
KEMBALI KE PESANTREN
...
Dhea dan Gus Sean sedang pamit sama semua orang yg berada di sana.
" hmn kami pamit dulu ya semua!" ujar Gus Sean kepada semua orang.
" iya Gus hati hati di jalan!"
" iya pak.."
tak berapa lama kemudian ustadz Rama menghampiri Dhea dan mengajaknya ngobrol sebentar.
" Dhea.. saya ingin berbicara sebentar dengan mu!" ujar ustadz Rama
" hmn tidak bisa.." sergah Gus Sean ketus.
" sebentar saja Gus.. hanya sebentar.." ujar Dhea.
"mari ustadz.." ajak Dhea pada ustadz Rama sedangkan Gus Sean hanya menatap kesal pada mereka karena mengabaikan perintah nya.
" hufffhsss"
disisi lain Dhea dan ustadz Rama mengobrol dengan serius.
" hmn Dhea hati hati di jalan.. "
" iya ustadz.. "
" jgn lupakan saya!"
" insyaallah saya akan terus mengingat ustadz"
" terimakasih.. ini saya berikan ini untuk mu!" seru ustadz Rama sambil memberi kan paper bag kepada Dhea.
" apa ini?"
" sebagai kenang kenangan dari saya"
" terimakasih.. saya pasti akan menjaga nya dengan baik!"
" saya percaya sama kamu Dhe.."
" yasudah kalo begitu saya pamit.. assalamualaikum.." seru Dhea sambil berlalu pergi
" waalaikumsalam.."
tiba tiba ustadz Rama memanggil lagi.
" Dhe.." panggil ustadz Rama dan Dhea menoleh
" jika suatu saat nanti kita bertemu lagi dengan keadaan kamu yg belum menikah.. maka izinkan saya untuk meminta mu pada orang tuamu.. tapi jika kita bertemu dengan keadaan kamu yg sudah menikah.. maka maafkan saya karena telah menaruh hati pada mu.." seru ustadz Rama sedikit teriak agar Dhea mendengar nya.
" biarkan saya menjawab Ustadz.. jika kita bertemu dalam keadaan saya belum menikah.. maka datanglah pada orang tua saya yg lebih berhak atas saya.. tapi jika kita bertemu dalam keadaan saya sudah menikah.. maka izinkan saya nanti yg akan langsung ikut serta dalam meminang calon istri mu.." ujar Dhea membalas perkataan ustadz Rama dengan senyum dan di balas senyum dan anggukan oleh ustadz Rama sebelum kemudian Dhea pergi meninggalkan ustadz Rama dan kembali pada Gus Sean.
..
Dhea dan Gus Sean saat ini sudah berada di dalam mobil dengan pikiran masing masing.
tak ada yg membuka percakapan terlebih dahulu namun secara bersamaan mereka ingin saling berbicara.
" Gus..
" Dhea..
__ADS_1
( panggil keduanya )
" kamu duluan Dhea.."
" tidak Gus saja yg duluan.."
" tidak kamu saja yg duluan Dhea.." sergah Gus Sean
" Gus..." ujar Dhea dengan nada menekan
" hmn baiklah.. saya hanya ingin mengatakan jgn menghindari saya karena kejujuran saya kemarin.." seru Gus Sean dengan suara pelan.
" buahahhaah kenapa Gus?" ujar Dhea tertawa.
" saya tidak ingin kamu menjauhi saya hanya karena perkataan saya "
" tidak mungkin saya menjauhi calon ta'aruf saya sendiri.." seru Dhea polos.
" APA?" Gus Sean berteriak sambil mengerem mendadak.
" apa maksud mu Dhe?"
" pikir aja sendiri.." ujar Dhea malu malu sambil membuang pandangannya ke arah jendela.
" kamu menerima saya?"
" hmn"
" Alhamdulillah.. terimakasih Dhe.. " seru Gus Sean girang.
" tapi Dhea mohon rahasiakan ini semua! tunggu Dhea tamat baru kita bicarakan ini dengan keluarga kita! "
seru Dhea penuh harap sambil menatap kearah Gus Sean.
" tapi kenapa?" tanya Gus Sean bingung.
" apa maksud mu?"
" belum saat nya Gus tau.. tapi Dhea mohon Gus.." seru Dhea dgn mata chubby nya..
