Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 59


__ADS_3

KEMENANGAN & PANGGILAN TETUA YASEN


🏵️__________________________________________🏵️


Pertandingan terus berlangsung Dhea semakin mudah untuk melawan pria itu dengan tenaga yg hour habis pria itu pun akhirnya menyerah namun dia tidak dalam keadaan kalah dia sengaja menyerah agar dirinya tidak terlalu malu, bagaimana pun dia adalah jawara berturut turut yg memenangkan pertandingan dari tahun ke tahun.


seluruh jawara yg menonton pun terkejut atas kekalahan pria itu karena bagaimana pun mereka tau bahwa pria itu adalah master di perguruan harimau putih karena sudah beberapa kali memenangkan pertandingan skala besar ini.


namun hari ini dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan kekalahan dari master tersebut.


banyak mata yg kagum dengan keberhasilan Dhea tak terkecuali Abah Anom nun tidak dengan Dessi yg seperti nya sudah biasa melihat kejadian itu.


hal itu pun tak luput dari pandangan tetua Yasen yaitu tetua dari perguruan harimau putih ini.


dia berniat untuk mengundang Dhea menjadi salah satu murid di perguruan harimau putih nya.


namun hal itu masih niat belum pasti Dhea mau menerima niat nya itu batin tetua Yasen.


" pemenang tahun ini adalah padepokan lima sila... " riak Kasim tersebut dengan lantang nya.


Abah Anom sangat senang dengan kemenangan kali ini dia bangga kepada para gadis yg di bawa nya walaupun mereka bukan lah murid nya namun dia tetap merasa terharu dengan kemenangan ini, dia sangat berterima kasih kepada kedua gadis itu.


...


Malam hari nya Dhea, Dessi dan Abah Anom sedang berkumpul di teras belakang paviliun Dhea dan Dessi.


Abah Anom mengungkapkan semua kebahagiaan dalam diri nya akibat kemenangan kali ini.


" Abah berterimakasih sama kalian berdua! jika tidak ada kalian maka Abah tidak tau bagaimana nasib padepokan kita kedepannya! sekali lagi terimakasih banyak!" seru Abah Anom penuh rasa syukur.

__ADS_1


" tidak perlu berterimakasih Abah! kami senang melakukan nya, Abah juga sudah banyak membantu dan membimbing kami selama ini! seharusnya kami yg meminta maaf kepada Abah!" seru Dhea dengan sopan nya.


" iya Abah seharusnya kami yg berterima kasih pada Abah! kalau tidak ada Abah mungkin kami tidak akan pernah bertemu lagi dengan sahabat kami Dhea! sekali lagi terimakasih Abah!" seru Dessi sedikit membungkuk membuat Dhea sedikit terkejut melihat nya, dia tidak menyangka demi dirinya Dessi rela membungkukkan kepala nya.


" sudah lah nak tidak usah berterima kasih! Abah sudah menganggap kalian seperti cucu Abah sendiri sama seperti ayu!" ucap Abah Anom.


" terimakasih!!"


tiba tiba ada seorang kasih datang menghampiri mereka bertiga yg sedang merayakan kemenangan kali ini.


" kami di perintahkan untuk mengundang kalian berdua ke kediaman tetua Yasen!" seru Kasim tersebut.


Dhea dan Dessi saling berpandangan lalu kemudian pandangan mereka jatuh kepada Abah Anom yg langsung di balas anggukan oleh nya.


" baiklah tunjukan jalan!" seru Dhea .


sesampai nya di depan pintu tiba tiba Kasim itu pun berteriak membuat Dhea dan Dessi kaget seketika.


" UTUSAN PADEPOKAN LIMA SILA TELAH TIBA!" Riak Kasim terbit memekakkan telinga Dhea dan Dessi.


" *apa harus sampai teriak seperti itu?" batin Dessi bingung mengernyitkan alis nya.


" alah Mak bisa tuli telinga gua!" batin Dhea menutup telinga mereka*.


mereka berdua masuk dan saat sampai mereka melihat seorang paruh baya sedang duduk di atas kursi sambil meminum secangkir teh herbal.


" permisi ada apa tetua Yasen memanggil kami?" tanya Dhea to the points.


" jgn terlalu terburu buru, silahkan kalian duduk dulu!" usul tetua Yasen yg di angguki mereka.

__ADS_1


" jadi ada apa sebenarnya?" tanya Dessi.


" okh baiklah niat saya memanggil kalian adalah untuk mengundang kalian sebagai murid dari perguruan harimau putih ini! bagaimana menurut kalian?" seru tetua Yasen membuat Dhea dan Dessi sedikit mengernyitkan alis nya.


" jika kalian bersedia maka kalian akan mendapatkan gelar master tingkat emas!" bujuk tetua Yasen.


" *ternyata ini tujuan nya? dia kira dia siapa ingin kami masuk ke perguruan aneh ini?!" batin Dessi sedikit mencibir kearah tetua Yasen.


" apa motif nya sebenarnya?" batin Dhea terus menatap lekat kearah tetua Yasen*.


" kalian tidak perlu berfikir yg macam macam aku hanya ingin menawarkan kesempatan ini! banyak orang yg sangat menginginkan memasuki perguruan harimau putih ini namun tidak banyak yg bisa melakukan nya! kalian beruntung aku dengan langsung mengundang kalian!" seru tetua Yasen.


" kalau begitu mohon maaf sekali tetua Yasen! dengan berat hati kami harus menolak ajakan dari tetua Yasen yg terhormat! kami merasa tempat ini bukan lah tempat kami! jadi mohon maaf kami harus menolak tawaran ini!" seru Dhea terlihat tenang dan sedikit rendah hati.


" apa kalian yakin?" tanya tetua Yasen.


" bahkan sangat yakin!" seru Dessi kemudian.


" baiklah, jika memang itu keputusan kalian maka kami hanya bisa menerima nya!" ujar tetua Yasen tampak sedikit kecewa namun dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada orang lain.


" terimakasih atas pengertian tetua Yasen yg terhormat! kalau begitu kami pamit undur diri! permisi.." seru Dhea bangkit di ikuti oleh Dessi dan mereka sedikit membungkukkan kepala mereka lalu pergi.


setelah kepergian mereka tetua Yasen masih sedikit kecewa sebelum kemudian dia tersenyum.


" beruntung si pak tua itu mendapatkan murid yg setia!" batin tetua Yasen.


[ sebenarnya Tampa mereka ketahui Abah Anom dan tetua Yasen adalah saudara kandung! namun karena ada perselisihan yg terjadi mereka saling bermusuhan! tapi hal itu tidak luput dari kesadaran mereka masing masing yg sebenarnya saling menjaga satu sama lain ]


»»»»★««««

__ADS_1


__ADS_2