Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 58


__ADS_3

PERTANDINGAN SKALA BESAR


🏵️____________________________🏵️


Di rumah mewah bernuansa elegan terdapat sepasang lelaki dan wanita paruh baya namun terlihat gagah dan cantik.


ya siapa lagi kalau bukan ayah dan bunda dari Dhea Zheyyfa Amanda.


Ayah dan bunda Dhea sedang duduk di taman belakang rumah mereka, mereka berdua memikirkan nasib putrinya yg sampai saat ini ntah dimana keberadaan nya, semenjak 1 bulan yg lalu namun sampai skrg putri nya tak kunjung memberi kabar kembali, ntah apa yg mereka pikir kan namun saat ini mereka hanya ingin melihat putri kecil mereka kembali dalam pelukan mereka.


Apa lagi mereka baru saja mendengar kabar yg hampir membuat mereka menganga tak percaya, kabar yg mampu membuat mereka kaget setengah mati, sekaligus kabar yg mereka yakini pasti akan membuat putri kecil mereka hancur berkeping-keping.


apa lagi kalau bukan kabar tentang hubungan ta'aruf Gus Sean dan Syifani dan yg paling parah nya lagi akad nikah mereka diadakan 3 Minggu yg akan datang.


" yah, bunda khawatir sama Dhea!" seru bunda yg saat ini menatap ke arah suaminya.


" ayah juga sama Bun! sudah lama sekali sejak hari itu Dhea tidak menghubungi kita! ntah seperti apa kabar putri kecil kita sekarang!" ujar ayah yg terlihat sendu.


" bunda khawatir bagaimana perasaan Dhea saat mendengar kabar itu!" ujar bunda yg mulai meneteskan air matanya.


" kita berdoa saja Bun semoga Dhea akan menerima nya dengan ikhlas!" seru ayah mengelus pundak sang istri.


" semoga ya yah! bunda ga ingin anak kita kecewa untuk yg kedua kalinya!" seru bunda pelan.


flashback on


Bunda sedang membuat kan kopi untuk ayah di dapur namun terdengar suara samar samar pecahan gelas dari dapur yg membuat ayah bergegas melihat keadaan bunda.


" ada apa Bun? kenapa semua nya berserakan?" tanya ayah panik.


" apa benar yg bunda dengar tadi yah?" tanya bunda sama ayah.


" iya Bun! "


" astaghfirullah Dhea.." seru bunda langsung melemas untung nya ada ayah yg menopang tubuh bunda.


" Sean akan menikah 3 Minggu lagi!" jelas ayah.


" lalu bagaimana dengan Dhea kita ayah? dia pasti terluka!" jerit bunda menepuk dada ayah yg di peluk nya.


" kita hanya bisa berdoa Bun semoga Dhea lekas kembali dan menghentikan semua ini!" ujar ayah.


" hiks hiks Dhea pulang lah nak.."


tak lama kemudian bunda pingsan di pelukan ayah dan ayah pun langsung bergegas membawa bunda ke dalam kamar.


...


di lain tempat Gus Sean sedang ragu ragu untuk menelpon seseorang.


ntah mengapa ada perasaan takut gelisah dan khawatir menjadi satu.


namun hati nya sudah mantap untuk menghubungi orang tersebut.


Tut Tut Tut.


[ 📞 assalamualaikum warahmatullahi ayah! ini Sean! ] seru Gus Sean saat telephon terhubung.


[ 📞 waalaikumussalam warahmatullahi nak Sean ada apa?] tanya pria paruh baya di seberang sana yg tak lain adalah ayah Ghani org tua kandung Dhea.


[ 📞ayah maafkan Sean ayah! tapi Sean harus mengatakan ini!] ujar Sean berat hati.


[ 📞katakanlah nak ada apa sebenarnya?] tanya ayah Ghani yg mulai timbul firasat tak enak


[ 📞 Sean akan menikah 3 Minggu lagi!]


JEDAARRRR


bagai Sambaran petir di siang bolong begitu perkataan itu muncul ayah Ghani langsung syok seketika.


