
PERANG
2 Minggu setelah kejadian di lapangan waktu itu.
semua kembali normal Syifani dan Dhea pun semakin hari semakin Deket.
Malam itu adalah malam yang cerah penuh bintang yang bertaburan tapi tidak bagi Dhea.
Ntah apa yang sedang mengganggu pikiran nya saat itu Dhea pun memutuskan untuk pergi berjalan jalan di halaman belakang ponpes di tepi danau yang indah itu. Tapi saat sedang berjalan Dhea merasa ada yang mengikuti nya dan dengan sigap dan hati hati Dhea membawa orang itu pergi menjauh ke belakang ponpes.
" keluar! gua bilang keluar skrg! jgn macam macam sama gua!" bentak Dhea ke sembarang tempat.
" Gua hitung sampai 3 kalo ga juga keluar lo bakal tau akibatnya!" ancam Dhea penuh penekanan di setiap kata nya.
tiba tiba ada satu tangan yg menempel di pundak nya dan dengan sontak Dhea langsung membanting si empunya tangan itu.
" siapa lo? siapa yang nyuruh lo ikuti gua?. " bentak Dhea yang belum tau siapa org yang di depan nya.
" Auh Auh sakit lady!" rengek orang yang di pelintir nya itu.
Dhea terkejut karena ada yang memanggilnya lady.
Itu berarti bahwa orang itu adalah anak buah nya.
" Lady maafkan saya yang membuat lady terancam!" jelas orang itu yang tak lain adalah Daffa.
" ada apa? kenapa cari gua?" tanya Dhea dengan tatapan tajam.
" markas sangat kacau lady, semua ga terkontrol!" jelas Daffa menunduk malu karena tidak bisa menjaga amanah lady nya.
" gua udh tau!" seru Dhea hal itu sontak membuat Daffa kaget pasalnya dia belum menceritakan apa pun pada dhea.
" maksud lady?" Tanya Daffa bingung.
" Sekali lagi lo panggil gua lady lo bakal tau akibatnya!" jelas Dhea tajam dengan senyum devil nya.
" Hehe maaf lady eh maksudnya Dhea " seru Daffa cengingiran sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" ada penyusup di markas!" seru Dhea yang kembali membuat Daffa terkaget.
" bagaimana bisa? gua udh jaga keamanan cukup ketat!" seru Daffa yang masih tak menyangka bahwa dia kebobolan.
" Ingat daff! ga semua di nilai dari kekuatan tapi kita juga harus menilai orang dari taktik!" jelas Dhea menatap lurus kearah nya.
" Berapa banyak orang yang kalian rekrut menjadi anggota black cobra?" tanya Dhea spontan.
" Kurang lebih 20 orang Dhe" jawab daffa.
" awasi setiap gerak gerik mereka karena salah satu di antara mereka bisa jadi pelakunya" jelas Dhea singkat.
" tapi siapa Dhe?" Daffa bertanya kembali.
" lo sekarang king mereka jadi lo harus bisa menyelesaikan semuanya" seru Dhea malas sambil memutar bola matanya.
" baik lady!" Ucap Daffa hormat.
" hmn!"
" beberapa hari lagi gue akan mencoba kabur dari sini untuk ke markas black cobra!" jelas Dhea singkat.
" lo serius Dhe?" Daffa kaget
"hmn"
" okey gua akan bilng sama anak anak! yaudh gua balik duluan ya lagian udah malam!" ujar Daffa seperti khalayak sahabat.
" hati hati" seru Dhea singkat.
" gua kangen banget sama lo Dhe!" ujar Daffa memeluk Dhea singkat.
" Gua juga kangen banget sama kalian, sama markas, anak anak dan jalanan." ujar Dhea membalas pelukan Daffa singkat.
" gua pulang ya bye" seru Daffa sembari menghilang secepat kilat
" bye "
...
Hari ini adalah hari Minggu dan para santri menghabiskan waktu nya dengan bersantai ada yang izin keluar dan ada juga yang bersantai di kamarnya seharian.
__ADS_1
Beda dengan Dhea dan syifani yang ingin menghabiskan waktunya di rumah Abi kyai dan umi nyai. Selain itu alasan mereka kenapa mau kerumah kyai dan Bu nyai tak lain dan tak bukan adalah agar mereka bisa curi curi pandang tehadap gua Sean. Ya, Dhea sudah mulai Deket dengan Gus Sean dalam beberapa bulan ini sedangkan syifani memang sudah Deket dari dulu dengan Gus Sean.
" assalamualaikum umi Abi" seru Dhea dan syifani bersamaan.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi." ujar Abi kyai dan umi nyai.
