
KELUAR KOTA III
...
Sore hari pun tiba acara sudah selesai tinggal penjamuan ustadz dan ustadzah sekalian yg hadir..
tiba tiba hujan turun sangat deras dengan angin yg cukup kuat..
Gus Sean dan Dhea pun sedikit gelisah pasal nya bagaimana mereka pulang jika hujan deras begini?
Dhea menghampiri Gus Sean yg sedang berbincang dengan ustadz² yg lain.
dengan wajah cemas Gus Sean pun paham.
" Gus.."
" ada apa Dhe?"
" bagaimana kita pulang?" tanya Dhea sambil meremas jari nya.
" sebentar lagi kita pulang Dhe"
" tapi hujan Gus.." ujar Dhea .
sebenarnya Dhea bukan takut karena hujan lebat..karena dulu pun dia akan menerjang badai untuk membasmi kejahatan.. dia hanya mengkhawatirkan gimana tanggapan orang org di pesantren nanti jika dia dan Gus Sean tidak juga datang apa lagi sampai menginap..
" assalamualaikum Dhea.. Gus Sean.." seru seseorang dah ternyata org itu adalah ustadz Rama
" waalaikumsalam.." jawab Dhea dan Gus Sean bersamaan.
tampak dari wajah Gus Sean yg sedikit tidak bersahabat ketika ustadz Rama tersenyum pada Dhea.
" ada apa ustadz?"
" hujan sangat deras.. bagaimana bisa kalian pulang dengan keadaan begini?.. lebih baik menginap saja disini.. " saran ustadz Rama ramah
" tidak! kami pulang saja!" ujar Gus Sean ketus dan singkat
" tapi jalanan banyak yg di tutup akibat pohon pohon pada tumbang di jalanan" jelas ustadz Rama
" sekali tidak tetap tidak!" sergah Gus Sean
" baiklah ustadz saya tetap tinggal disini..seterah dengan Gus Sean saja jika dia ingin pergi ya silahkan pergi sendiri.. " ujar Dhea sambil melirik ke arah Gus Sean.
"apa apa Dhea ini? tak tau kah dia bahwa aku cemburu?? hmn menyebalkan!" gumam Gus Sean
" sekali sekali ngerjain Gus Sean gapapa kali ya..😂" gumam Dhea tersenyum menang
" baiklah kami akan menginap disini.. tapi saya ingin kamar bersebelahan dengan Dhea !"
" baiklah Gus!"
...
malah hari nya Dhea duduk sendiri di taman mini seperti tadi siang. karena hujan sudah deras jadi dia pun memutuskan untuk mencari angin di luar sambil memikirkan nasib nya besok.
tak berapa lama kemudian datanglah ustadz Rama sambil membawa minuman.
" assalamualaikum.."
" waalaikumsalam.. eh ustadz Rama.."
" boleh saya duduk?" tanya ustadz Rama melirik kesamping Dhea yg kosong.
" ehemn silahkan.." seru Dhea dan ustadz Rama langsung duduk
" kenapa malam malam begini masih di luar?" tanya ustadz Rama
" saya hanya ingin melihat bintang.." jawab Dhea sambil terus menatap kearah langit.
" kamu suka Bintang?"
" hmn iya.. "
" kenapa?"
" karena di sana ada orang yg sangat spesial sedang tersenyum ke arah ku!" ujar Dhea melihat kearah langit sambil tersenyum.
" seberapa spesial nya dia?"
" sangat spesial.. jika bisa saya menukar saya akan menukar apa saja yg saya punya asalkan dia tetap disini di samping ku" seru Dhea sambil tersenyum menatap kearah ustadz Rama
" siapa.orang itu?"
" Rama! Ramadhatia Arga! orang yg selalu ada di saat saya suka maupun duka! org yg selalu mengisi tawa saya selama 3 thn terakhir ini!! org yg sangat berarti bagi saya namun Tuhan lebih membutuhkan nya!" seru Dhea yg saat ini meneteskan air mata.
ya kalo soal berkelahi mungkin Dhea lah yg akan menang namun jika soal Rama maka dia lah yg paling lemah!
" ikhlas kan! dia tidak akan suka melihat mu seperti ini Dhe.." seru ustadz Rama
" hehe saya sudah mengikhlaskan nya.. hanya saja masih sedikit rasa ingin untuk dia kembali!" ujar Dhea sambil menyeka air matanya.