[ 📞 mengapa?] tanya ayah Ghani mencoba tenang bagaimana pun dia tau kalau Gus Sean benar benar sangat mencintai putri kecil nya.

__ADS_1


[ 📞 Sean tidak bisa menunggu lagi ayah! Aby dan umi sudah setuju! walau berat tapi Sean tidak tau kapan waktu itu tiba! maafkan Sean ayah!] jelas Sean sedih.


[ 📞 baiklah nak! jika itu sudah keputusan mu maka kami sebagai orang tua hanya merestui nya! semoga kalian bahagia! ] ujar ayah dengan amat rasa berat.


[ 📞 terimakasih ayah! assalamualaikum..]


[ 📞 waalaikumussalam..]


...»»»»★««««....


seluruh peserta sudah menghadiri acara resmi pertandingan skala besar dan banyak para jawara sudah terlihat percaya diri.


saat ini Dhea dan Dessi sedang mengambil kupon dan beruntung nya mereka mendapatkan nomor terakhir jadi tidak sulit untuk bersantai sejenak.


pertandingan terus berlangsung dengan sangat meriah banyak yg terluka berat ringan dan cedera parah.


" huh sungguh membosankan!" cibir Dessi pelan.


" sabarlah sebentar lagi giliran mu!" seru Dhea santai.


" tapi Dhe gua udh bosan banget nunggu nya!" gerutu Dessi.


" sabarlah dan lihat saja!"


satu pertandingan


dua pertandingan


tiga pertandingan


empat pertandingan


lima pertandingan


enam pertandingan


...


...


...


Dessi maju dengan lawan pria berotot besar namun bagi nya itu bukan masalah besar.


Dessi mulai melakukan putaran salto kebelakang sebelum kemudian pria berotot besar itu menendang bagian bahu nya yg membuat Dessi terhuyung sebentar.


" berani sekali kaki kotor mu itu menendang ku!" geram Dessi yg kini mulai serius.


Dessi terus menyerang pria berotot itu Tampa henti dan juga Tampa memberi kesempatan pria berotot itu menyerang balik.


setelah dilihat nya Dessi lengah dan mendapat celah pria berotot itu langsung mengangkat tubuh Dessi ke atas kepalanya namun bukan kemenangan yg di dapat nya tapi kesempatan untuk Dessi menyerang titik kelemahan lawan, Dessi bergerak lincah di tubuh pria itu seperti sedang menari tarian tiang kini dia membalikkan keadaan dengan membanting pria berotot itu sebelum kemudian kaki nya mengapit kepala pria itu dan menarik tangan pria itu sehingga menyebabkan bunyi..


kraakkk


tangan pria itu patah dan rintihan kesakitan datang dari pria itu namun tak hanya itu Dessi mulai menginjak batang lehernya dan berbalik mengarah lelaki pria itu sambil memegang kedua tangan pria itu seperti ingin membantu nya berdiri namun hal yg mengerikan terjadi Dessi menendang keras tempurung kaki pria itu sehingga membunyikan kembali suara..


kraakkk


suara kaki patah terdengar ngilu di telinga para jawara lain dan itu juga terlihat mengerikan bagi perguruan harimau putih.


" *huh benar benar iblis wanita!" batin para jawara


" untung saja aku bukan menjadi lawan nya kalau tidak nasib ku pasti akan sama seperti pria malang itu!"


" jgn berani memprovokasi dia, dasar iblis*"


masih banyak lagi suara suara gemuruh dari atas kursi penonton.


sehingga tepukan podium pertandingan berbunyi


pak pak pak.

__ADS_1


pria itu menyerah sehingga kemenangan di raih oleh Dessi.


" pemenang nya ialah Dessi dari padepokan lima sila!!" teriak Kasim menggema ke seluruh penjuru ruangan aula utama.


