air di kamar mandi beserta dengan tepung.
Haha, lucu sekali rasanya jika mengingat momen menggelikan itu. Dimana setelah kami semua selesai mengerjai Novi. Aku masuk ke kamar mandi dan menyiram diriku sendiri dengan air dan juga tepung.
" Selamat ulang tahun untuk diriku."
Ya.
Aku mengulang kejadian bodoh di mana Aku menyiram diriku sendiri dengan air dan tepung.
Aku bahagia dengan itu walaupun sebenarnya itu sangat menyakitkan.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
Ulang tahun berikutnya cukup membuatku bahagia karena disaat aku berulang tahun ke 21 tahun, aku diberi hadiah oleh Tuhan.
Ada satu nyawa dalam perut ku. Galang cukup membuatku bahagia saat aku mengatakan bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ku.
Namun, tahun-tahun berikutnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mengucapkan bahwa saat itu aku berulang tahun.
Hanya Rimba.
Ya, terkadang Rimba mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku walaupun itu terlambat beberapa hari.
Aku pernah mengatakan kepada Galang bahwa aku berulang tahun dan menanyakan apakah dia tidak berniat memberikan aku kado atau sesuatu yang membuat aku bahagia.
Namun Galang selalu mengatakan bahwa umur bertambah tua bukannya memperbaiki diri malah justru meminta kado dan minta dirayakan.
Aku?
Tentu sajak aku yang mempunyai hati sangat rapuh ini sedih mendengar apa yang diucapkan oleh suamiku sendiri.
Apa salah jika aku mengharapkan kebahagiaan dari suamiku sendiri hanya setahun sekali yaitu di saat hari ulang tahunku???
Beberapa tahun berlalu...
Aku selalu kecewa ketika Aku mengharapkan ada seseorang yang akan memberikan aku hadiah di hari ulang tahunku.
Ketika aku berhenti berharap tepatnya 2 minggu setelah hari ulang tahun ku. Ada seorang kurir yang mengantarkan sebuah paket kepadaku.
Awalnya aku ragu untuk menerimanya Karena aku merasa tidak memesan sesuatu.
Lalu aku ingat jika dua minggu yang lalu Arumi pernah menanyakan alamat tempat tinggalku di Bali.
Saat aku bertanya Arumi mengatakan bahwa dia mungkin akan berkunjung bersama dengan kekasihnya karena dia akan membuat SIM.
Saat itu aku percaya dan memberikan alamat lengkapku kepada Arumi karena memang Bali terkenal murah jika membuat SIM.
Aku membuka bingkisan itu dan betapa terkejutnya aku saat isinya adalah sebuah gamis beserta tulisan yang mengatakan..
...Selamat ulang tahun kakakku ...
...Maaf kadonya terlambat...
Tes, percaya atau tidak Tapi saat itu air mataku mengalir begitu saja.
Aku menangis terharu mengingat adikku sendiri yang memberi hadiah kepadaku.
Sedangkan aku dari dulu tidak pernah sekalipun memberinya hadiah hanya ucapan selamat ulang tahun.
Dia hanya menjawab bahwa dia ingin memberi ku kado.
Aku mengatakan kepada Galang ketika dia menanyakan gamis siapa itu yang aku kenakan, Aku mengatakan bahwa itu adalah hadiah ulang tahun dari adikku.
Responnya biasa saja.
Akhir bulan di tahun itu, aku tidak sengaja melihat postingan Arumi yang isinya bahwa dia mendapat kejutan dari teman-temannya sekaligus kekasihnya.
Pikiran ku langsung flash back ke masa lalu di mana Aku tidak pernah mendapatkan kejutan seperti yang Arumi dapatkan
Iri?
Sekilas.
Namun aku tetap mendoakan yang terbaik untuk adikku.
Arumi.
Adik perempuanku.
Entah kenapa jika aku membandingkan nasibnya dan nasibku, nasib Arumi justru lebih baik dari segala hal.
Dia bahkan bisa mendapatkan segalanya dengan mudah.
Aku kadang bertanya apa yang membuat orang-orang di dekatnya begitu royal terhadap Arumi.
Sedangkan aku 4 tahun berpacaran dengan Yongki tidak pernah sekalipun aku mendapatkan sesuatu kecuali itu aku beli dengan uangku sendiri dan berandai-andai bahwa itu adalah pemberian Yongki.
Sungguh dalam hati aku begitu iri kepada Arumi. Aku bahkan terang-terangan mengatakan kepada Arumi saat dia beranggapan bahwa kedua orang tua kami lebih menyayangi aku daripada Arumi. Aku mengatakan bahwa sebenarnya hidupku dan hidup Arumi jauh lebih beruntung hidup Arumi.
Aku mengatakan itu pada hari raya tahun kemarin. Aku mengatakan itu juga di hadapan ibuku.
Aku juga terang-terangan mengatakan apa yang membuat nasibku sangat buruk dan seakan-akan takdir tidak berpihak baik kepadaku.
Ah sudahlah aku tahu bahwa terlalu banyak mengeluh itu tidak baik.
Jadi aku mulai membiasakan diriku dengan takdir buruk yang seolah-olah selalu mengikutiku ke manapun aku melangkah.
...----------------...
Hari ini, 23 juli 2022.
