
MENGHINDAR
....
sudah seminggu dan Semakin hari Dhea makin menjauhi Gus Sean hal itu mampu membuat Gus Sean bertanya tanya apa kesalahan nya. namun setiap dia ingin bertanya selalu saja ada alasan yg di berikan Dhea agar bisa menghindar dari nya.
sekarang tepat akhir pekan seperti biasa Dhea dan Syifani pergi ke rumah Abi kyai dan umi nyai.
namun saat sampai di sana tidak ada tanda tanda kehadiran Gus Sean hal itu membuat Dhea lega namun hal itu juga membuat Syifani murung pasal nya dia tidak dapat melihat Gus Sean hari ini.
" assalamualaikum " ujar Dhea dan Syifani serempak
" waalaikumsalam eh kalian sudah datang? mari masuk sudah umi tunggu dari tadi!" jelas umi mempersilahkan mereka masuk.
" mari kita mengobrol sebentar sebelum memasak "
" eh enggeh umi!" seru Syifani
" gimana pelajaran kalian ?" tanya umi
" Alhamdulillah lancar umi skrg Syifa sudah di tugas kan sedikit sedikit menjadi asisten ustadz dan ustadzah untuk mengajari para santri baru" seru Syifani tersenyum ramah.
" wah bagus itu Syifa pertahankan itu nak! nah gimana dengan mu Dhea?" seru umi pada Syifani dan bertanya pada Dhea
" hmn lumayan umi skrg Dhea sudah sedikit bisa mengajak Al Qur'an dan sedikit bisa menahan emosi Dhea umi" jelas Dhea
" Alhamdulillah.. ayah dan bunda mu pasti bangga pada mu nak"
" hehe umi bisa saja !"
tiba tiba terdengar suara langkah kaki mendekat kearah pintu hal itu sontak membuat Dhea gugup dan meminta izin untuk ke dapur
namun sebelum sempat Dhea melangkah suara itu sudah lebih dulu menggelegar di ruangan itu.
" assalamualaikum.."
" waalaikumsalam.."
" Gus Sean sudah pulang?" tanya Syifa ramah
" iya Syifa cuma sebentar saja di aula tadi" jelas Gus Sean sambil sesekali mencuri pandang ke arah Dhea.
" umi Syifa Gus Sean Dhea pamit kebelakang dulu! Dhea akan segera memulai memasak.. umi dan yg lain lanjut kan saja mengobrol nya" seru Dhea bergegas pergi
" Sean juga permisi umi Sean ingin ke kamar dulu mengganti pakaian" seru Gus Sean pamit menuju kamar nya.
" iya Gus"
" Syifa bagaimana hari ini kamu temenin umi kepasar.. soalnya bahan di kulkas sudah mulai menipis!" seru umi meminta pada Syifani.
" dengan senang hati umi Syifa mau"
" baiklah tunggu sebentar umi ke dalam dulu mengambil dompet serta pamit pada Sean dan Dhea"
" enggeh umi"
...
umi menghampiri Dhea yg berada di dapur sambil mengambil keranjang belanja untuk di bawa nya.
" Dhea umi pergi dulu sama Syifa ke pasar untuk membeli bahan makanan"
" ouh iya umi gpp Dhea bisa kok masak sendiri" jelas Dhea sambil terus mengiris bawang.
" hmn yaudh umi pamit ya"
__ADS_1
" eh iya umi silahkan"
" assalamualaikum
" waalaikumsalam
tak lama kemudian Gus Sean keluar dengan celana kain berwarna hitam di padu dengan baju semi gamis selutut dan tidak mengenakan peci. hal itu lolos membuat Dhea terbengong melihat penampilan Gus Sean yg jauh lebih tampan tanpa mengenakan peci.
" umi kemana Dhe?" tanya Gus Sean
" umi izin ke pasar katanya!" ujar Syifani singkat tanpa melihat ke arah Gus Sean
" kalo berbicara lihat pada org yg mengajak mu bicara Dhe!" seru Gus Sean sedikit jenuh.
" ada apa Gus?" Dhea spontan membalikan wajah nya menghadap Gus Sean dan di mematung ketika mendapati Gus Sean sangat tampan dengan setelan nya.
1 detik
2 detik
3 detik
" Dhea ada apa? apa ada yg salah?" ujar Gus Sean melambaikan tangan nya ke arah wajah Dhea.
" eh maaf ga ada apa apa Gus! kalo ga ada kepentingan Gus bisa tunggu di depan selagi saya memasak!" ujar Dhea membalikan tubuh nya dan kembali mengiris bawang
" kalo begini terus aku bisa kena serangan jantung mendadak ini" gerutu Dhea yg masih bisa di dengar oleh Gus Sean.
" Dhea saya ingin bicara!"
" nanti saja Gus! Dhea sedang sibuk skrg!"
" Dhea kenapa kamu menjauhi saya?" seru Gus Sean yg membuat Dhea terdiam di tempat nya.
" itu hanya perasaan Gus aj"
" kalo ga ada kepentingan tolong tinggalkan saya sendiri!" ketua Dhea kesal.
" tapi Dhe..
" kalau Gus Sean ga mau pergi biar Dhea yg pergi!" ujar Dhea hendak bangkit
" tidak usah lanjut kan saja masak nya"
Gus Sean meninggalkan dapur dan membuat Dhea lega Tampa sadar Dhea menitik kan air mata.