__ADS_1
" hmn yasudah ini minum dulu saya membawakan ice chocolate dgn toping kacang!" ujar ustadz Rama dan Dhea langsung terdiam.
bagaimana bisa ustadz Rama tahu minuman kesukaannya yg selalu di berikan oleh Rama mantan kekasih nya itu.
" Dhe! kenapa? kamu tidak suka?" tanya ustadz Rama membuyarkan lamunan nya.
" eh ehemn saya suka terimakasih" ujar Dhea tersenyum manis
" sungguh manis senyuman mu Dhe.. apa masih ada tempat untuk orang lain mengisi hati mu?" gumam ustadz Rama sambil menatap Dhea yg meminum minuman dari nya.
" terimakasih ustadz.."
" sama sama.."
tak beberapa menit kemudian Gus Sean datang menghentikan tawa mereka berdua.
dengan mata tajam siap membunuh siapa saja yg di depan nya itu.
" ehemn.. sudah malam tidak baik bagi laki laki dan perempuan berdua duaan.." ujar Gus Sean ketus.
" hmn kalo begitu Dhea saya pamit dulu! assalamualaikum.." seru ustadz Rama.
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
jawab Dhea dan Gus Sean.
hmn Dhea kembali duduk dan ketika Gus Sean hendak pergi Dhea pun menahan nya dengan menarik ujung pakaian nya.
" Gus.. duduk skrg!" seru Dhea lembut Gus Sean pun menurut
" ada apa?" ketus Gus Sean.
" Gus Sean kenapa?"
" saya tidak papa"
" masa?"
" iya Dhea!"
mereka kembali diam dengan pikiran masing masing.
sebelum akhirnya Dhea membuka pembicaraan.
" Gus Dhea mau nanya!"
" tanya saja!"
" kenapa?" tanya Gus Sean menatap kearah Dhea.
" hmn apa nanti pikiran mereka tentang kita kalo Gus Sean berkata seperti itu!" seru Dhea.
" hmn biarkan mereka!" seru Gus sean
" hmn yasudah lah ." ujar Dhea sedikit ketus karena tidak mendapat jawaban.
" Dhe.."
" hmn
" bagaimana tanggapan mu jika ada yg meminta mu kepada orang tuamu atau mengajak mu ta'aruf?" tanya Gus Sean serius sambil menatap kearah Dhea.
" duh kok Gus Sean malah nanya gitu sih.. gua harus jawab apa? kok jadi gugup gini sih.. ehmnn Dhea jaga harga diri mu.. kamu sudah biasa mendengar perkataan seperti ini jadi tolong rileks!!" gumam Dhea yg sedikit gugup.
" seperti yg pernah saya bilang Gus! hanya orang bodoh yg mau mengajak saya ta'aruf!" ujar Dhea santai
" apa jika saya yg mengajak mu ta'aruf berarti saya bodoh?" tanya Gus Sean
sekatmat Dhea semakin gugup di buat nya.
" apa maksud mu Gus?"
" buahahaha ada ada saja Gus Sean ini! jgn becanda Gus.." tawa Dhea untuk mengusir rasa gugup nya
" saya serius Dhea!"
" hmn jika itu benar maka siapkah Gus Sean menerima saya apa ada nya? saya tidak seperti yg Gus Sean pikirkan! dunia saya gelap! saya ank begajulan! saya anak yg tidak tau sopan santun" seru Dhea yg kini serius sambil menatap manik mata Gus sean
" jika saya siap menerima semua kekurangan mu apa kamu juga siap menerima segala kekurangan saya?" seru Gus Sean penuh harap.
" tergantung! jika Gus Sean juga siap menerima saya apa adanya.. karena Gus Sean pun belum tahu semua tentang saya!" jelas Dhea sambil menyeruput minuman nya
" baiklah saya siap!" ujar Gus Sean mantap dan membuat Dhea kaget bukan main.
" uhuk uhuk Gus sean jgn becanda!" ujar Dhea menatap intens pada Gus Sean.
" saya serius Dhea!"
" apa yg harus gua jawab? di satu sisi gua seneng banget tapi disisi lain gimana dengan Syifani?"gumam Dhea bingung dan gugup
" tapi.. tapi.."
