Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 77


__ADS_3

RESTU


"SAH." Semua orang mengucapkan kata itu dengan mata berkaca kaca sama halnya dgn Dhea yg saat ini sedang meminta restu pada kedua orang tuannya dan kedua orang tua Gus Sean


Dhea mencium tangan ayah sambil menangis. " ayah maafin Dhea ayah! selama ini Dhea selalu nyusahin ayah! Dhea selalu jadi anak ga nurut, Dhea minta maaf ayah! skrg putri ayah sudah besar, skrg putri ayah akan memiliki kehidupan yg baru! tolong restui putri ayah ini!" ucap Dhea sambil terus mencium tangan ayah nya sebelum ayah nya menjawab nya dan memberikan restunya.


ayah Dani meletakkan tangan nya ke atas kepala Dhea dan mengelus kepala anak nya itu. " tidak menyangka waktu begitu cepat dan sekarang putri kecil ayah sudah menjadi milik orang lain, nak ayah sangat menyayangi mu, berbahagialah dengan suamimu turuti perkataannya dan jaga lah Marwah sebagai seorang istri! ayah merestui kalian!" ucap ayah sambil mengecup singkat pucuk tangan Dhea.


" terimakasih ayah terimakasih!" Dhea langsung memeluk erat ayah nya, selama ini dia tahu bahwa dia selalu saja membantah apa di katakan ayah nya.


seperti dulu saat ayah nya menyuruh dia masuk ke dalam pesantren dia juga membantah walau akhirnya dia mau menuruti keinginan ayahnya dengan embel embel janji pada Oma dan opa nya.


Dhea beralih kepada bunda Maya yg sudah menangis sedari tadi, Dhea memeluk erat tubuh wanita paruh baya yg masih terlihat cantik itu walau sudah ditelan usia.


" bunda Dhea sudah besar skrg! Dhea sudah menjadi istri dari seseorang! bunda jgn bersedih dan khawatir lagi! sudah ada yg menjaga Dhea sama seperti yg ayah lakukan pada bunda! makasih udah mengalahirin Dhea dan maaf sudah menjadi anak yg tidak bisa di banggakan! Dhea mohon berikan Restu bunda pada kami!" ucap Dhea melepaskan pelukannya dan beralih mencium tangan bunda.


" akhirnya bunda sudah tidak perlu lagi menceramahi mu setiap pagi nak! skrg sudah ada suami mu yg menjaga anak bunda ini! Bunda tidak pernah keberatan dgn anak bunda yg nakal ini! bunda merestui kalian dan semoga kalian selalu bahagia" ucap bunda mencium kedua mata putrinya yg sedari tadi mengeluarkan air mata sehingga tampak sembab.

__ADS_1


Dhea kembali meraih tangan Aby dan menciuminya guna meminta restu pada mertuanya saat ini.


" Aby mohon restukan Dhea dan Gus Sean! biarkan Dhea menjaga dan merawatnya sampai akhir hayat Dhea! izinkan Dhea menjadi wanita shalihah yg selalu berada di sisi suaminya! restui Dhea Aby!" ucap Dhea.


" Aby merestui kamu nak!" ucap Aby mengelus kepala Dhea.


" terimakasih Aby!"


kemudian Dhea beralih kehadapan umi dan langsung memeluk nya seraya meluapkan segala emosi yg ada pada dirinya. entah mengapa dirinya sangat ingin bercerita pada umi tentang semua perasaannya.


" umi Dhea sudah menjadi istrinya! Dhea sudah menjadi miliknya! tolong bilang padanya untuk bangun umi! Dhea tidak ingin seperti ini! tolong umi!" ucap Dhea memeluk erat umi nya itu.


" terimakasih umi terimakasih!"


saat ini Dhea bangkit dan berjalan pelan kearah bangsal yg terdapat lelaki tampan yg tengah terlelap yg saat ini berstatus sebagai suami nya.


di cium mi tangan suaminya dengan air mata yg terus berderai dari mata nya.

__ADS_1


" Gus Dhea sudah menjadi milik Gus Sean! Dhea sudah sepenuhnya milik Gus Sean! Dhea tidak akan lagi meninggalkan Gus Sean! bangunlah syg bangun! Dhea rindu suara Gus Sean! bangunlah imam ku!" ucap Dhea yg kemudian beralih menciumi kedua mata suaminya dengan harapan agar suaminya lekas membuka matanya.


pluk.


bahu Dhea di teluk oleh seseorang Dhea menoleh dan dilihatnya syifani tengah menangis menatap sendiri kearah dirinya dan Tampa aba aba dia langsung memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.


" syif dia ga mau buka mata nya syif dia terus tidur di sana!" ucap Dhea sambil menunjuk kearah Gus Sean.


" Dhe, semua akan baik baik saja Hem! Gus Sean hanya lelah saja! dia pasti akan bangun setelah ini! kamu jgn sedih ya! selamat semoga kalian Sakina mawadah warohmah!" ucap Syifani sambil memeluk sahabatnya walau sebenarnya hati juga sakit saat ini, sakit karena tidak bisa memiliki orang yg di sayang nya.


' kamu beruntung Gus! dia begitu mencintai mu! bahkan Syifa malu untuk mengatakan kalau Syifa mencintai Gus Sean! makasih sudah pernah singgah walau sebentar! Syifa senang bisa mengenal Gus Sean! dia orang baik Gus, segeralah sadar jgn buat dia terus bersedih!' gumam Syifa dalam hatinya sambil menatap kearah bangsal Gus Sean berada.


dari kejauhan umi melihat hal itu sangat bahgyga pada Syifani yg sangat ikhlas menerima semua ini. andai saja dia memiliki satu anak laki laki lagi maka sudah di pastikan dia akan menjadikan nya sebagai menantu.


' umi bangga sama kamu nak! andai aja kamu bisa menjadi menantu umi, pasti umi akan sangat senang! sayang nya umi hanya memiliki satu anak laki laki! bahagialah dengan siapa yg kamu pilih, umi selalu mendoakan mu!' batin umi sambil menghapus air mata nya.


...

__ADS_1


 


__ADS_2