" maaf kan Dhea Gus! mungkin ini yg terbaik buat kita semua!"
...
umi dan Syifani sudah pulang dari pasar dan mereka kembali ke dapur untuk membantu Dhea menghidangkan makanan nya.
saat di meja makan suasana hanya hening. Dhea dan Gus Sean tidak ada yg sama sekali membuka pembicaraan hal itu membuat Syifa bingung di satu sisi dia senang karena Dhea menepati janji nya tapi disisi lain dia tidak suka melihat Dhea yg semakin hari semakin menjauh dari diri nya dan juga Gus Sean.
( ya benar selama Dhea menjauhi Gus Sean selama itu juga Dhea sedikit menjaga jarak nya dengan Syifani ntah apa alasan nya Dhea pun tidak tahu )
" umi.. abi.. semua.. Dhea kembali ke asrama dulu ya!" Dhea pamit pada semua yg ada di meja makan.
" kamu tidak makan Dhea?" tanya Abi pada Dhea.
ya sedari tadi Abi bingung kepada ketiga anak muda di depan nya ini seperti tidak biasa satu sama lain saling menjauhi.
" tidak Abi nanti saja di asrama dengan para santri lainnya'' ujar Dhea sopan.
" kenapa tidak langsung disini aja Dhe?" tanya Syifani yg sudah merasa tidak enak hati sampai Dhea segitu nya menjauhi Gus Sean.
__ADS_1
" ga papa syif aku di asrama saja"
" baiklah nak tapi jgn lupa makan ya" umi berpesan.
" iya umi"
Tampa sadar Gus Sean terus menatap Dhea tak percaya dengan kelakuan Dhea yg sebegitu nya ingin menghindar dari nya.
sebenarnya apa kesalahannya??
"segitu marah nya kah kamu pada ku Dhe? sungguh aku minta maaf jika aku berbuat salah" gumam Gus Sean yg kini sayu sayu menatap ke arah Dhea
" Dhea apa yg kamu pikirkan? kenapa jadi begini? bukan ini maksud ku Dhe" gumam Syifani
" assalamualaikum
" waalaikumsalam
....
sesampai nya di asrama Dhea beruntung karena Lissa n the Genk tidak ada di asrama sehingga Dhea bisa leluasa menguasai asrama saat itu.
Dhea menangis sejadi jadi nya dia tidak suka dengan situasi seperti ini, baru kali ini Dhea terlihat serapuh ini karena harus menjauhi Gus Sean dan Syifani.
" maafkan Dhea Gus maaf kan Dhea! " ujar Dhea di sela sela tangis nya.
Tampa sadar Dhea berucap seperti itu di dengar oleh Syifani yg juga meminta izin menyusul Dhea yg telah lebih dulu pergi tadi.
Syifani melihat jelas kerapuhan yg di rasakan Dhea.
Syifani kembali merasa bersalah dengan apa yg sudah di perbuat nya.
"maafin Syifa Dhea Syifa tahu Syifa udh kelewatan semoga Dhea memaafkan Dhea!" gumam Syifani yg ikut meneteskan air mata.
Tampa sadar Syifani berjalan mendekati Dhea yg membelakanginya saat itu dan Tampa aba aba dia langsung memeluk Dhea dari belakang. Syifani ikut menangis di sela sela tangisan Dhea hal itu sontak membuat Dhea terkejut.
" maafkan aku Dhea maafkan aku! aku salah sama kamu Dhe.. tolong jgn marah pada ku Dhe" ujar Syifani terus memeluk Dhea dan membenamkan wajahnya di tengkuk Dhea.
" aku gpp Syifa kamu ga perlu khawatir.. kamu ga ada salah dan aku yg salah.. maafkan aku Syifa!" ujar Dhea melepaskan pelukan Syifa pada dirinya.
" jgn menjauhi ku Dhe.. jgn.. cuma kamu teman ku disini.. jangan menjauhiku.." ujar Syifani yg melihat Dhea hendak pergi.
" aku ga marah dan ga menjauhi kamu Syifa.. kamu tenang aja.. aku gpp.. kita akan tetap seperti ini" jelas Dhea sambil menepuk bahu Syifa.
" aku gpp kalo kamu mau mendekati Gus Sean.. kita sama sama mendekati Gus Sean.. aku tau kamu tersiksa dengan permintaan ku.. untuk itu kita menjalani semua nya seperti sedia kala Dhe.. aku ikhlas.. tapi tolong jgn menjauhi ku.." jelas Syifani menunduk.
Dhea yg melihat ketulusan di mata Syifani pun menghampiri nya dan memeluknya kembali.
dia sadar bahwa Syifani tidak bermaksud seperti itu.
" maafkan aku kalau selama ini sikap ku membuat kmu berfikir aku menjauhimu.. aku janji setelah ini kita akan kembali seperti biasa" seru Dhea tersenyum sembari menghapus air mata di wajah Syifani.
" makasih Dhea.."
" sama sama Syifa.."
...
HALLO GUYS GIMANA CERITA NYA?
MENARIK GA?
MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SEKARANG..
SOALNYA AUTHOR LAGI BANYAK TUGAS SEKOLAH..
__ADS_1
JADI KALAU KALIAN SUKA CERITA "SEBENING CINTA GUS PESANTREN" JGN LUPA DI VOTE + LIKE + COMENT YA..
♥️♥️