" hmn iya iya tapi jgn menatap saya dengan pandangan seperti itu.. " goda Gus Sean pada Dhea.
" biarkan saja" seru Dhea manja..
" hmn nanti saya khilaf Dhe.."
" hehehe iyaiya maafkan saya Gus.."
....
3 jam berlalu Dhea dan Gus Sean akhirnya sampai di ponpes dengan wajah yg berseri seri.
hal ini malah mengundang mata para santri yg kepo akan kepergian Dhea dan Gus Sean selama 2 hari kemaren.
pandangan itu tak luput dari Lissa n the Genk dan Syifani sahabatnya..
banyak pertanyaan yg mereka ingin sampaikan apa lagi dengan wajah Gus Sean dan Dhea yg terlihat senang seperti itu.
....
Dhea dan Gus Sean berpisah setelah sampai di perbatasan laki laki dan perempuan.
Dhea menuju asrama nya dan mendapatkan Lissa n the Genk dan Syifani yg menunggu nya di atas kasur Dhea.
" assalamualaikum.." salam Dhea.
__ADS_1
" waalaikumsalam warahmatullahi.." jawab mereka serempak.
" ada apa ini? kenapa kalian semua menatap ku seperti itu?" tanya Dhea yg udh tau pasti mereka akan menatap nya intens seperti itu.
" kemana aja kamu sama Gus Sean kemaren?" tanya Lissa penuh selidik.
" hmn jadi kalian menatap ku hanya karena itu?" tanya Dhea sambil tersenyum
" Dhea kami serius!" seru Syifa
" hmn iya iya.. jadi begini.. kemaren sebenarnya aku dan Gus Sean ingin pulang sore hari nya.. namun tiba tiba hujan turun cukup deras dan pohon pohon di jalanan tumbang sebagian yg menyebabkan jalanan itu di tutup untuk satu malam.. dan dgn terpaksa kami menginap di sana deh.." seru Dhea menjelaskan pada mereka.
" kalian menginap di mana? satu kamar? apa yg kalian lakukan?" tanya dini penuh selidik
" huss... apa yg kalian bicarakan ha?? mana mungkin aku dan Gus Sean tidur sekamar.. aku dan Gus Sean tidur di tempat ceramah itu.. dan kami tidur terpisah.. tidak ada yg kami lakukan sama sekali selain mengisi ceramah itu.." jelas Dhea yg mulai jengah dengan pertanyaan temennya itu.
" hmn yakin?" tanya Rini
" iya.."
" hufffss syukur lah.." seru mereka bersamaan
" kenapa?" tanya Dhea bingung dgn ekspresi mereka
" tidak apa apa.."
...
di sisi yg lain Gus Sean sedang di sidang dengan Abi kyai dan umi nyai.
pasalnya Gus seean lupa memberi kabar pada mereka tentang menginap nya mereka semalam.
" kenapa tidak pulang kemaren?" tanya Abi kyai penuh penekanan
" maafkan Sean Abi kemaren hujan sangat deras dan jalanan di tutup akibat pohon pohon pada tumbang karena hujan.. jadi kami memutuskan untuk menginap di sana" seru Gus Sean pelan sambil menunduk
" mengapa tidak memberi kabar pada kami nak?" tanya umi lembut
" Sean lupa Abi.. dan kemaren hp Sean habis Batrai dan Sean lupa mengecahs nya.." jawab Sean
" tapi kalian tidak melakukan apa apa kan?" tanya Abi penuh selidik
" astaghfirullah Abi.. mana mungkin Sean melakukan hal tidak terpuji itu Abi.. kalo Abi tidak percaya Abi bisa tanyakan pada panitia di tempat tersebut.." jelas Sean yg tidak percaya dengan yg di katakan abunya
" hmn Abi percaya pada mu nak.." seru Abi tersenyum sambil mengelus kepala Sean
" umi juga percaya pada mu nak.."
" terimakasih abi.. terimakasih umi.."
" yasudah skrg kamu istirahat saja.."
" baik umi.. Sean kedalam dulu.."
" iya..
.....
HALLO GUYS GIMANA CERITANYA?
SERU GA?
MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SEKARANG KARENA AUTHOR BANYAK TUGAS SEKOLAH..
TAPI JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA "SEBENING CINTA GUS PESANTREN" JANGAN LUPA VOTE + COMENT + LIKE YA
__ADS_1
♥️♥️♥️