
KELUAR KOTA II
....
3 jam kemudian mereka sampai di tempat tujuan tepat nya di kota yg sudah di katakan oleh Abi kyai
dengan senyum yg di paksa pun mereka turun dan menyalami satu persatu tamu yg sudah pada hadir siang itu.
ya mereka sampai tepat jam 11 siang dan acaranya di mulai jam 13.15 setelah makan siang.
jadi sempat bagi Gus Sean dan Dhea untuk beristirahat sejenak.
saat baru sampai banyak pasang mata menatap kearah ku dan juga Gus Sean.
ada yg memandang Gus Sean terlalu Tampa, ada yg memandang Dhea terlalu cantik, ada yg memandang kalau Dhea dan Gus Sean adalah sepasang suami istri, ada juga yg memandang sinis kearah Dhea.
" assalamualaikum semua.." ujar Gus Sean yg di sambut baik.
" waalaikumsalam Gus .." jawab mereka dengan sambil berjabat tangan
" silahkan Gus masuk.. kami tau Gus dan ustadzah pasti lelah karena perjalanan ini jadi kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian..." seru salah satu dari mereka.
" maaf pak seperti nya kalian salah paham.. kita buka sepasang suami istri pak.. " ujar Gus Sean dan tampak ada sedikit kekecewaan di wajah Dhea
" ouh maafkan kamu Gus kami tidak tau mengenai itu.. habis nya Gus dan ustadzah terlihat sangat serasi.." timpal yg lainnnya.
" dimana kamar kamu pak?" Dhea langsung membuka suara dengan lembut.
" disana ustadzah di kamar 29 " tunjuk salah satu gadis cantik yg mungkin seusianya.
" tidak perlu memanggilku ustazah.. karena aku hanya murid dari Gus Sean.." seru Dhea ramah.
" ouh yaudh kalo gitu.. jadi saya harus memanggil dengan..??"
" Dhea! panggil aja Dhea.."
" Mira panggil aja Mira.."
...
akhirnya Dhea pun merebahkan dirinya di atas kasur dan mencoba beristirahat sejenak.
siang hari selepas shalat Dzuhur Dhea pun keluar kamarnya untuk menemui Mira agar menuntun nya ke tempat makan siang dan membawa nya ke tempat Gus Sean terlebih dahulu.
" Mbak Dhea dekat ya sama a' Sean?" tanya Mira tiba tiba di sela perjalanan mereka
" knpa nanya gitu?" tanya Dhea bingung
" ya gpp soalnya aku lihat kalian Deket gitu.."
" hmn ya begitu lah.. kadang Deket kadang jauh.." seru Dhea sambil membayangkan kejadian beberapa waktu lalu.
" eh btw kok jadi malah ngomongin Gus Sean si? ca ri topik lain aja deh.."
" hehehe iya mba.."
...
Dhea lun menghampiri Gus Sean yg sedang berbicara dengan tamu tamu yg lain.
" Gus.. Gus Sean.." panggil Dhea.
" iya Dhe ada apa?" tanya Gus Sean.
" temenin Dhea.. Dhea ga kenal dengan siapa siapa disini.." ujar Dhea
" tapi Dhe.. saya harus menemani tamu tamu yg lain.." jelas Gus Sean.
" hmn yasudah kalau gitu saya sendiri saja.. "
dengan kesal Dhea meninggalkan Gus Sean.
dia lebih memilih berjalan jalan di sekitaran tempat itu..
__ADS_1
dan matanya menatap taman mini yg terletak di samping kiri dari tempat acara itu.
Dhea lun pergi ke sana dan duduk di salah satu kursi taman di sana sambil memejamkan mata nya.
namun tak beberapa menit kemudian ada org yg membangunkan nya.
"assalamualaikum.." salam org itu.
" waalaikumsalam.. ehh??"
" mba sendiri disini?" tanya pria itu.
" eh iya kak.. kaya nya saya kaya pernah lihat kaka nya deh.." seru Dhea sambil mengingat dimana dia bertemu pria ini.
" tadi mba setibanya mba disini"
" ouh iya iya saya lupa"
" hm nama ku Rama!" ujar pria itu sontak membuat Dhea terkejud.
" mbak.. mbak knpa mbak..?" seru pria itu melambaikan tangan nya ke arah wajah Dhea.
tiba tiba Dhea meneteskan air matanya dan hal itu sontak membuat Rama khawatir.
" mba knpa? mba gpp kan?" tanya Rama pada Dhea.
" eh eh ga gapapa kok.. " seru Dhea sambil menyeka air matanya.
