
SAKIT II & PERGI
💮_____________💮
Gus Sean menatap pilu akan gadis yg ia rindukan itu saat ini ia ingin sekali berkata bahwa dia sangat sangat menyesal dan dia sungguh mencintai gadis itu
namun sekuat apa dia berkata gadis itu sudah lebih dulu merasakan sakit yg teramat dalam.
" Dhea.. tolong tolong percayalah sama saya! saya sungguh tidak ada niatan seperti ini! saya mohon jangan membenci saya! maafkan saya Dhea!" ucap Gus Sean kian memohon pada gadis di depan nya.
" Gus.. saya sangat mencintai dan menyayangi Gus Sean! saya selalu menepati janji saya pada Gus Sean! sampai kapan pun saya tidak akan pernah bisa membenci Gus Sean!
namun saya kecewa Gus! saya kecewa! saya berfikir dengan kembali nya saya akan memberikan kejutan pada kalian semua! saya berharap kita akan bersama!
bahkan saya berjanji tidak akan pernah lagi pergi! akan selalu berada di sisi Gus Sean! namun seperti nya takdir selalu mempermainkan kita! entah itu dulu sekarang atau nanti! mungkin memang kita tidak di takdir kan bersama! saya.. saya.. ikhlas!" ucap Dhea pelan tidak dengan suara menggelegar yg tadi ia ucapkan.
" tidak Dhea tidak! jangan katakan itu! saya mengerti saya salah! tapi saya mohon jangan pergi lagi! jangan!" bujuk Gus Sean.
" sudah lah Gus! hapus air mata itu! semua sudah tidak berarti lagi! kita udah ga ada harapan lagi! " ucap Dhea seraya berjalan kearah Aby dan umi nyai.
" ummi.. maaf! maaf karena Dhea selalu membuat masalah! maafkan Dhea yg sudah merusak hari bahagia kalian! seharusnya Dhea memang tidak usah kembali! Dhea memang pembuat masalah! maaf!" ucap Dhea saat di depan umi nyai dan Aby kyai.
" nak maafkan umi! ( memeluk Dhea erat ) maafkan umi sayang! ini salah umi, ini bukan salah Sean nak! maafkan ummi! " ucap umi nyai memeluk erat Dhea.
" sudah lah ummi jangan menangis lagi! mungkin kami memang tidak di takdir kan bersama! Dhea sama sekali tidak pernah membenci Gus Sean! Dhea tak akan bisa umi!" ucap Dhea sambil melepaskan pelukan ummi nyai.
" nak Aby senang kamu selamat! maafkan semua ini! andai saja Aby tidak memaksa Sean! ini salah Aby!" ucap Aby kyai.
" bukan! ini bukan salah Aby! saat ini Dhea yg salah karena tidak memberi tahu bahwa Dhea selamat! maafkan Dhea! mungkin setelah ini Dhea janji ga akan kembali lagi ke kehidupan kalian semua! maaf!" ucap pada Aby dan umi.
__ADS_1
setelah itu Dhea menghampiri syifani dan menatapnya lekat sebelum kemudian Dhea memeluk syifani dan menumpahkan air mata nya dan kembali melepaskan pelukan itu.
" Syifa! akhirnya! akhirnya kamu mendapatkan Gus Sean seperti impian kamu! maaf ya, karena kehadiran ku kamu sama Gus Sean menjadi seperti ini! aku memang selalu menjadi penghalang bagi kalian! enggak dulu ataupun sekarang aku selalu menjadi penghalang kalian!" ucap Dhea menggenggam kedua tangan syifani.
" tidak Dhea ini salah Syifa! Syifa tidak tau diri selama ini! padahal Dhea udah baik banget sama Syifa! maafin Dhea udah ngehianatin persahabatan kita!" ucap syifani meneteskan air mata nya
" tidak Syifa! mungkin udah saat nya aku pergi dari kehidupan kalian! sekarang aku merestui kalian! aku minta maaf karena sudah mengambil apa yg seharusnya tidak ku ambil! maafkan aku!" ucap Dhea sambil memeluk syifani lagi.
" aku titip Gus Sean ya! jaga dia dan bahagiakan dia! aku tau Gus Sean begitu rapuh saat ini! ini semua salah ku! aku memang tidak bisa menjaga Gus Sean! sekarang urusan menjaga Gus Sean akan ku serahkan pada mu! jaga dia dan kalian bahagia! ku mohon!" ucap Dhea pelan saat memeluk syifani dan hanya di dengar oleh mereka berdua saja.
