
saat ini Dhea tengah berada di mobil bersama gus Sean yg kini telah membaik seiring waktu.
mereka akan pergi ke pesantren untuk memulihkan keadaan Gus Sean terlebih dahulu sebelum akhirnya kerumah mereka sendiri.
" syg!" ujar Gus Sean sambil menggenggam tangan Dhea yg sedang mengemudi mobil.
" heum? "
" habib bahagia banget! habib kira habib bakal kehilangan syg lgi!" ujar Gus Sean sambil menatap sang istri yg tengah fokus.
" insyaallah dengan izin Allah Dhea ga akan pernah pergi lgi!" ujar Dhea mengelus tangan Gus Sean yg di genggamannya.
" jgn pernah pergi lagi oke, habib ga tau gmna nantinya klo ga ada syg!" ujar Gus Sean sendu sambil mengingat masa masa saat tak ada Dhea.
" insyaallah!"
o0o
sesampainya di ponpes Dhea langsung memasuki kendaraan nya di parkiran rumah pak kyai sebelum akhirnya membantu sang suami untuk memasuki rumah.
disana sudah ada umi Aby syifani dan Lissa n the Genk dan banyak juga makanan yg sudah di siapkan di atas meja.
" assalamualaikum" seru Dhea dan Gus Sean memasuki rumah.
" waalaikumussalam" jawab mereka serempak.
" Alhamdulillah akhirnya kalian sampai juga!" seru umi sembari membantu Sean.
" Alhamdulillah umi, Gus Sean udh lebih baik jdi bisa pulang!" seru Dhea tersenyum sambil mencium tangan umi dan Aby.
" Alhamdulillah akhirnya Gus Sean pulang juga, kami senang denger nya!" ucap Rini sambil membawakan air dri dapur.
" Syifani dimna?" tanya Dhea pada semua orang.
" ada di dapur!" ucap mereka.
...
di dapur syifani mencoba untuk menguatkan hatinya, lantaran harus melihat Gus Sean bersama sahabatnya.
mau tidak mau suka tidak suka diapun harus mengikhlaskan Gus Sean bersama sahabatnya bagaimana pun dia tau kalau semua ini adalah takdir Allah.
..." Syifa kamu harus kuat! semua ini adalah takdir! " ucap syifani dalam hati sambil menghapus air mata yg berada di ujung mata....
di lain sisi di pintu dapur ada sepasang mata yg memerhatikan syifani, siapa lagi kalau bukan Dhea! sebenarnya Dhea khawatir kalau Syifa bakal marah padanya.
ada rasa tak enak hati dia rasakan saat ini, bagaimana keadaan syifani? sakit bukan? harus merelakan orang yg dia sayangi bersama orang lain!
maaf! hanya maaf dan terimakasih buat mu Syifa! terimakasih sudah mengikhlaskan Gus Sean dan maaf karena aku kamu harus kehilangan kebahagiaan kamu.
" ekhem.." deheman seseorang mengagetkan syifani yg sedang melamun.
" eh.." kejut syifani.
__ADS_1
" assalamualaikum.." seru Dhea sambil berjalan kearah syifani.
" waalaikumussalam.. Dhea?" ujar syifani membalikan tubuhnya.
" ngapain disini? biar Syifa saja yg siapin semuanya!" ujar syifani lembut sambil tersenyum.
" aku tau Syifa, dibalik senyum itu banyak sekali menyimpan kesedihan! aku minta maaf karena sudah mengambil kebahagiaan mu! tapi percayalah ini semua takdir! dan aku berdoa semoga kamu di gantikan dengan orang yg lebih baik lagi!" batin Dhea sambil menatap syifani yg tersenyum di depan nya.
tanpa sadar Dhea langsung memeluk syifani dengan erat sontak membuat syifani terharu dan meneteskan air mata karena mungkin sudah tak sanggup untuk di pendam nya.
" maafin Dhea Syifa!" ujar Dhea sambil memeluk syifani.
" maaf knpa? sudahlah Dhe ini semua takdir! Syifa gpp kok!" seru syifani mencoba kuat
" kamu boleh marah sama aku boleh pukul aku Syifa! aku tau aku salah!" ujar Dhea sambil menundukkan kepalanya.
" hey.. Dhea ga salah! syifani memang bukan jodoh Gus Sean! ini takdir Syifa ikhlas kok Dhe!" seru syifani tersenyum.
" tapi.."
" ga ada tapi tapian! jgn merasa bersalah oke.. !" ujar syifani tersenyum manis.
" baiklah ayo biar ku bantu menyiapkan makanan ini!" ucap Dhea sembari membantu menyiapkan makan untuk siang.
" terimakasih!"
o0o
malam hari selesai menunaikan ibadah shalat isya Gus Sean dan Dhea pun memutuskan untuk berjalan disekitar ponpes untuk menghirup udara segar.
