
PERUBAHAN II
Hari berlalu semua kembali normal syifani dan Dhea kembali beraktifitas seperti biasa namun ada yang berbeda dari biasanya.
Gus Sean 'Berubah' dia tidak seperti Gus Sean yg Dhea kenal lagi.
Gus Sean hanya berbicara pada Dhea hal yang penting penting saja.
hal itu membuat seluruh santri terheran karena Gus Sean kembali menjadi Gus yang dingin dan galak.
pekan pun tiba seperti biasa Dhea selalu pergi ke rumah Gus Sean untuk menghabiskan hari liburnya.
tapi kali ini tidak dengan syifani, dia sedang keluar bersama keluarganya yg dari dari kampung.
hal ini membuat Dhea harus pergi ke rumah Gus Sean hanya sendiri.
"assalamualaikum.." ujar Dhea pada semua orang yg ada di sana termasuk Gus Sean.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi.. " ujar semua orang.
saat Dhea hendak masuk Gus Sean seketika permisi untuk pergi hal ini sangat membuat Dhea sedih.
" Abi umi Sean ke kamar dulu.. ada tugas yg harus Dhea kerjakan" ujar Gus Sean sedikit berbohong.
"maafkan hamba mu ini ya Allah yg sudah berani berbohong kepada Abi dan umi!" gumam Gus Sean .
" yasudah silahkan Sean.." ujar Abi kyai.
" sini Dhea duduk disini kita berbincang sejenak" ajak umi.
" baik umi"
tak lama setelah perbincangan mereka Dhea dan umi nyai pun memutuskan untuk memasak di dapur.
hari ini menunya hanya ayam capcay, cah kangkung, dan sambal terasi. namun Dhea membuat sesuatu untuk Gus Sean yg tak lain Dhea membuat cake yg bertuliskan 'Maaf Gus Sean!'.
setelah semua nya selesai umi menyuruh Gus Sean dan Abi kyai untuk makan bersama.
__ADS_1
" Abi Gus Sean! makanan sudah siap mari makan bersama!" ujar Dhea menunduk karena tidak berani menatap Gus Sean.
di meja makan semua memakan nya dengan lahab namun tak ada yg berani membuka suara.
Abi dan umi hanya terheran pada Dhea dan Sean karena tidak biasanya mereka diem dieman sampai tidak menatap satu sama lain.
" Abi sudah selesai kalian lanjut makan saja" ujar Abi bangkit dari duduk nya.
" umi juga sudah selesai kalian lanjut kan saja makan nya" ujar umi menyusul Abi.
seketika suasana menjadi canggung hanya ada dentingan sendok saja yg menemani.
namun saat Gus Sean hendak bangkit Dhea menahan nya.
" Gus sebentar!'' pinta Dhea yg tak sengaja menyentuh tangan Gus sean.
" bukan muhrim!" ujar Gus Sean singkat.
" Gus maaf!" ujar Dhea menunduk.
" ini.." Dhea memberikan cake yg di buat nya tadi.
" terima kasih!" ujar Gus Sean mengambil cake itu karena bagaimanapun dia tidak ingin membuat Dhea merasa marah.
"berapa lama lagi Gus? berapa lama lagi?"gumam Dhea sangat sedih
2 months later
sudah 2 bulan Gus Sean mengacuhkan Dhea dia sama sekali tidak memandang Dhea sebagaimana dulu dia memandang nya.
semakin hari pula Gus Sean dan syifani kembali Deket.
hal itu sangat membuat Dhea sedih namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena bagaimanapun dia bukan siapa siapa nya Gus Sean.
Hari ini adalah hari Sabtu dan para santri boleh keluar ponpes untuk berbelanja kebutuhan sehari hari.
Dhea dan Syifa pun hendak keluar.
__ADS_1
Di asrama Dhea dan syifani pun lagi bersiap siap dan hal itu di lakukan juga oleh Lissa n the Genk.
syifani mengenakan rok hitam dan di padu dengan Hoodie putih dan tak luput dengan hijab berwarna coklat muda.
sedangkan Dhea dia hanya mengenakan celana berwarna putih sedikit longgar namun bukan kulot ya guys😂 di padu dengan gardigan berwarna mocca dgn hijab pasmina berwarna senada dengan syifani.
Saat hendak keluar gerbang Syifa dan Dhea di panggil oleh Gus Sean.
" assalamualaikum ..." ujar Gus Sean yg sudah rapi dengan jubah putih bersih di padu dengan peci berwarna hitam dan saat itu Gus Sean terlihat sangat gagah dan ketampanan nya bertambah 100 kali lipat.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi.." ujar mereka kompak.
" Syifa mau keluar juga?" tanya Gus Sean pada Syifa namun tidak mempedulikan Dhea.
" iya Gus kita mau jalan jalan aja di sekitar ponpes!" jelas syifani.
" ouh kalo gitu mari kita pergi bersama? ajak Dhea juga!" ujar Gus Sean menatap Dhea sekilas
" Eh ga usah deh.. gua pergi sendiri aja! kalian jalan aja berdua!" ujar Dhea berjalan meninggalkan mereka.
" Dhea ayo dong jarang jarang lhoh kita keluar bareng" ujar Syifa menyusul Dhea.
Dhea menatap Gus Sean sekilas dan Gus Sean menatap nya juga namun langsung memalingkan wajahnya kembali.
" yasudah ayo.." ujar Dhea tersenyum.
Dhea duduk di belakang sedangkan syifani duduk di depan bersama Gus Sean.
sepanjang perjalanan Dhea hanya di jadikan nyamuk yg hanya sesekali di sapa dan di ajak bincang.
"bodoh nya aku kenapa aku mau ikut di ajak nya? kan jadi nyamuk jadi nya!" gumam Dhea sambil menatap keluar jendela.
"huhh apa sekeras itu hati nya sehingga tidak kembali membujuk ku agar memaafkannya?" gumam Gus Sean sembari melihat Dhea dari kaca spion.
"ada apa ini? aku merasa Dhea dan Gus Sean seperti sedang bermusuhan saja.. ya tuhan kenapa aku harus berada di situasi ini sih?" gumam Syifa yg menggeleng kepala.
....
__ADS_1