" kalian sudah datang? mari masuk nak." ajak umi kemudian mereka duduk di ruang tengah.
" hmn bagaimana hari hari kalian?" tanya umi pada kedua gadis cantik di depannya.
" Alhamdulillah baik umi" jawab syifani tersenyum manis.
" iya umi Dhea juga sudah bisa sedikit sedikit membaca Alquran." ujar Dhea tersenyum tulus.
" Alhamdulillah bagus sekali itu Dhea, semoga bisa kamu hafal kan ya nak dan di amalkan." ujar umi sambil mengelus pucuk kepala Dhea yang dilapisi hijap itu.
" terimakasih umi." Tutur Dhea.
Mereka berbincang dengan membahas hal hal yang menyenangkan mulai dari hari hari hingga masalah wanita.
Dan sekarang mereka sedang memasak makan siang umi memasak sop ayam, syifani memasak ayam capcay sedangkan Dhea hanya membuat makanan penutup seperti salad buah dan batagor. Ya, Dhea membuat itu special untuk Gus Sean walaupun Dhea membuat nya banyak. Tiba tiba suara yang di tunggu tunggu pun tiba Dhea dan syifani bergegas menghampiri Gus Sean sedangkan umi nyai hanya menggeleng kan kepalanya.
" Assalamualaikum." Salam Gus Sean.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi." Jawab mereka serempak.
" Gus Sean baru pulang?" tanya Syifa ramah dengan senyum yang mengembang.
" iya saya baru saja selesai dari ceramah di kampung seberang." jelas Gus Sean sambil meletakkan buku yang di bawanya.
" Gus Sean haus tidak? Dhea ambilkan minum ya" ujar Dhea ramah.
" iya Dhe." ujar Gus Sean tersenyum.
Dhea pun kembali kedapur untuk megambil air minum untuk Gus Sean, tapi saat Dhea hendak sampai bertapa sakit hati nya saat melihat Gus Sean bercanda ria dengan syifani sambil menenggang botol minum di tangan nya. ya, itu adalah botol minum syifani yang tadi di bawanya ke rumah umi nyai dan Abi kyai.
PRAANKK.
Suara gelas yang baru saja lolos dari tangan Dhea menuju lantai putih itu. hal itu sontak membuat Gus Sean dan syifani kaget kemudian berdiri.
" ada apa Dhea?" tanya Gus Sean saat melihat gelas yang pecah.
" aku aku ga papa kok, biar Dhea beresin dulu pecahan gelas nya" ujar Dhea yang membungkuk untuk membersihkan serpihan kaca itu.
" yasudah bersihkan semuanya! saya dan syifani ke dapur dulu." ujar Gus Sean berlalu pergi bersama syifani
Hal itu sontak kembali membuat Dhea merasa sesak di dada nya, Tapi Dhea tidak mau terlihat lemah dia pun kembali membersihkan serpihan itu, tanpa sadar serpihan kaca itu melukai tangan nya dan Dhea merintih kesakitan.
" Auh " rintih Dhea melihat tangannya berdarah.
" ada apa Dhea?" tanya Gus Sean yg kebetulan lewat.
" Dhea gpp ustadz cuma luka sedikit aja." ujar Dhea berbohong karena sebenarnya tangan nya itu sedikit terkoyak.
" hmn yasudah cepet obatkan nanti infeksi." ujar Gus Sean kembali pergi meninggalkan Dhea.
" ada apa ini kenapa rasanya begitu sakit saat Gus Sean tidak perduli pada ku!." gumam Dhea salam hati
" maafkan saya Dhea! " gumam gus Sean dalam selah jalan nya.
Dhea membersihkan lukanya terlebih dahulu sebelum dia kemabali kemeja makan bersama yang lain.
...
" Dhea kemana Syifa?." tanya umi di selah makan nya.
" tadi kaya nya di depan deh umi!" ujar Syifa sembari terus melahap makanan nya.
" Dhea sedang membersihkan luka nya umi tadi terkena serpihan kaca yang di jatuhkan nya." jelas Gus Sean tanpa menoleh.
" hmn yasudah lanjut makan kembali." seru Abi menengahi perbincangan mereka
Selang beberapa menit orang yang di bicarakan pun sampai dan langsung duduk di samping umi nyai.
" kamu sudah tidak apa apa Dhea?" tanya umi dan Gus Sean melirik sebentar.
" iya umi hanya luka kecil saja kok!" jelas Dhea.
" Hmn okh kalo begitu sekarang makan lah nak keburu dingin." seru umi pada Dhea.
