Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 62


__ADS_3

JALAN JALAN & FITTING BAJU


🌸____________________________🌸


Subuh Subuh buta Dhea sudah siap dengan memegang sebuah panci beserta spatula, menghampiri para pria dan gadis yg masih terlelap!


sesuai janji mereka semalam bahwa hari ini mereka akan berjalan jalan menghabiskan waktu bersama sebelum perpisahan menjemput mereka.


tong tong tong tong..


suara berisik datang dari alat yg di genggam oleh Dhea.


saat ini dia sedang membangunkan para gadis yg masih setia memejamkan mata nya.


tong tong tong tong..


suara berisik kembali muncul saat melihat kedua gadis itu masih memejamkan mata nya.


" aku hitung sampai 3 jika kalian tidak segera bangkit maka jalan jalan hari ini aku nyatakan resmi di batal kan! 1... 2 ... ti.." sebelum sempat Dhea mengucapkan kata terakhir seketika pula kedua gadis itu kalang kabut seperti baru saja terjadi kebakaran dahsyat nya.


" huh huh huh" deru nafas yg tak beraturan menghujam kedua gadis itu.


" akhirnya kalian bangun juga! segeralah bersiap siap kita akan pergi selepas kalian semua berkeliling 5 putaran di area paviliun! maka dari itu segeralah selesaikan tugas yg ku berikan!" titah Dhea Tampa penolakan.


" tapi.." seru mereka tak terima.


" jika membantah maka jalan jalan di batalkan dan kita akan latihan hari ini!" seru Dhea mengancam.


" eh tidak tidak kami tidak mengeluh!" seru Dessi cepat karena dia tahu jika sahabatnya ini sudah berkata 'tidak' maka berakhir sudah.


" eh iya teh kami setuju kok!" sergah ayu memasang wajah pasrah nya.


" ( tersenyum licik ) baiklah kalau kalian setuju! padahal aku hanya bercanda tadi!" seru Dhea menyeringai tajam.


" APAAA!!" Riak mereka menyesal akan perbuatan mereka barusan.


" sudah sudah bersiap untuk berlari saja! " seru Dhea sambil melangkah pergi meninggalkan kedua gadis itu yg masih terperangah karena nya.


....


berbeda saat di kamar para gadis, Dhea langsung masuk serta meniup peluit yg di bawa nya sedari tadi.


pippp pippp pippp..


suara nyaring memenuhi ruangan tempat para priaasih bergelut di alam mimpi nya.

__ADS_1


pippp pippp pippp..


namun tidak ada sautan atau pergerakan dari kedua pria itu.


" ouh ayolah boys, wake up! apa kalian tidak ingin jalan jalan Hem!" seru Dhea sambil berkacak pinggang.


" 5 menit lagi mom!" seru Daffa masih setengah sadar sambil menganggap Dhea ini adalah mommy nya, membuat Dhea menganga tak percaya.


'apa aku setia itu sambil di panggil mommy oleh anak ini?' batin Dhea kesal.


" okh baiklah jika kalian tidak ingin bangun maka sebagai hukuman nya adalah kalian harus berlari 15 putaran di paviliun ini! tidak ada penolakan! jika sekarang kalian tidak bangun juga maka acara jalan jalan hari ini resmi aku batalkan!" ancam Dhea pada mereka semua sambil berbalik haluan.


" TIDAKKKKK!!" Riak kedua pria itu.


" ouh ayolah lady jangan seperti ini girls!" seru Daffa memohon.


" teh kami akan segera bersiap iya kan a'daffa?" seru Haris di jawab anggukan dari Daffa.


" okh baiklah tapi sebelum itu seperti kata ku tadi kalian harus berlari 15 putaran! tidak ada penolakan!" sergah Dhea saat melihat kedua mulut mereka terbuka ingin mengatakan sesuatu.


" baiklah!" seru mereka berdua pasrah dan bergegas berlari Tampa bercucu muka.