" Selamat ulang tahun istri ku."
Aku terbangun dengan senyuman saat melihat Galang membawa sebuah kue kecil dengan lilin.
Aku bangun dan mulai berdoa semoga keluargaku selalu diberikan kebahagiaan.
__ADS_1
Galang mencium keningku dan mengatakan bahwa aku tidak perlu memasak untuk hari ini.
Galang juga mengatakan bahwa dia sudah mencuci dan menyapu semuanya, jadi aku hanya tinggal bersiap karena hari ini dia akan mengajakku jalan-jalan.
Aku sangat bahagia dan aku langsung memeluk Galang.
Ah bahagianya seandainya itu memang terjadi.
Haha, ternyata itu hanyalah mimpiku semata.
Kenyataan nya adalah tadi aku bangun terlambat gara-gara semalam aku tidur pukul 01.00.
Untung saja semalam aku sudah memasak untuk makan hari ini. Jadi aku hanya menyiapkan beberapa bekal untuk dibawa Ilmi ke sekolah.
Siangnya Aku menjalani aktivitasku seperti biasa, Setelah membersihkan rumah dan memastikan semuanya rapi dan bersih. Aku melanjutkan menulis novel yang sedang on going.
Aku berdoa di hari bertambahnya usiaku yang sudah ke sekian tahun ini, aku akan dapat merasakan gajian pertamaku dari tempat aku menulis.
Walaupun aku sadar bahwa ceritaku tidak semenarik cerita yang lainnya. Tapi aku yakin jika suatu saat aku bisa menciptakan sebuah karya yang tidak kalah menariknya.
Kapan?
Entahlah aku juga tidak tahu kapan aku bisa menciptakan sebuah karya yang bagus dan di minati banyak pembaca.
Terkadang aku down karena suamiku sendiri tidak mendukung aku menulis.
Dia selalu mengatakan apa yang aku dapatkan setelah menulis selama hampir 10 bulan.
Ya.
Bulan lalu aku menangis karena ternyata aku yang berusaha kejar kata tidak bisa mendapatkan penghasilan karena sesuatu.
Itu membuatku benar-benar terluka dan menangis semalaman.
Lalu aku tetap berusaha tegar dan meneruskan tulisanku berharap bahwa suatu hari nanti aku bisa merasakan penghasilan dari jerih payahku sendiri.
Sesekali aku membantu Galang dalam pekerjaannya agar dia tidak lagi mengatakan hal-hal buruk ketika aku sudah menulis.
Memangnya Apa salahnya jika aku menulis?
Ya walaupun aku tahu aku tidak pernah merasakan penghasilan dari menulis. Tapi aku yakin jika suatu saat aku bisa merasakan penghasilan dari penulis ku.
...----------------...
...----------------...
Setiap malam Aku selalu bermimpi akan ada keajaiban yang dapat merubah nasibku menjadi jauh lebih baik
Aku tidak meminta harta dan tahta Aku hanya meminta suamiku bersikap lembut kepadaku dan kepada kedua anakku.
Part ini memang hanya berisi cerita dan tidak ada dialog.
Jujur saja, aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku tuangkan dalam cerita yang mungkin ini adalah kisah pribadiku sendiri.
Haha lucu memang ketika menuliskan sendiri kisah rumah tangga ataupun kehidupanku yang menyedihkan
Tapi dengan bercerita dan menuliskannya dalam bentuk tulisan membuatku merasakan sesuatu yang berbeda.
Setiap selesai menulis ataupun membaca tulisan yang sudah aku tuang, aku merasa jauh lebih baik dan menyadari bahwa mungkin takdir seseorang sudah ada jalannya masing-masing.
Aku yakin suatu saat aku akan bahagia. Entah itu aku harus menunggu satu atau 10 tahun lagi.
Setidaknya untuk hari ini aku bersyukur atas kehidupan dan kesehatan yang sudah Tuhan berikan kepadaku.
Aku akan berusaha lebih baik untuk menjadi Ibu bagi kedua anakku dan juga istri yang berbakti kepada suami.
Aku akan berusaha menambahkan kesabaranku dalam menghadapi kenakalan kedua Anakku dan juga menghadapi sikap keras kepala dari Galang.
Ibu..
Seandainya Ibu tahu bahwa Sebenarnya aku sangat merindukanmu dan ingin sekali membantumu dalam segi ekonomi.
Aku sangat terluka ketika Arumi mengatakan bahwa dia bingung uang untuk biaya sewa rumah kontrakan yang saat ini ditempati oleh ibu.
Arumi, Maafkan aku yang tidak becus menjadi kakak.
Seharusnya aku yang memberikan uang kepadamu, tapi justru kamulah yang selalu aku repotkan ketika uang pemberian Galang tidak cukup untuk belanja.
Tapi sekarang aku bersyukur karena Galang sudah memberiku nafkah secara benar. Walaupun terkadang aku heran karena masih saja kekurangan.
Apa itu karena aku kurang bersyukur terhadap pemberian dari Galang ataukah memang segala sesuatunya sekarang yang menjadi mahal.
Entahlah
Aku hanya berusaha untuk mengatur keuangan menjadi lebih baik..
Sekian dulu coretan menyedihkan dari saya.
Dan ya, happy birthday to me...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
☺️☺️
__ADS_1