Dessi turun dari podium dengan memakai sabuk emas perak yg di lapisi berlian kecil di bagian tengah yg saat ini melingkar di pinggang nya menandakan dia adalah pemenang.


lalu Dessi menghampiri Dhea dengan menunjukkan sabuk di pinggang nya dengan petunjuk mata, sedangkan Dhea yg melihat nya hanya acuh tak acuh dengan selokan bahu.


tapi tidak dengan Abah Anom yg begitu senang melihat murid yg di bawa nya mendapatkan prestasi untuk pertama kalinya.


" baiklah untuk pertandingan terakhir kali ini mari kita sambut peserta nomor 100....." riak para Kasim.


baru lah setelah itu Dhea menaiki podium dengan aura berwibawa layak nya seorang pemimpin berkarisma.


banyak juga yg bergidik ngeri atas kenaikan nya karena kasihan dengan lawan yg akan menghadapi gadis berhijab yg mengerikan itu.


beberapa saat kemudian terdengarlah langkah kaki yg terdengar tegas, lalu muncullah seorang pria muda yg mengenai jubah hitam dan menutup kepala nya.


sesaat kemudian pria itu membuka penutup kepala nya dan terlihat lah wajah tampan nan elok itu.


" *huh dia bukan nya jawara yg sudah berturut turut menang dalan kompetisi ini ya?" bisik bisik penonton mulai berterbangan.


" kalau begitu habis lah gadis itu!"


" ku kira gadis itu yg akan menang, lihat lah dia begitu santai!"


" semoga saja! kasian jika gadis itu harus terluka*!"


bisik bisik itu pun berhenti saat gong emas berbunyi menandakan pertandingan akan segera di mulai.


Dhea menatap lekat ke arah pria tampan itu begitu juga sebaliknya pria itu menatap lekat kearah Dhea.


sebelum kemudian pria itu bersuara.


" aku ingin lihat seperti apa kemampuan gadis yg sedang banyak di bicarakan!" ujar pria itu.


" tidak perlu berbasa basi serang aku!" ketus Dhea yg masih waspada.


" jgn terburu buru kita bersantai saja!" ujar pria itu.


" cih bersantai hanya untuk orang yg akan kalah!" cibir Dhea pelan.


" kalau begitu mulai lah!" seru pria itu.


" lebih baik kau lah yg mulai!"


" baiklah kalau begitu kau yg memintanya!"


percakapan yg begitu singkat dan hanya di dengar oleh mereka berdua saja sebelum kemudian pria itu mulai menyerang Dhea dengan kekuatan nya dan Dhea pun berhasil menangkis semua gerakan yg di tujukan pria itu pada nya.


" kurasa aku sudah meremehkan mu gadis kecil!" seru pria itu.


" maka dari itu kau tidak layak!" sarkas Dhea dengan mata tajam nya.


" kau terlalu sombong!"


pertandingan semakin serius pria itu tidak berani bermain main lagi dia tidak menyangka kalau lawan nya kali ini begitu menyeramkan namun dia juga tidak ingin kalah bagaimana reputasi nya kedepannya jika orang orang tau kalau dia kalah dari gadis kecil yg saat ini di hadapan nya.


pertandingan semakin sengit tak ada yg mau kalah satu orang pun dan banyak penonton yg menganggap ini lah pertandingan yg sebenarnya.


Dhea yg sudah bosan bermain main mulai bergerak lincah ke arah pemuda itu Tampa sadar Dhea telah menancapkan sebuah jarum perak ke arah tengkuk leher pria itu yg efek nya akan menyerap sebagian energi pria itu perlahan lahan.


benar saja semakin pria itu bergerak semakin pula energi nya habis.


Dhea yg melihat pemuda itu mulai kelelahan pun tersenyum devil.


" *ada apa dengan tubuh ku ini? mengapa skrg aku terasa lelah semakin banyak bergerak? " batin pria itu yg mengeluarkan banyak keringat di pelipis mata nya.


" ingin melawan ku hmn? cih kau masih belum layak pria arogant!" batin Dhea tersenyum menatap pria itu*.


pertandingan terus berlangsung

__ADS_1


»»»»★««««


__ADS_2