" heyy setidak nya cuci muka kalian dulu!"riak Dhea pada mereka yg tidak menghiraukan perkataannya. " aish.. jorok sekali mereka ini!" seru Dhea geleng geleng kepala sambil berlalu pergi meninggalkan kamar kedua pria jorok itu.


...


seketika para gadis sudah selesai dan berlalu menghadap Dhea dengan terengah-engah.


" huh huh huh kami huh kami sudah menyelesaikan lima putaran huh lady!" seru Dessi terengah-engah.


Dhea berusaha menahan tawa nya sebisa mungkin sebelum kemudian menatap kearah para gadis dengan tatapan menyelidik.


" apa kalian yakin? tapi tadi aku melihat kalian masih berlari 3 putaran!" seru Dhea santainya sambil menyesap teh, dan hampir saja membuat mereka muntah darah.


" ouh ayolah teh kami sudah menyelesaikan lima putaran! biarkan kami istirahat sebentar saja!" seru ayu sedikit memelas kearah Dhea.


" buahahaha " tawa Dhea pecah seketika saat melihat muka cemberut keduanya. " hhh baiklah baiklah aku hanya bercanda saja! lekas lah beristirahat dan bersiap segera karena sebentar lagi kita akan pergi!" ujar Dhea di angguki oleh mereka.


dan dengan sigap kedua gadis itu meminum teh dan menyambar biscuit Dhea yg mendapatkan tatapan tak percaya dan mereka berdua langsung berlari meninggalkan nya yg terlihat kesal.


" kaliannn kembali segera kesini...." riak Dhea namun mereka tetap berlari meninggalkan Dhea yg sedang kesalnya.


" huh mereka mengibarkan bendera perang dengan ku" seru Dhea sambil menyesap teh yg tinggal sedikit itu.


beberapa menit kemudian para pria sudah selesai dengan putaran nya, lalu mereka menghampiri Dhea dengan wajah yg terlihat memerah.

__ADS_1


" huh lady kami sudah selesai!" seru Daffa.


" iya huh kami sudah selesai huh berlarinya!" seru Haris sambil bertumpu pada lutut nya seperti sedang rukuk.


" baiklah baiklah kalian bisa istirahat sebentar dan bersiaplah setelah itu kita akan berjalan jalan!" seru Dhea mengibas ngibaskan tangan nya tanda memberi izin.


" makasih lady/ Dhea!" seru Daffa dan Haris.


Tampa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yg memperhatikan interaksi mereka semua dengan mata yg berkedut dan bibir yg tersenyum cerah.


' mereka sudah banyak berubah' batin nya.


....


di lain sisi saat ini Syifani dan Gus Sean sedang berada di sebuah butik untuk fitting baju pengantin.


Syifani sedang sibuk melihat lihat desain baju pengantin muslimah yg sangat cantik itu.


" bagaimana dengan baju ini Gus? simple dan elegan!" tanya Syifani pada Gus Sean.


" hmn itu bagus!" seru Gus Sean.


" tapi gaun ini juga indah dan sederhana, bagaimana dengan yg ini?" tanya Syifani lagi.


" cobalah dulu keduanya!" seru Gus Sean pada akhirnya.


" baiklah!"


tak lama kemudian keluarlah Syifani dgn gaun pertama nya, terlihat cantik dan elegan membawa kesan anggun seperti bunga persik yg bermekaran.


" bagaimana Gus?" tanya Syifani.


" bagus! coba yg satunya!" seru Gus Sean di angguki Syifani.


beberapa saat kemudian Syifani keluar dengan gaun kedua yg terkesan sangat anggun dan indah di pandang menyejukkan hati seperti Dewi yg baru saja turun.


" bagaimana skrg?" tanya Syifani.


" ambil yg ini saja!" seru Gus Sean tersenyum.


" baiklah mbak kami ambil yg ini dan Jan yg ini ya!" seru Syifani lembut pada seles itu.


" baiklah kak Kami akan menyiapkan nya silahkan menuju kasir untuk melunasi pembayaran!" seru seles itu.


" baik terimakasih..

__ADS_1


" sama sama..


...


__ADS_2