
PENCARIAN
🌼_________🌼
39 menit berlalu semua anggota sudah berkumpul agak jauh dari TKP dan saat ini mereka sudah memakai seragam resmi black cobra.
Dhea berdiri dengan tangan di lipat kebelakang di sebelah kanan nya terdapat king Daffa dan sebelah kiri nya terdapat queen Dessi.
" DENGAN INI SAYA MEMUTUSKAN UNTUK KEMBALI DAN MENGAMBIL TUGAS INI!
TUGAS KALIAN SEKARANG ADALAH MENCARI ORANG YG BERADA DI FOTO INI ( Sambil memaparkan foto Gus Sean ) DAN SAYA TIDAK MAU TAU KALIAN HARUS MENCARI DIA DENGAN ATAU TANPA BANTUAN POLISI! SQUAD A AKAN DI PIMPIN OLEH QUEEN DAN KALIAN AKAN JALAN DARI ARAH SELATAN! SQUAD B KALIAN DI PIMPIN OLEH KING DAN BERJALAN DARI ARAH UTARA DAN SQUAD C KITA AKAN BERJALAN DARI ARAH BARAT!
MASING MASING DARI REGU HARUS MENINGGALKAN 5 ORANG UNTUK BERJAGA DI ATAS DAN MEMANTAU PERGERAKAN POLISI! 15 ORANG NYA AKAN IKUT BERTUGAS! KALIAN PAHAM??!!!" SERU DHEA LANTANG PADA SEMUA ORANG DAN MELEPASKAN AURA MEMBUNUH PADA DIRI NYA.
...
para tim SAR dan polisi terus mencari keberadaan korban yg tak lain adalah Gus Sean begitu pula dengan black cobra yg juga melakukan pencarian secara diam diam.
selama perjalanan mereka mencari dengan serius dan hal itu juga terjadi pada Dhea.
dia mengutuk dirinya sendiri karena dia semua ini terjadi! kenapa waktu itu dia tidak memaafkan Gus Sean? penyesalan memang datang terlambat.
1 jam
2 jam
3 jam
pencarian terus berlanjut banyak tim SAR yg sudah mengeluh karena berfikir mungkin korban sudah terbawa arus atau sudah termakan binatang buas.
namun hal itu di tepis jauh jauh oleh Dhea dia tetap melanjutkan pencarian nya walau tau harus sudah mulai gelap.
" Dhe sebaiknya kita hentikan pencarian! ini sudah mulai gelap dan sebentar lagi malam! kita tidak membawa peralatan apa pun! kita naik skrg!" ujar Daffa memberi usul.
" naik? LOE BILANG NAIK?? GUS SEAN BELUM KETEMU DAN LOE NYURUH GUA NAIK? OTAK LOE DIMANA HA?" BENTAK DHEA PADA DAFFA.
" tapi kita ga bisa gini terus Dhe! kasian anak anak! mereka juga butuh istirahat! LOE ga bisa gini!" seru Daffa meninggikan suaranya.
__ADS_1
" tapi gua.." air mata Dhea pun tak bisa terbendung lagi dengan perasaan bersalah Daffa mulai memeluk Dhea agar dirinya tenang.
" kita masih bisa cari besok okee! skrg kita naik ya!" seru Daffa mencoba membujuk Dhea.
" heum!" Dhea mengangguk.
lalu dengan walkie talki Daffa menghubungi semua rekan black cobra untuk segera naik begitu pula dengan mereka berdua.
saat dalam perjalanan hendak naik namun tiba tiba Dhea merasakan ada yg meminta pertolongan namun suara itu sangat kecil sehingga memungkin kan bahwa itu hanyalah halusinasi, begitu juga Dhea dia segera menepis pikiran itu mana mungkin itu Gus Sean! namun..
" too.. loonngg... " lirih suara itu membuat Dhea kembali berpikir ini tidak mungkin halusinasi.
Dhea pun bergegas mencari sumber suara itu namun belum sempat ia pergi tangan nya langsung di cekal oleh Daffa dengan menggelengkan kepalanya.
" gua harus pergi Daf! gua denger ada yg minta tolong! itu mungkin Gus Sean!" ujar Dhea meyakinkan Daffa.
" gua ga denger apa apa Dhe! LOE mungkin halusinasi aja! udah ya kita naik aja okee!" bujuk Daffa lagi namun kali ini Dhea bersikeras untuk pergi karena dia percaya akan insting nya kalo orang itu nyata! yg meminta pertolongan itu ada!
Dhea pun menatap tajam kearah Daffa sebelum akhirnya mengatakan satu kalimat yg tidak ingin di bantah!
" saya akan pergi dengan atau tanpa anda!" ujar Dhea ketus dan tegas sambil menatap tajam Daffa.
...
di sisi lain umi terus menangis di temani.oleh syifani di kediaman Abah kyai.
bagaimana tidak putra semata wayangnya saat ini ntah di mana keberadaan nya! dimana dia? apa dia baik baik saja? apa dia terluka? begitu banyak kecemasan dalam hati umi nyai saat ini.
