
GUS SEAN YANG GALAU
🏵️______________________🏵️
Saat ini Dhea sedang berada di kamarnya dengan setumpuk berkas dari anggota black cobra.
berkas berkas itu adalah surat yg di ambil dari markas besar serigala yg 2 Minggu silam mereka berantaskan.
dengan di bantu oleh Dessi Dhea mengerjakan perpindahan aset serta mengambil kepemilikan markas serigala untuk di jadikannya tempat tinggal para anggota black cobra.
" huh lelah nya!" seru Dhea bersandar ke kursi karena lelah.
" bagaimana rencana selanjutnya lady?" tanya Dessi sambil terus mengecek berkas berkas itu.
" kita akan ambil alih aset bersih dari serigala sedangkan aset kotor kita akan berikan kepada polisi! dan juga kita akan mengambil alih markas besar serigala untuk di jadi kan tempat tinggal untuk para anggota Black cobra!" ujar Dhea santai sambil memejamkan mata nya.
" baiklah lady!"
" ga usah formal gitu Napa oyy!" ujar Dhea membuka matanya.
" hehe lagian kan kita lagi bicara tentang markas gimana sih loe Dhe" ujar Dessi ikut bersandar di kursinya karena merasakan pegal di tubuh nya.
" sa'ae loe bambang " ujar Dhea
" Dhe!"
" hmn!"
" gimana hubungan loe dengan Gus Sean?" tanya Dessi yg membuat Dhea langsung membuka matanya dan perpikir sejenak.
" gua ga tau!" ucap Dhea sendu.
" kapan loe mau balik?" tanya Dessi lagi.
" setelah urusan gua di sini kelar!" jawab Dhea.
" loe ga kangen sama Gus Sean?" tanya Dessi lagi.
" banget!" jawab Dhea sambil menatap lurus.
" gua kasihan sama Gus Sean, dari semenjak loe pergi dia selalu murung dan tidak lagi ceria! gua ga tega lihat dia kaya gitu!" ujar Dessi menatap Dhea.
" gua belum bisa balik dess" ujar Dhea
" setidaknya loe kasih kabar sama dia!" bujuk Dessi.
__ADS_1
" ngak! gua ada rencana lain, gua akan kasih kejutan sama Gus Sean!" ujar Dhea sambil tersenyum tipis.
" tapi kasihan dia khawatir banget sama loe!" bujuk nya lagi.
" waktu nya akan tiba Dess! sebentar lagi saja! biarkan dia menunggu sebentar lagi!" ujar Dhea sambil tersenyum.
" bagaimana kalau nanti nya dia menyukai orang lain?!" ucap Dessi secara spontan membuat Dhea terkejut.
deg.
deg.
deg.
" aku yakin Gus Sean pasti akan menunggu!" batin Dhea mencoba meyakinkan hatinya walau dia pun sidikit khawatir.
" ga mungkin! gua percaya sama Gus Sean! dia ga akan mungkin lupain gua secepat itu! karena dia sudah cukup lama menungguku! jadi tidak mungkin dia menyerah hanya karena beberapa bulan!" ucap Dhea yakin.
" tapi ini udh hampir setahun loe ga ada kabar Dhe! dan orang orang pada ngira kalau elo itu udh ga ada! jadi ga menutup kemungkinan kalau Gus Sean ga akan berpaling dari loe!" ujar Dessi mencoba meyakinkan Dhea.
Dhea terdiam sejenak memikirkan perkataan Dessi yg menurutnya mungkin saja akan terjadi tapi di tepis semua pemikiran konyol itu dari pikirannya.
" gua percaya sama Gus Sean!" ujar Dhea lagi.
" gua harap juga begitu!" ujar Dessi
saat ini Gus Sean sedang berada di pinggir danau di belakang ponpes Al ikhlas.
dia sedang mencerna semua yg akan terjadi kedepannya, apa kah yg dia ambil ini adalah kesempatan yg baik atau bahkan tidak!
di satu sisi dia masih bingung dengan hati nya, dia merasa kalau hati nya tidak salah dengan mengatakan kalau Dhea masih hidup dan dia akan datang sebentar lagi! namun disisi lain realitas tidak mengizinkan nya untuk berfikir demikian!
sudah berulang kali dia melakukan shalat istikharah namun yg terlintas hanya mata coklat yg sangat indah dan menyejukkan bila di pandang.
hanya 2 orang yg di kenal nya yg memiliki mata indah itu. yang pertama adalah Dhea seseorang yg begitu iya rindukan namun yg kedua adalah sepasang mata coklat yg dia lihat di balik niqap.
kini Gus Sean sedang bersandar di bawah pohon sambil memegang tasbih yg di berikan oleh Dhea dan memejamkan matanya.
dia kembali teringat kenangan saat bersama Dhea.
flashback on
2 orang sedang berada di tepi jalan yg di bawahi oleh jembatan indah yg langsung menghadap ke lautan lepas.
sepasang orang itu terlihat sangat bahagia walau pun ada jarak di antara mereka.
__ADS_1
ya, siapa lagi kalau bukan Gus Sean dan Dhea yg baru saja pulang dari tugasnya melaksanakan permintaan Aby kyai untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat Aby yaitu kyai Khalid.
namun saat ini di atas jembatan itu mereka saling berhadapan sejenak sebelum akhirnya kembali menurunkan pandangan nya.
" terimakasih!" ujar Gus Sean.
" untuk ?" tanya Dhea bingung.
" karena mau menerima saya!" ucap Gus Sean.
" hanya itu?" tanya Dhea lagi.
" karena mau menjadi ibu dari anak ku!" ujar nya lagi.
" terimakasih!" ucap Dhea sambil tersenyum.
" kenapa?" tanya Gus Sean yg bingung kan seharusnya dia yg meminta terimakasih.
" karena mau memilihku untuk mendampingi mu!" ucap Dhea seraya menunduk.
" hanya itu?" tanya Gus Sean mengikuti perkataan Dhea tadi.
" karena mau menjadi syurga untuk ku di kemudian hari! yang selalu membimbing dan mendidik ku jika aku salah kelas! karena mau menerima ku dengan ikhlas walaupun aku penuh dengan dosa!" jawab Dhea ikhlas dari hati.
" tidak perlu berterima kasih! itu sudah kewajiban ku dan insyaallah aku berjanji jika kelas kita bersama aku tidak akan membiarkan mu bersedih dan hanya akan ada air mata bahagia dari mata mu!" ucap Gus Sean.
" aku percaya!" ucap Dhea.
" semoga tuhan mengabulkan niat kita!" seru Gus Sean.
" tapi.."
" kenapa?" tanya Gus Sean.
" jika tuhan tidak mengizinkan kita berjodoh maka hanya akan ada satu pilihan! " ucap Dhea.
" apa?"
" hanya satu pilihan itu berarti aku sudah tiada! karena selagi aku hidup akan ku pastikan bahwa Gus ku adalah imam ku!" ucap Dhea lembut sambil tersenyum
" maka dari itu kamu harus selalu sehat! aku tidak akan membiarkan mu sakit!" ujar Gus Sean.
" hanya Allah yg tau akhirnya!" ucap Dhea.
flashback off
__ADS_1
»»»★«««