__ADS_1
" Abi sudah selesai makan nya skrg Abi mau ke kamar dulu siap siap kemasjid! kalian cepat lah selesai kan makan nya." ujar Abi bangkit dari duduk nya menuju kamar.
" iya Abi." jawab mereka semua yang ada di meja makan.
" Sean juga sudah selesai umi! Sean permisi dulu!" ujar Gus Sean namun di tahan dengan Dhea
" eh tunggu Gus! Dhea udah bikin salad buah sama batagor untuk makanan penutup nya." ujar Dhea ramah dengan senyum yang mengembang.
" hmn nanti nanti saja ya, saya kenyang nanti saja saya makan!" ujar Gus Sean kembali bangkit kemudian berlalu keruang tengah.
" Syifa kamu ga mau nyicipi buatan aku?" tanya Dhea pada syifani.
" hmn nanti aja deh Dhe! aku juga udh kenyang banget makan semuanya." ujar syifani berlalu pergi menyusul Gus Sean.
Seketika wajah Dhea berubah menjadi sendu kemudian umi yang menyadarinya pun ingin membuat Dhea merasa senang dengan memakan buatan Dhea.
" umi mau nak salad buah nya." ujar umi pada Dhea yang terlihat sedih
" serius umi?" tanya Dhea berbinar sedikit senang.
" iya sinikan piring itu." ujar umi yang kemudian di anggukan oleh Dhea.
" hmn salad buah ini enak nak kamu pintar membuat nya." puji umi dengan masakan Dhea yang memang sangat enak.
" makasih umi." ujar Dhea tersenyum getir.
" ya sudah umi Dhea ke depan dulu ya"
" kamu tidak makan Dhe?"
" enggak umi Dhea makan di asrama aja nanti." ujar Dhea kembali bangkit sambil membersihkan piring di atas meja.
Dhea menuju ruang tengah yang terdapat Gus Sean dan syifani yang sedang mengobrol betapa sakit nya hati nya saat melihat mereka tertawa riang dengan menyisakan dia yang termenung di sini sendiri.
" Gus Dhea gabung ya." ujar Dhea mencoba bergabung.
" iya silahkan." Seru gus Sean.
Dhea duduk agak jauh dari syifani dan Gus Sean dan selama Dhea duduk disitu tak ada yang mempedulikan Dhea sehingga hal itu membuat kesabaran Dhea habis kemudian bangkit untuk meninggalkan mereka.
" kamu mau kemana Dhe?" tanya syifani polos.
" gue mau balik! lo berdua lanjut aja " seru Dhea tajam, ketus dan singkat.
" apa dia marah pada ku? apa aku udah kelewatan mengacuhkan nya? " gumam Gus Sean menatap kepergian Dhea yang terlihat marah dan sedih itu.
" Dhea kenapa ya? apa dia marah sama aku gara gara ga makan buatan dia?." gumam syifani merasa bersalah.
Tak lama kepergian Dhea syifani mengundurkan diri untuk pamit kembali ke asrama karena hari pun mulai sore dan dia harus bergegas untuk bersiap ke masjid.
...
Di asrama Dhea hanya diam dan tidak memperdulikan semua perkataan syifani.
" Dhe kamu marah sama aku? aku minta maaf ya!" ujar syifani yang melihat Dhea sedari tadi mengacuhkan dirinya.
" Enggak kok gua ga marah!" ujar Dhea sambil membereskan kasur nya.
" 0h gitu ya Dhe syukur lah kalo gitu." ujar syifani lega sambil memegang dadanya.
" Iya "
" Dhea Syifa mau cerita sama Dhea" ujar syifani senang sembari menarik Dhea untuk duduk.
" mau cerita apa?" Tanya Dhea menimpali.
" sebenarnya, sebenarnya aku, aku aku tu suka suka.." uajr syifani gugup tak karuan.
" a u a u aku apa sih Syifa? ngomong aja kali." ujar Dhea yang sudah mulai netral dan menenangkan dirinya agar tidak merasa kesal lagi.
" sebenarnya Dhea, aku itu akhir akhir ini ngerasa ada yang beda di jantung aku! maksudnya gini kayanya aku suka deh sama Gus Sean." ujar Syifa membuat Dhea membulat matanya.
" Lo lo serius syif?" Tanya Dhea kaget.
" iya Dhe, emang kapan aku bohong?" jelas Syifa yang memerah pipinya
" hmn bagus deh kalo gitu, gua doain semoga loe bahagia." ujar Dhea tersenyum walau ternyata hatinya sakit.
" hmn Syifa gua duluan ya mau kemasjid." ujar Dhea berlalu pergi meninggalkan Syifani yang masih tersipu malu.
__ADS_1
...