" ummi sebaiknya umi makan dulu ya! Syifa sudah buatkan bubur untuk umi!" ucap Syifani lembut membujuk umi.
" umi tidak lapar Syifa!" ujar umi nyai pelan
" umi, umi tidak boleh seperti ini terus! Gus Sean tidak akan suka jika melihat umi seperti ini! umi akan sakit nanti nya!" bujuk Syifa sambil mengelus tangan umi lembut. " setidak nya pikirkan kesehatan umi! Gus Sean pasti kembali umi! dia tidak akan kemana-mana! dia akan kembali!" ujar Syifani memeluk umi.
Syifani terus berusaha membujuk umi yg sedang sedih itu. padahal dia tau kalau saat ini dia pun sedang sedih dan takut! dia tidak ingin Gus Sean kenapa Napa! tidak! Gus Sean baik baik saja! batin nya pelan.
" umi kita makan ya!" bujuk Syifa lagi dan umi akhirnya menganggukkan kepalanya dan memakan bubur buatan Syifani setelah nya umi pun istirahat.
__ADS_1
...
di malam hari tepat nya di hutan gelap gulita ada dua orang yg sedang mencari sumber suara yg di dengar oleh sang gadis. ya mereka adalah Daffa dan Dhea yg masih setia mencari keberadaan Gus Sean melalui insting Dhea sang lady!
" too.. loonngg" ucap suara itu lagi, kini Daffa juga mendengar nya seakan tidak percaya dia pun akhirnya mempercayai Dhea karena lady nya tidak mungkin salah dan sekarang terbukti dengan jelas.
" Daffa loe cari sebelah sana gua cari di situ!" sambil menunjuk arah Dhea Daffa pun mulai mencar.
sepanjang jalan Dhea berdoa agar yg dia dengar itu adalah suara orang yg di khawatiri oleh nya.
sampai kemudian Dhea melihat ada seorang laki laki terbaring lemah bersimbah darah dengan sangat mengenaskan.
Dhea tanpa sadar menutup mulut nya dan berlari sambil menangis kearah laki laki itu. Tampa aba aba Dhea langsung memeluk tubuh lelaki itu, saat ini dia tidak menghiraukan tentang larang bagi lawan jenis untuk bersentuhan karena saat ini yg di pikirkan nya adalah keselamatan Gus Sean! keselamatan orang yg di kasihi nya!
Dhea terus menangis dan memeluk erat tubuh Gus Sean yg saat ini bersimbah darah.
" GUS SEAN!! Gus bangun Gus, sadarlah Gus! ini Dhea Gus Dhea datang!" ujar Dhea sambil mengundang guncangkan tubuh Gus Sean
" Dhee..aaa ma..maaff..kaann sa..saya! " ujar Gus Sean terbata bata.
" Dhea udah maafin Gus Sean kok! sekarang Gus Sean harus kuat kita akan segera keluar dari sini!" ujar Dhea sambil terus menangis.
" ma..aaffkannn.. sa..yaa.. mung..kin.. sa..yaa..harruss pergi..." ujar Gus Sean terbata bata.
" enggak gus! Gus Sean ga boleh pergi! Gus Sean harus disini sama Dhea! Gus Sean udh janji sama Dhea untuk ngelamar Dhea pada bunda dan ayah! Gus Sean harus kuat?!!!" ujar Dhea membantah semua perkataan Gus Sean dengan air mata terus mengalir deras
" sa..yaa..sud..aahh.. ti..da..k ku..aat.. la..gii..! "
" enggak gus! Gus Sean pasti kuat! Gus Sean akan selamat kita akan keluar dari sini Gus!" ujar Dhea lagi.
" maa..aaff..kaann.. saa..yyaa..!" setelah mengucapkan kalimat itu Gus Sean dengan pasrah menutup mata nya Dhea semakin frustasi dan menangis sambil memeluk erat tubuh pria tampan yg kini bersimbah darah itu.
" TIDAKKKKKK!! GUS SEAN SAYA PERINTAHKAN KAMU BANGUN! BANGUN! SAYA BILANG BANGUNNN!
SAYA TIDAK MENGIZINKAN KAMU TIDUR! INI BELUM WAKTU NYA UNTUK KAMU TIDUR!! HEYYY BANGUN KAU!!" Seru Dhea sambil mengguncang guncang kan tubuh Gus sean. " HEYY KU BILANG BANGUN DASAR PENIPU! JANGAN TINGGALKAN SAYA! BERENGSEK LOE GUA BILANG BANGUN BANGSAT!! BANGUNNNNNNNN!!!" Riak Dhea sambil memikul mukul pelan lengan Gus Sean sambil menyumpah serapah pria itu agar dia bangun dan menceramahi nya seperti dulu saat dia berkata kasar.
Daffa yg melihat Dhea sudah hampir tidak terkendali akhirnya menghampiri mereka dan langsung memeluk tubuh nya yg saat ini sedang mengamuk hebat dan seketika Dhea pun berhenti dan menangis di pelukan Daffa..
__ADS_1
" Gus Sean.." lirih Dhea sebelum akhirnya semua menjadi gelap.
»»»»★««««