" selama ini Dhea berada di London setelah 5 tahun disana Dhea akhirnya pulang! rencananya Dhea akan memberikan kejutan buat kalian, eh gatau nya musibah menimpa pesawat yg Dhea tumpangi!" ujar Dhea sambil mengingat kejadian mengerikan yg dia alami waktu itu.
" terus seiring berjalannya waktu Dhea di selamatkan oleh seorang kakek dan cucunya dan selama itu juga Dhea tinggal di padepokan lima sila! disana Dhea menyembuhkan diri dan sekalian melatih para jawara disana!" cerita Dhea.
" terus knpa syg tidak memberi kabar pada kami?" tanya Gus Sean menatap sang istri.
" Dhea udh menghubungi bunda dan ayah! namun Dhea pesan sama mereka supaya tidak memberitahu keberadaan Dhea dulu, biarlah ini menjadi surprise buat habib! " ujar Dhea sembari menatap pria tampan yg kini menjadi suaminya itu.
" tapi syg tau tidak kalau habib ini khawatir banget sama syg? habis sedih habib kira habib ga bakal bisa ketemu sayang lagi!" seru Gus Sean menggenggam tangan Dhea.
" Dhea minta maaf habib! " sambil menundukkan kepalanya. " tapi waktu itu Dhea sudah menghubungi habib kok!" ujar Dhea seketika membuat Gus Sean bingung.
" kapan? " tanya Gus Sean bingung sembari mengingat ingat kejadian dulu.
" waktu itu Dhea telpon habib tpi Dhea tidak berbicara!" seru Dhea
" owh yg salah sambung itu ya? kenapa tidak berbicara? padahal habib waktu itu sudah berharap bahwa itu kamu!" ujar Gus Sean.
" hehe biar surprise !" ujar Dhea cengengesan.
" kamu itu!"
tak lama setelah mereka berbincang hari semakin larut dan suhu udara pun kian meningkat.
__ADS_1
" habib ayo pulang sudah malam dan hari semakin dingin!" seru Dhea.
" iya!"
Dhea menuntun Gus Sean ke rumah namun sebelum itu ada pergerakan dari arah dedaunan. seketika Dhea menjadi waspada takut itu adalah musuh yg mengincarnya.
Dhea menarik Gus Sean kesamping nya untuk menjaga Gus Sean pasalnya Gus Sean masih baru pulih dari sakitnya.
" ada apa syg? " tanya Gus Sean juga ikut waspada.
" shut.. ada yg mengintai kita bib!" seru Dhea pelan.
" hati hati!"
tiba tiba pergerakan itu semakin dekat dan saat Dhea hendak menyerang keluarlah suara yg sangat akrab bagi nya.
" hey ini gua!" ujar suara laki laki.
" Daffa ? knpa malam malam begini? " seru Dhea menghilangkan kewaspadaan nya.
" hehe maaf tapi ini urgent bangt!" seru Daffa cengengesan sebelum menampilkan wajah serius.
Gus Sean akhirnya tenang rupanya orang itu adalah sahabat istrinya. ya, dia tahu kalau istrinya itu adalah lady dari geng black cobra dan dia juga tau kalau pria di depannya adalah sahabat istrinya. namun sedikit tidak sopan jika harus bertemu di malam hari seperti ini! untungnya ada dia jika tidak pasti akan menimbulkan fitnah.
" ada apa?" tanya Dhea serius.
" tapi.." seru Daffa sambil melirik kearah Gus Sean.
" lanjutkan gpp biarkan suami gua denger!" seru Dhea.
" markas kebobolan!" ujar Daffa merasa bersalah
" kenapa? apakah ada pengkhianatan?" tanya Dhea dingin.
" sepertinya begitu!" ujar Daffa singkat karena dia juga belum memastikan sepenuhnya.
" cari tahu dulu! kalo Gua ada waktu gua bakal main ke markas! tapi enggak skrg! suami gua belum pulih!" ujar Dhea singkat namun begitu Gus Sean mendengar nya terasa hangat lantaran sang istri begitu peduli padanya.
" iya gua ngerti kok!"
" heum.."
o0o
di kamar setelah bersih bersih dan berganti pakaian Gus Sean dan Dhea pun duduk bersampingan ntah mengapa Dhea menjadi gugup lantaran berdekatan dengan Gus Sean..
" sayang.." ujar Gus Sean pelan menahan gugup nya.
" iy habib!"
" boleh kah malam ini?" tanya Gus Sean
" tidak bisa!" ujar Dhea cepat membuat Gus Sean merubah raut wajahnya.
__ADS_1
" kenapa?" tanya Gus Sean sedikit kecewa.
" anu.. Dhea.. Dhea lagi.. "