
MENGHILANG..
Pagi ini adalah pekan kedua dan para santri selalu menyempatkan diri untuk bersantai.
Seperti biasanya syifani selalu meluangkan waktu nya berada di rumah kyai dan Bu nyai.
Tapi tidak dengan Dhea dia sedang berusaha memikirkan cara agar dia bisa keluar dari pondok pesantren ini untuk menemui anggota nya di markas besar black cobra.
" Assalamualaikum Gus." ujar Dhea memberi salam.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi iya ada apa Dhea?" tanya Gus Sean penuh selidik.
" Gus Dhea mau izin keluar" ujar Dhea ragu ragu.
" ngapain?" Tanya Gus Sean cepat saat mendengar hal tersebut.
" Dhea mau membeli keperluan sehari hari gus." jelas Dhea penuh kebohongan.
" sama siapa?" Tanya Gus Sean lagi.
" sendiri!" Jawab Dhea lagi.
" Tidak! saya tidak izinkan." tegas Gus Sean tanpa menatap kearah Dhea.
" kenapa?" Tanya Dhea bingung.
" saya tidak mau kamu kenapa Napa!" Jawab Gus Sean tanpa menoleh kearah Dhea
" amboy, khawatir rupa nya" seru Dhea sambil mencoba menggoda Gus Sean.
" yasudah seterah apa kata kamu yang penting saya tidak izin kan!" jelas Gus Sean menegaskan nya sekali lagi.
" ayolah Gus sekali ini saja!" ujar Dhea penuh harap.
" saya bilang tidak ya tidak Dhea!" sergah Gus Sean dengan nada meninggi.
Hal itu sontak membuat Dhea membisu dan diam seketika, hati nya kesal kenapa Gus Sean se enaknya membentak dirinya.
" Dhea!" ujar Gus Sean yg sadar akan perubahan mimik wajah Dhea.
Tapi tak ada jawaban dari gadis itu Dhea terus berjalan meninggalkan Gus Sean yang masih terus memanggilnya.
" apa yang sudah aku lakukan? aku lagi lagi membentaknya hanya karena hal sepele!" gumam Gus Sean mijat pelipisnya pelan.
Gus Sean mengejar Dhea yg masih terus berjalan.
" okh okh saya izinkan!" ujar Gus Sean sedikit berteriak.
Tanpa sadar Dhea berhenti dan kemudian berbalik menghadap Gus Sean.
__ADS_1
" Gus serius?" tanya Dhea berbinar senang.
" iy tapi hanya kali ini! tidak ada untuk kedua kalinya" ujar Gus Sean dengan syarat.
" promise " ujar Dhea senang sambil membentuk jarinya menjadi huruf 'V'
" yasudah hati hati ya." Seru gus Sean pada gadis itu.
" iya Gus terima kasih." Jawab Dhea sambil berlalu pergi seperti anak kecil yang mendapat permen.
" hmn ''
" assalamualaikum.."
"wa'alaikumussalam warahmatullahi.."
MARKAS BLACK COBRA
Saat ini tempat yg dulunya damai terlihat begitu tegang.
Semua pada sibuk dengan tugas masing masing yang sudah di berikan king dan princess mereka.
Tiba tiba semua orang berhenti bertugas karena menatap kembalinya sosok yang begitu mereka rindukan dan begitu mereka agungkan ya siapa lagi kalau bukan Dhea.
" ada apa ini? kenapa begitu kacau? apa kalian terlalu santai selama aku pergi?" tanya Dhea dengan suara menggelegar hingga orang orang di mansion itu bisa mendengar Nya.
" maafkan kami lady sepertinya ada yang membocorkan tentang semua yang ada di markas kepada orang luar." ujar salah satu anggota black cobra itu.
" Dhe kita udah mencari tahu siapa yang berani berani nya membocorkan rahasia markas black cobra!" ujar Dessi dengan senyum devil nya.
" bagi dia yang merasa menjadi pengkhianat cepat keluar jangan sampai gua kehabisan kesabaran." bentak Daffa keras dan penuh dengan aura mencekam.
Dhea hanya menyaksikan nya saja sambil duduk di atas kursi kebesaran nya. Tak lupa pula Dhea memainkan pisau belati yg selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
" seperti nya dia nyaman sekali di tempat persembunyiannya" ujar Dhea santai tapi tampak mengerikan bagi yang mendengarkan nya.