__ADS_1
" tapi apa?" tanya Gus Sean penuh selidik
" hmn pastikan bahwa tidak ada hati yg akan terluka dgn hubungan ini!" seru Dhea sambil beranjak pergi meninggalkan Gus Sean.
" apa maksudnya? siapa? " gumam Gus sean bertanya pada dirinya sendiri.
...
Dhea kembali ke kamar nya dia menangis meratapi nasib nya..
andai saja Rama masih ada mungkin dia tidak akan merasakan situasi seperti ini..
" Rama.. aku harus apa? aku bingung sayang!😭.. andai kamu masih disini pasti semua ga akan seperti ini..😭!" gumam Dhea sambil meringkuk di atas kasur dengan memeluk lutut nya.
Dhea pun tertidur dengan mata yg masih sembab karena menangis.
skip.
saat Dhea tertidur dia bermimpi bertemu seorang pria tampan yg sangat dia rindukan.
memakai baju serba putih dengan wajah yg berseri seri hmn sungguh sangat tampan dan masih sama persis dengan orang yg 3 belakangan ini yg dia kenal.
hmn sosok itu tak lain adalah Rama yg sangat dia rindukan.
" Rama!" seru Dhea yg menghampiri Rama dan langsung berhambur ke pelukan nya.
" Rama Dhea kangen Rama dhea kangen..😭 " ujar Dhea sambil menangis di pelukan Rama.
" Dhea kenapa hmn?" tanya Rama sambil menangkup wajah Dhea agar bisa menatap nya.
" Dhea bingung Rama! Dhea ga suka dengan hidup Dhea setelah Rama pergi!" ujar Dhea mengadu pada kekasih nya itu.
" hmn ikhlas Dhea! ikhlaskan Rama!"
" Dhea sudah ikhlas Rama tapi ntah knpa semakin hari Dhea merasa semua nya semakin rumit!"
" jalanin aja Dhea! ikuti akur nya! lakukan apa yg menurut Dhea benar! jgn siksa Dhea dgn apa yg Dhea g sanggup!" jelas Rama sambil mengusap air mata di wajah Dhea.
" tapi bagaimana Dhea Rama? bagaimana dgn Syifani?" tanya Dhea semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Rama
" Rama senang jika Dhea senang! Rama akan terus tersenyum jika Dhea tersenyum! dan untuk Syifani.. Rama yakin suatu saat nanti dia pasti akan mengerti!" jelas Rama sambil mengelus kepala Dhea yg terlapis hijab.
" Dhea akan coba Rama!" ujar Dhea yg masih memeluk pinggang Rama.
" Dhea cantik!" ujar Rama spontan yg membuat pipi Dhea memerah
" Dhea kan memang cantik Rama!" seru Dhea manja.
" tapi Dhea jauh lebih cantik jika memakai hijab!" ujar Rama.
" hmn masa sih?" tanya Dhea sambil melihat ke arah hijab nya.
" iya sayang.. pertahan kan hijab mu! " seru Rama mengelus kepala Dhea
" iya Rama Dhea akan pertahankan.."
" janji?🤙"
" janji🤙" seru Dhea membalas kelingking Rama.
" yasudah Rama pergi dulu Dhea.. hati hati jaga diri baik baik.. Rama selalu ada di dekat Dhea.. jgn khawatir.."
" knpa? knpa hanya sebentar? Dhea masih kangen sama Rama!" Dhea berteriak.
" hmn jika sudah saatnya pasti kita akan bertemu lagi Dhe"
" tapi Rama.."
" ikhlasin Rama.. assalamualaikum sayang..
" waalaikumsalam.."
"RAMAAAA!!" Dhea berteriak setelah mimpi nya usai dan dia terbangun ketika adzan subuh berkumandang.
" ternyata hanya mimpi.. Rama Dhea janji akan ikhlas dengan takdir Dhea.." ujar Dhea berbicara sendiri.
Dhea pun bergegas mandi dan mengambil air wudhu dan segera menuju masjid ketempat mereka ceramah kemaren.
...
HALLO GUYS..
GIMANA CERITA NYA?
SERU GA?
MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SEKARANG KARENA AUTHOR BANYAK TUGAS SEKOLAH..
JADI JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA "SEBENING CINTA GUS PESANTREN" JANGAN LUPA VOTE + COMENT + LIKE
♥️♥️♥️
__ADS_1