" hmn kalo ada apa apa cerita aja.."
" iya Rama gpp kok.. aku cuma keinget sama seseorang.. karena namanya sama dengan mu.." seru Dhea.
" ouh begitu.. yaudh jgn sedih lagi.. ouh iya aku ustadz di ponpes Al Kausar Batam.." seru Rama
" hmn ustadz toh.. aku Dhea.."
" salam kenal Dhea.."
" iya ustadz.."
tiba tiba..
" ekhem ga baik laki laki dan perempuan berduaan.." seru org itu yg tak lain adalah Gus Sean.
" eh iya Gus maaf.." ujar Rama..
" yaudh ustadz Rama dhea duluan ya.. assalamualaikum.."
" waalaikumsalam.."
...
Gus Sean dan Dhea pergi ketempat acara dan Gus Sean sedikit cuek terhadap Dhea.
" Gus sean kenapa?" tanya Dhea.
" gpp"
" yakin ga papa?"
" iya Dhe.."
"ouh yaudh deh.."
acara lun di mulai Dhea lun duduk di salah satu kursi paling depan sambil di antar oleh Gus Sean.
banyak yg menatapnya tidak suka apa lagi para gadis di sana.
" heh lihat deh cewe itu.. dengan tidak malu nya diantar oleh Gus Sean" cibir salah satu gadis itu.
" iya tuh.. ga cocok banget.. lihat aja tu penampilan nya sok gaul banget.. padahal jelas jelas Gus Sean itu penampilan nya seperti ustadz pada umum nya lah dia seperti mau jalan jalan saja.. sok keren banget.." cibir yg lain dan Dhea hanya acuh tak acuh padanya.
" alah mungkin dia yg suka deketin Gus Sean kali.. dasar penggoda.."
__ADS_1
Dhea sudah tak tahan lagi dengan cibiran mereka semua.
bagaimana bisa mereka beranggapan bahwa Dhea adalah wanita penggoda.
brakkk..
Dhea menggebrak meja mereka seakan menampakan wajah seram nya. yg sudah lama di kuburnya Seiring dia tinggal di ponpes
tatapan tajam yg bagi siapapun yg melihatnya akan mengidik ngeri karena seringai nya.
" siapa yg loe semua bilang penggoda ha?" ujar Dhea pelan tapi banyak penekanan.
" ya kamu lah engk knpa?" ucap salah satu dari mereka.
" berani loe sama gua?" bentak Dhea sudah tak sabar lagi.
" ya kenapa harus takut?"
parrsss
Dhea menampar pipi gadis itu dengan kencang nya.
"dasar cewe gila.. ngapain loe tampar gua?" riak cewe itu.
" karena loe pantas!"
tiba tiba Gus Sean datang dengan paniknya karena khawatir dengan Dhea
" ada apa ini?" tanya Gus Sean khawatir.
" cewe ini nampar saya Gus.." ucap mereka mengadu.
" iya Gus.. ga sopan banget main gebrak meja org.."
" apa itu benar Dhea?" tanya Gus Sean.
" ya, itu benar Gus.. tapi Dhea ga salah.. mereka bilang Dhea wanita penggoda yg mencoba menggoda Gus Sean.." bntr Dhea tak terima namanya di jelek jelekan.
" apa alasan kalian bilang Dhea wanita penggoda?" kini aura Gus Sean sedikit menyeramkan
" ya karena dia pantas! dia pasti menggoda Gus Sean kan?" jawab mereka.
" knpa harus menggoda? sedangkan dia adalah calon istri saya!" ujar Gus Sean lantang sehingga membuat Dhea membulatkan matanya sempurna.
" apa? ga ga mungkin Gus.." riak mereka tak percaya
" apa yg tidak mungkin itu semua mungkin saja!" ujar Gus sean
" tapi.."
" minta maaf atau saya tidak akan berceramah disini!" seru Gus Sean dengan aura dingin nya.
" saya minta maaf ustadzah.." ujar mereka bertiga.
" maaf di terima!"
" terima kasih ustadzah.."
" sama sama"
ceramah pun di mulai dengan sempurna mereka pun memerhatikan nya dengan serius dan sesekali bertanya pada Dhea jika ada yg tidak paham.
.
.
.
HALLO GUYS GIMANA CERITANYA?
SERU GA?
MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SEKARANG KARENA AUTHOR BANYAK TUGAS SEKOLAH..
__ADS_1
JADI BAGI KALIAN YG SUKA DENGAN CERITA " SEBENING CINTA GUS PESANTREN" JANGAN LUPA VOTE + COMEN + LIKE
♥️♥️