" Dhe seperti nya chaki kesayangan gua sudah tidak sabar ingin bermain lagi, ayolah boy keluar lah sebelum gua tarik paksa.'' seru Dessi sambil memainkan chaki kesayangan nya yang tak lain adalah samurai yang kira kira panjangnya 1 meter itu.
" gua hitung sampai 3 jika tidak ingin keluar juga maka jangan salahkan Marques gua bertindak." seru Daffa sambil mengisi peluru di dalam tembak nya yg tak lain di beri nama Marques itu.
" lo lo dan lo kemari!" pinta Dhea dan orang yang di panggilnya itu hanya diam sambil mengeluarkan keringat dingin.
" ka ka kami kenapa lady?" seru mereka terbata bata.
" kalian masih tidak mau mengakui?" tanya Dhea penuh amarah.
" kami tidak melakukan kesalahan apa pun lady!" ujar salah satu di antara mereka karena mereka tau bagaimana kekejaman Dhea .
" apa harus sekko ku ini yang berbicara baru kalian mau mengaku?" tanya Dhea sambil memainkan sekko yang tak lain adalah belati kesayangan nya
__ADS_1
" maafkan kami lady!" ujar mereka serempak sambil berlutut.
" kenapa berani berani nya kalian masuk ke markas black cobra?" tanya Dessi santai
" kami hanya di suruh lady ampuni kami" ujar mereka.
" ampun katamu ? kau tau betapa kacau nya markas ini?" bentak Daffa yang tidak bisa menahan amarah nya
" ampuni kami lady jangan bunuh kami!" Seru mereka bergetar.
" tidak semudah itu! " ujar Dessi yg hendak mengangkat chaki nya tinggi .
" tolong lady saya masih ada ibu yang sakit sakitan lady, saya terpaksa melakukan ini, ibu saya butuh uang untuk operasi jantung nya saya tidak punya pilihan lagi tolong lady tolong jangan bunuh saya." ujar salah satu diantara mereka.
" hentikan! " ujar Dhea saat samurai Dessi hampir saja menebas kepala mereka.
" ada apa ini Dhe? mereka harus di hukum." ujar Dessi kesal.
" gua ga bisa membiarkan anak yang berbakti harus mati dengan sia sia!'' ujar Dhea tanpa melihat ke arah Dessi
" Dhe apa yang terjadi kenapa lo lemah banget sekarang?" ujar Daffa kesal sampai tak mengontrol emosi nya.
clubb sekko atau belati Dhea berhasil mengenai lengan Daffa sehingga darah segar mengalir dari lengan nya itu, Semua yang ada di sana mengidik ngeri karena lady mereka memiliki indera yang begitu cepat.
" gua ga suka ada orang yg membantah omongan gua! jangan pernah bilang gua lemah kalau gua masih berbaik hati sama kalian!" ujar Dhea sinis sambil melirik kearah Daffa dan orang yang di tatap nya hanya menunduk sambil memegang tangan yg berdarah itu.
" gua maafin kalian tapi ingat! kalian harus menjadi anggota black cobra apa pun alasannya, walaupun nyawa taruhannya, jika kalian berani berkhianat lagi maka ke ujung dunia sekalipun kalian lari gua akan tetap nemuin kalian paham!" bentak Dhea keras.
" makasih lady!"
" Daffa Dessi ikut gua ke ruangan." ujar Dhea berlalu pergi ke ruangan pribadi miliknya.
" Dhea kenapa lo ngelepasin mereka gitu aja?" tanya Dessi kesal dengan kelakuan Dhea.
" gua ga bisa ngebiarin anak yang berbakti harus mati di hadapan gua!" ujar Dhea menunduk.
Daffa dan Dessi paham akan hal itu kemudian merangkul Dhea.
" gua gpp kok ga usah khawatir! cuma luka kecil doang mah udh biasa!" jelas Daffa sambil merangkul Dhea agar tidak sedih lagi.
" maafin gua guys!" Ujar Dhea.
" nyante aja kali." ujar Dessi ikut nimbrung.
" terus bagaimana kelanjutan nya?" tanya Daffa sambil memperban lukanya
" Dessi sampaikan kepada semua anggotata bahwa malam ini kita akan melakukan penyerangan ke markas serigala!" ujar Dhea tegas
"baik lady" ujar Dessi sambil hormat.
__ADS_1
" Daffa loe Istirahat saja karena malam ini kita akan melakukan penyerangan balik!" ujar Dhea dan diangguki oleh Daffa.
...