" tapi.."
" sudah lah lagian sudah terjadi! kamu juga sudah mengambil nya! aku tidak berhak lagi!" ucap Dhea pilu namun terlalu kena di hati syifani.
' ya Allah betapa jahat nya aku sama sahabat ku! apa yg sudah aku lakukan! dia begitu baik pada ku! apa dia harus juga merelakan hati nya? tidak aku tidak sanggup hidup di atas penderitaan nya! ' batin syifani saat Dhea melepaskan pelukannya.
kini Dhea beralih ke hadapan Lissa n the Genk yg saat ini Lissa malah membuang muka nya dari Dhea.
Lissa maafkan aku! aku sudah menganggap mu Taman ku sama seperti syifani! takdir memang selalu tak adil! baik kepadaku atau kepada kalian semua! maaf! " ucap Dhea pilu sambil memeluk singkat Lissa namun tidak ada balasan dan Dhea melepaskan pelukannya.
" baiklah ku harap.kamu memaafkan ku! kalau begitu aku.pergi!" ucap Dhea membalikkan tubuh nya namun hal yg tak ia duga adalah Lissa malah berlari memeluk nya erat.
" tidak Dhea! ini salah ku! aku yg selalu jahat sama kamu! kamu ga salah! jgn pernah berkata seperti tadi lagi! kamu memang seharusnya kembali! kamu tidak boleh pergi lagi! maaf Dhea maaf!" ucap Lissa memeluk Dhea.
" aku ga pernah marah! seperti kata ku! kamu belum termasuk untuk bisa membuat ku marah! " ucap Dhea sambil tersenyum sedangkan Lissa hatinya sungguh merasa bersalah.
' apa ini teman yg selalu aku jahatin? tapi kenapa? kanapa kamu terlalu baik Dhe! maaf Dhea maaf!' batin Lissa menangis dan merasa bersalah.
" aku pergi dulu!" ucap Dhea .
__ADS_1
setelah itu Dhea menghampiri ayah dan bunda nya seraya langsung memeluk bunda nya meluapkan rasa sakit yg ia rasakan selama ini.
bunda Maya paham akan sakit yg di rasakan Putri nya sehingga ia pun seperti merasakan sakit itu.
" bunda bawa Dhea pulang! bawa Dhea pulang bunda! Dhea sudah lelah! tolong bawa Dhea pulang! " ucap Dhea pada bunda Maya sambil terus menangis.
" iya nak kita pulang sudahlah jangan menangis lagi!" ucap bunda Maya menghapus air mata putrinya.
" ayah bawa Dhea pulang!" punya Dhea menatap sendu sang ayah.
" iya nak kita pulang!" ucap ayah sembari menggandeng tangan Dhea untuk menuntun nya berjalan.
mereka pun melewati Gus Sean yg saat ini sudah sangat berantakan penampilan nya. bagaimana pun Gus Sean tetaplah manusia yg bisa merasakan cinta dan rasa sakit.
" Dhea.." lirih Gus Sean.
" Dhe tolong lah jangan pergi lagi! jangan Dhea! " lirih Gus Sean seraya menangis pilu menatap.dhea yg sudah berjalan
Dhea yg mendengar Gus Sean seperti itu merasa hati nya semakin hancur mendengar lelaki yg selalu berwibawa dan karismatik kini memohon kepada seorang gadis seperti nya! hal itu sungguh membuat nya sedih dan berhenti lalu menghampiri Gus Sean.
setelah berhadapan dengan Gus Sean Tampa aba aba Dhea memeluk singkat Gus Sean namun tidak ada penolakan dari Gus sean.
" maaf Gus! Dhea harus pergi! semoga Gus Sean bahagia! jangan menangis Gus jangan menangis! ( seraya mengusap air mata Gus Sean ) Dhea tidak suka melihat ada satu air mata mengalir dari mata indah itu! sungguh Gus! Dhea tidak ingin melihat laki laki yg selalu berwibawa dan karismatik ini menangis seperti ini hanya karena seorang gadis yg tak layak di tangis! Dhea sudah ikhlas Gus! bahagiakan!" seru Dhea seraya tersenyum lembut kepada Gus Sean.
" tidak Dhea tidak! jangan seperti ini!" ucap Gus Sean
" assalamualaikum Gus Sean! selamat tinggal!" ucap Dhea tersenyum lalu berbalik pergi.
" tidak Dhea tidak!" seru Gus Sean namun tidak di jawab oleh gadis itu.
__ADS_1
.....