Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 13


__ADS_3

CEMBURU?


Mereka sampai di pusat perbelanjaan di kota Jogja.


mereka berbelanja jalan jalan serta makan bersama namun ada yang berbeda Gus Sean dan Syifa selalu bersama sehingga Dhea sendiri seperti nyamuk.


saat ini mereka bertiga sedang berada di tempat permainan gitu (AMAZONE).


" Gus! ayo kita ke sana? Syifa mau main itu" ajak Syifa pada Gus Sean.


" iya ayo Syifa" seru Gus Sean.


" Dhea ayo kita ke sana" ajak Syifa.


" kalian aja gua disini aja!" ujar Dhea tanpa melihat ke arah mereka.


ya saat ini Dhea sedang kesal!


'' jalan jalan macam apa ini? mereka selalu bersama lah sedangkan gua? dihh tau gini mah gua mendingan jalan sendiri!!" gerutu Dhea sambil memainkan ponselnya.


Dhea memainkan ponselnya dan terlintas di benak nya bahwa dia ingin sekali berbelanja mainan dan makanan dhea ingin membawakan makanan itu ke panti asuhan bunda kasih.


tanpa Dhea sadari dia langsung pergi ke pusat perbelanjaan mainan tanpa meminta izin dari Gus Sean ataupun Syifa.


o0o


di lain sisi Gus Sean tiba tiba teringat akan Dhea yg sedari tadi mereka tinggalkan.


Gus Sean dan Syifa pun langsung menghampiri tempat dimana mereka meninggalkan Dhea sendiri.


tapi saat kembalipun mereka tidak menemukan keberadaan Dhea.


" Dhea ga ada Gus! Dhea kemana sih?" ujar syifani khawatir


" saya juga ga tau Syifa mari kita cari Dhea" ajak Gus Sean terlihat lebih panik dari biasanya.


" Dhea kamu dimana sih? jangan bikin saya khawatir lagi! saya janji jika kamu kembali maka saya akan memaafkan kamu!" gumam Gus Sean di dalam hati nya yg sekarang sedang khawatir.


" Gus Sean khawatir banget sama Dhea! apa jangan jangan.. ah tidak tidak aku ga boleh menzalimi sahabat dan guru ku" gumam Syifa dalam hati


mereka berpencar Gus Sean mencari ke arah selatan dan Syifa mencari ke arah barat.

__ADS_1


saat Gus Sean sedang khawatir mencari Dhea dia melihat Dhea sedang berada di pusat perbelanjaan mainan.


seketika hati Gus Sean kembali tenang dan berusaha menyusul Dhea.


" assalamualaikum.."


" waalaikumussalam Gus.."


" ada apa?" tanya Dhea polos.


" kenapa kamu tidak izin dulu jika ingin kesini? " tanya Gus Sean tersulut emosi.


" maaf Gus tapi tadi Dhea mau beli.." ujar Dhea yg terputus oleh omongan Gus Sean.


" saya tidak ingin dengar penjelasan kamu Dhea! kenapa kamu selalu bikin saya khawatir? tak bisakah kamu meminta izin terlebih dahulu?" seru Gus Sean sedikit meninggikan suara nya.


" bagaimana bisa saya minta izin? sedangkan kalian asik sendiri dan gua? gua sendiri disini dan jadi nyamuk kerena kalian? apa gua ga boleh menikmati liburan gua? apa gua harus selalu ngikutin kalian dan jadi nyamuk terus? ogah gua ga mau!" ujar Dhea tak kalah meninggikan suara nya.


" sudah lah saya malas berdebat mari kita pulang! Syifani sudah menunggu" ujar Gus Sean berlalu membalikkan tubuhnya hendak pergi.


" enggak! gua ga mau ikut kalian!" ujar Dhea tegas hal itu berhasil membuat Gus Sean kembali berbalik.


" kenapa? ayo jangan membuang buang waktu lagi Dhea!" ajak Gus Sean mulai frustasi.


" urusan apa lagi Dhea? ini sudah hampir sore kita harus pulang!"


" kalo Gus mau pulang ya pulang aja!" ujar Dhea sedikit kesal karena kelakuan Gus nya yg seenaknya.


" saya Gus kamu dan saya berhak ngatur kamu!" ujar Gus Sean.


" itu kalo sedang di ponpes! lagian ini adalah jatah jalan santri jadi skrg Dhea sedang tidak menjadi Murid Gus Sean"


" Baik lah kalo gtu saya ikut dengan kamu!" ujar Gus Sean tak ingin di bantah.


" tapi Gus.."


" saya tidak ingin di bantah "


" baiklah! tapi sebentar Dhea bayar mainan mainan ini!" ujar Dhea kembali ke dalan toko itu


" oke"

__ADS_1


saat Dhea keluar Gus Sean tidak melihat satu paper bag pun di tas Dhea. hal ini membuat Gus Sean bingung.


" ngapain kesini kalo tidak belanja?" ujar Gus Sean bingung.


" siapa bilang?" tanya Dhea tak mau kalah.


" jadi dimana belanjaan kamu?" tanya Gus Sean masih tak mau kalah.


" itu!" Dhea menunjuk 5 troli mainan mainan hal itu lolos membuat Gus Sean melongo dibuatnya.


"astaghfirullah Dhea buat apa kamu mainan sebanyak itu? kamu mau buat toko mainan di ponpes?" ujar Gus Sean masih tak percaya dengan apa yg di lihat nya.


Dhea tersenyum dan tertawa geli di dalam hati nya karena kelakuan Gus Sean yg seperti anak anak.


" Gus Sean lucu banget kalo lagi bingung gitu duh Gus bisa bisa gua mati berdiri lama lama Deket dengan low" gumam Dhea tersenyum sembari melihat Gus Sean yg sedang melongo.


" buahahahhaa Gus Gus mana mungkin Dhea mau buat toko di ponpes! ini Dhea mau pergi ke suatu tempat!" jelas Dhea.


" tapi apa harus sebanyak itu Dhe?" ujar Gus Sean.


" hehhehe Ayo!" ajak Dhea tanpa menjawab pertanyaan Gus Sean.


di pertengahan jalan hendak menghampiri Gus Sean tiba tiba ada yg menelepon Gus Sean dan ternyata itu dari syifani.


" *waalaikumussalam.."


".....


"yasudah hati hati! sampaikan salam saya pada Abah!" seru Gus Sean pada orang di seberang tlpn.


".....


" iya"


".....


"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatu.."


Gus Sean menghampiri Dhea yg tadi ditinggalnya untuk mengangkat telpon dari syifani.


" ada apa?"

__ADS_1


" syifani sudah duluan! tadi Abah datang dan menjemputnya!" jelas Gus Sean


" ouh..


__ADS_2